
"tentu, tapi jangan berharap apa apa dari aku?"
"maksudnya?"
"takut jika suatu saat kamu mempunyai perasaan lebih untukku, bahwa aku udah"
"udah ada incaran" potong renata
"hehehehe, tau aja kamu re"
"kamu tenang saja, aku gak ada rasa apa apa" bohong renata
dalam hati renata dia sangat sakit ternyata dia sudah mempunyai incaran sendiri, renata berusaha tidak menangis..
"eemm, Bram maaf aku pulang dulu"
"lha kok pulang? kita baru saja ngobrol loh"
"tiba tiba Perutku mulas" bohong renata
"okelah, mulai hari ini kita berteman" meringis Bram
"iya Bram" membereskan barang barangnya di atas meja
"aku pulang dulu ya Bram, daaaahh "
"sampe bertemu besok di kampus"
"iya"
Renata melangkah kakinya menuju parkiran..
"Tuhan ini sakit sekali, kenapa waktu tak pernah berpihak kepadaku Selalu saja bertemu seseorang yang tak pernah menyukaiku" huhuhuhu
menyetir mobil air matanya tidak bisa berhenti menangis, malam yang begitu bergelapan bintang menjadi teman renata saat ini..
sesudah makan malam tyara dan Bryan duduk di ruang televisi, saat Bryan sibuk dengan ponselnya tyara diam diam menyelusup kedalam pelukan Bryan..
"nah kan, ketahuan lagi tukar pesan"
"ih, kepo"
"lagi membahas apa kak?" memandang wajah tampan suaminya dari bawah wajah Bryan
"membahas kapan kamu hamil" hahahhaha
sontak saja tyara mengambil ponselnya menci*mi gemas wajah Bryan..
"ampun ra, habis nanti kegantengan aku"
"biarin" hahahhaha
bibik melihat tyara dan Bryan mengelengkan kepalanya..
"untung aku udah tua, kalo sama sama muda gimana nasip aku" gerutu bibik
Bryan gak mau kalah ia menggambil alih tyara Sekarng ada di bawah Bryan, senyum horor membuat tyara membulatkan matanya..
"jangan aneh aneh !! "
"kamu yang mulai kan sayang"
"lepaskan kak, ini masih sore"
"sore apaan, udah gelap kek gini kok sore ayo sayang"
"aaaghhhh, gak mau kak !! "
Bryan langsung bopong tyara kedalam kamar menghempaskan tubuhnya keatas kasur mereka berdua melakukan adegan dewasanya..
"kak bryan !! " teriak tyara
"apa sayang??" mengusap rambutnya yang masih basah
"nih, rambutku basah semua gara gara kamu"
__ADS_1
"tapi kamu menyukainya bukan"
"sebagai hukumannya, kerjakan tugasku"
"siap, mana tugasnya"
"itu sayang" menunjuk di meja dekat sofa yang berada di kamar mereka
Bryan duduk mengerjakan tugas sang istri tercinta, tyara menatap suami yang memakai celana pendek kaos oblong rambutnya basah membuat aura Bryan sangat seksi tampah kegantengannya..
"kak kenapa Kaka sangat tampan sekali, sungguh kak"
"aku emang tampan" menatap wajah cantik tyara mengkedipkan sebelah matanya
hari semakin malam tyara memejamkan matanya berlarut dalam mimpi, selesai mengerjakan tugas tyara Bryan berbaring di samping tyara memeluk istri tercintanya..
pagi hari tyara sudah bangun pagi pagi membantu bibik masak untuk sarapan Tetap saja tyara hanya bantu bantu Duduk lebih tepatnya nungguin bibik Sambil memainkan ponselnya..
"uluh uluh, istri aku udah rajin sekarang" mencium kening istrinya
"kok tumben belum siap siap yang?"
"belum sayang, masuk siang agak bisa santai"
"asyik, kita jalan jalan perumahan yuk yang??"
"jalan kaki?
"pake sepeda dong kak, pinjem milik bibik Sama pak security" memainkan alisnya
"ide bagus, kita sarapan dulu abis itu jalan jalan"
"oke sayang"
mereka berdua sarapan masakan bibik emang selalu menggugah selera, Bryan sarapan dengan lahapnya..
tyara sudah siap siap berangkat jalan jalan pake sepeda menunggu bryan di teras depan sambil memakai sepatu..
"widiihh, si non mau kemana?" tanya pak security
"boleh dong non, sendiri non?"
"gak, sama tuan dia masih siap siap di dalam"
"Oo, kirain sendirian nanti di culik kirian masih nak gadis" hehehhe
"bapak bisa saja"
"hehehe, aku masuk dulu ya non mau sarapan"
"iya pak, silahkan"
pak security masuk, tak berselang lama Bryan datang membawa botol air mineral..
"siap?"
"les't go"
mereka berdua mulai mengayuh sepedanya pasangan yang sangat serasi..
Renata masih dengan hati yang sedih bangun dari tidurnya gak bersemangat sama sekali ia keluar dari kamar, dari pada suntuk memikirkan Bram sejak pulang dari cafe..
"non abis nangis ya? ucap art di rumah renata
"tidak kok"
"di kompres non biar gak kelihatan banget bengkaknya"
"aaa bibik emang selalu perhatian" memeluk bibik
"bibik bauk dapur non"
"gak masalah, yang penting aku tenang kalo memeluk bibik"
"sii enon mah"
__ADS_1
"hehehehe, buatkan aku nasi goreng telur mata sapi ya bik?"
"siap non"
Renata berjalan keluar rumah bermain dengan kucing kesayangannya dari arah luar pintu gerbang rumah renata ada mobil yang berhenti di depan rumahnya..
"siapa itu" lirih renata
pak scurity membuka pintu gerbang mobil mewah baru masuk kedalam rumah renata, mobil berhenti di halaman rumah renata maish berdiri mematung masih menutupi siapa yang turun dari mobil..
"busyet, kamu lun !! gila !! "
"siapa yang gila hah !! " kesal Luna
"bukan kamu Luna Bambang tapi mobil kamu woy !! keren ini baru kan??"
"iya dong, Buruan mandi kita ke rumah tyara pamer ke dia sebelum ngampus aku mo nlaktir kalian, atau mau kesalon aku yang bayarin dah"
"tumben,"
"papahku memenangkan tender lagi, jadi dia membelikan mobil ini untuk aku, uang jajan juga di tambahin"
"oke aku jadi semangat ini, gak terlalu memikirkan Bram"
"yaelah Bram lagi, udah aku bilangin lupakan Bram buka hati untuk Tama" hahahha
"gak akan !! "
"terserah dah, buruan mandi aku tunggu di sini yes"
"iyes, aing masuk dulu"
Luna menunggu renata mandi, dari pada gabut Luna menelfon kekasihnya Dayu duduk di halaman rumah renata..
pasutri baru masih mengayuh sepedanya mereka nampak sangat romantis, berhenti di bahu jalan sengaja jalan jalan keluar perumahan..
"yang berhenti !! " teriak tyara
"apa??"
"jajan"
"kebiasaan, mana pedangangnya?"
"kearah sana yang, ikuti aku"
"iya iya"
Bryan mengikuti tyara dari belakang berhenti di penjual nasi uduk memakirkan sepedanya berjalan kewarung nasi uduk dan berbagai gorengan..
"kak sini"
"gak, kakak tunggu sini aja"
Bryan masih belum terbiasa ketempat yang sederhana karena dari kecil keluarganya tidak mengizinkan Bryan ketempat orang kecil..
namun semenjak kenal dengan tyara Bryan mulai sedikit sedikit ketempat orang kecil tyara mengajarkan Bryan untuk ramah kepada orang kecil bagaimanapun orang kaya pasti membutuhkan bantuan orang kecil..
"eee ada mbak cantik, mau beli apa mbak? ramah si penjual
"gorengan kumplit sama sate puyuh, usus ya buk?"
"oke, cantik amat mbak aku kira tadi mbaknya artis loh mbak"
"hehehe, bukan buk"
"mau beli berapapaan mbak?"
"gorengannya dua puluh ribu, satenya juga dua puluh ribu ya mbak"
"oke mbak"
Bryan tidak memakai masker Para pembeli mulai rame banyak emak emak yang mencuri pandang kepada Bryan..
"aaahh, sial !! " batin bryan
__ADS_1
******