Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 13


__ADS_3

"kak" menoleh kearah Bryan


"mau mengodaku lagi? mumpung jalanan sepi"


"apaan sii kak !! " kesal tyara


"mau apa gak?" menoleh ke tyara memainkan alisnya


"dasar mesum"


"kamu kan yang mulai" mencoba tetap tidak tertawa


"enggak kak !! kakak ih ngeselin" tangan tyara menepuk bahunya


"tuh kan !! "


"tau aaah" berdecak kesal


tak terasa udah sampai di gerbang rumah tyara, Bryan menghentikan mobilnya keluar dari mobil membuka pintu untuk Tyara..


"trimakasih ayang" senyum tyara


"Hmm, aku langsung pulang"


"hati hati sayangnya akoh daaahhh"


memencet tombol bel gerbang terbuka bergegas tyara masuk dengan senyum yang mengembang..


"sore non, ceria amat"


"kudu dong pak"


"jajanannya banyak amat, minta dong non"


"eiitss, gak bisa nih aku kasih umah aja beli sendiri"


"trimakasih non"


"sama sama, aku masuk dulu kedalam"


"baik non"


Gleek !!


keadaan rumah sepi Kaka Diaz berserta istri dan anaknya pergi keorang tua kak karisa rumah jadi sangat sepi..


mamah pulang malam apalagi papah selalu sibuk tyara sudah terbiasa dengan keadaan ini dia duduk di kursi meja makan menaruh semua jajananya..


"eeee, non tyara udah pulang" sapa bibik


"baru aja kok bik" mengambil gelas berisi air putih lalu meneguknya


"wiih, banyak amat enak enak lagi"


"bibik mau?"


"mau dong non"


"pilih salah satu, abis itu di taruh ke piring antri kekamarku ya bik"


"oke non"


mengambil tasnya menuju keatas ingin sekali merebahkan tubuhnya, seharian ini sangat capek apa lagi kakinya nyut nyutan..


"aku mandi dulu deh, abis ini mau pijet kakiku nyut nyutan" gerutu tyara


Ting !!


notifikasi pesan..


Kenzo [ udah sampai rumah ]


tyara [ udah Ken, ada apa ]


Kenzo [ jadi gak kita belajar]


Tyara [ Lo, memangnya tadi enggak jadi ]


Kenzo [ jadi kok, kedua teman kamu udah selesai kamu doang yang belum ]


Tyara [ aku kirimin aja jawabannya]


Kenzo [ gak boleh, percumah nilai bagus hasil contekan ]


Tyara [ please ]


kenzo [ gak bisa ]


Tyara [ pelit ]


memonyongkan bibirnya, menaruh ponselnya kesembarang arah mengambil handuk menuju kekamar mandi..


"segar bugar" bercermin


kriiett


"bibik masuk ya non"


"iya bik"

__ADS_1


bibik membawakan jajanan tyara tadi meletakkan diatas meja, tyara menghampiri bibik..


"duduk dulu bik, kita makan sama sama"


"tadi bibik udah ambil non, makan bareng sama Nunung"


"lagi bik banyak loh ini"


"baik deh non enggak nolak" hehehhe


mereka berdua makan jajanan mengobrol bersama memang dari dulu tyara dekat sekali dengan bibik jadi gak heran tyara selalu bersikap manis kepadanya..


"Tyara sayang, mamah pulang kamu didalam nak?" teriak mamah


"sini mah, masuk aja" lantang tyara


Gleek !!


"wiih, asyik nih"


"nyonya sini nyah makan bareng, bibik Mau kebawah dulu"


"loh kok kebawah, di sini saja bik !! "


"nanti gak matang non makan malamnya" hehehe


"ada Nunung yang bantuin"


"kata tuan masakannya gak enak"


"benar juga ya" hahahhaha


"mari non nyonya"


"iya bik"


mamah mengambil jajan yang ada di piring memandangi anak gadisnya semakin hari semakin cantik apa lagi kalung yang melingkar di lehernya nambah ke anggunan tyara..


"nak, apa kamu udah punya pacar?"


"hehehehe"


"hehahehe, jujur saja sama mamah"


"udah mah" menutup wajahnya


"siapakah pria beruntung itu?"


"dosen tyara mah" malu malu


"Dosen tua dong !! "


"coba mamah lihat kaya apa?"


"bentar"


mengambil ponselnya membuka galeri foto..


"ini mah"


"i-ini, sepertinya pak Bryan yang pernah kesini beberapa tahun yang lalu"


"mamah masih ingat?"


"masih dong, dikira udah pikun apa"


"Hahhahahaha, ya gak gitu juga mah"


"kalung itu pasti pemberian Bryan" memainkan alisnya


"iya"


"cie cie mamah bilangin papah aah"


"mamah ih, jangan mah tyara takut dimarahin papah"


"enggak mamah akan rahasiakan semua ini, terpenting kamu bisa jaga diri, oke sayang"


"oke mah"


mamah meninggalkan kamar, tyara menghabiskan jajan sambil mengerjakan tugas tak terasa hari semakin malam perutnyapun merasa keroncongan..


sudahi tugasnya menutup laptop menuruni tangga papah juga udah berada di meja makan bersama mamah mereka sedang mengobrol entah apa yang mereka bicarakan sangat serius sekali..


dikediaman Bryan kedua orang tuanya sedang ada tamu sahabat karibnya papah Hans, Mereka tampak sangat menikmati pertemuan mereka..


"ngomong ngomong gimana kabarnya nak bryan?"


"dia sudah tumbuh menjadi pria yang sangat hebat"


"benarkah? dia mengantikan posisimu di perusahaan?"


"gak, dia memilih mengejar cita citanya"


"anak ku pun begitu"


"eeh iya, gimana kabar Tania?"


"Alhamdulillah, baik dia juga menjadi gadis yang sangat cerdik"

__ADS_1


"Hahahahaha, tak terasa ya anak kita udah dewasa sekarang"


"bisakah, aku bertemu bryan?"


"Bryan sedang keluar bersama temannya, maklum anak muda seperti kita dulu" papah Hans memainkan alisnya


"semoga kapan kapan kita bisa bertemu lagi dengan membawa anak anak kita, siapa tau mereka cocok dari kecil mereka selalu bareng bareng terpisah karena aku pindah kesurabaya siapa tau kita jadi besanan"


"iya juga bro, tapi anak saya Bryan orangnya persis seperti saya tidak mudah jatuh cinta sekalinya jatuh cinta gak mau kehilangan" menoleh ke mamah Evi


"curhat masa lalu" hahhahaha


Ting tong ting tong !!


suara bel berbunyi..


"sepertinya anak kita pulang deh pah"


"bukain mah"


Gleek !!


"dari mana saja sii nak?"


"hehehe, biasa mah"


"tuh ada om Axel"


"serius mah? ada Tania gak?"


"gak ikut"


"uuuuu" berdecak kesal


Tania teman kecil Bryan mereka apa apa sama sama seperti Sandra mereka bertiga besti dari kecil hingga waktu sma tania pindah ke Surabaya..


"malam om Axel" menyalami tangan om Axel


"astaga ini kamu Bryan?"


"ia om"


"kamu tampan sekali, bibir unggul jadinya tampan seperti ini" menepuk pundak Bryan


"om ada ada aja"


"keerja apa sekarang?"


"jadi dosen om"


"wiiih, hebat !! "


"makasih om, Tania gak ikut?"


"kangen ya sama anak om"


"lama kan om gak temu sama tania, udah gede dia ya om"


"iya, dia jadi desainer sekarang, apa mau ikut om ke Surabaya?"


"lain kali om" senyum manis


"udah malam aku gak bisa lama lama mau balik kesurabaya, terima kasih jamuanya"


"sama sama bro"


"gak nginep aja om?" cengir Bryan


"lain kali, om permisi dulu ya Bryan kamu sangat tampan"


"om bisa saja" malu malu


keluarga Bryan mengantar sahabat karib papah Hans hingga mobil tidak lagi terlihat mereka masuk kedalam..


Minggu pagi tyara bermalas malasan untuk bangun ponsel terus berdering membuka matanya mengumpulkan nyawa yang masih tertinggal di alam mimpi..


tyara [ hallo ]


Bryan [ bangun ]


Tyara [ malas kak ]


Bryan [ nak gadis gak boleh malas ]


Tyara [ hari Minggu kak ]


Bryan [ mau gak aku ajak kamu kebandung ]


Tyara [ ngapain ]


Bryan [ mau enggak? ]


Tyara [ mau kak !! tapi nanti siang kan berangkatnya ]


Bryan [ satu jam lagi aku sampai ]


Tyara [ kakak ih ]


*****

__ADS_1


__ADS_2