
perempuan tadi berjalan menuju ke arah mereka bertiga hanya memandang sekilas lalu masuk kedalam area kampus..
"apa dia dosen baru di sini?" asal renata
"apa Jangan jangan dia itunya pak Bryan" ucap luna
"itu itunya apa?" sinis tyara
"fens fanatik" hahahhaha
"huufftt !! aku kira kamu mau bicara aneh aneh Luna Bambang" timpal renata
mereka mengikuti gerak gerik Tania dari arah jalanya ia menuju keruangan para dosen hingga Bryan keluar dari ruangannya..
"Bryan !! "
"ngapian kamu ke sini lagi?" kesal Bryan
mereka bertiga berhenti bersembunyi di balik pagar penyangga gedung ia penasaran sekali siapa sebenarnya perempuan itu..
"sssttt !! diam biar kita bisa mendengar pembicaraan mereka" lirih tyara
"oke" kompak renata dan Luna
Bryan menatap lurus kedepan sedangkan Tania menatap penuh arti membuat tyara di Landa cemburu namun ia mencoba meredakan cemberutnya supaya tau apa maksud perempuan itu datang menemui Bryan..
plaak !!
Tania menampar bryan sontak saja membuat tyara membulatkan kedua matanya Bryan memandang tajam wajah Tania rahang tegasnya mengeras ia sangat marah..
"apa ini !! " memegang tangan Bryan menunjuk cicin yang melingkar di jari manis Bryan
"cincin"
"jadi kamu sudah bertunangan dengan kekasih kamu?"
"iyaa !! " sentak Bryan
"kenapa kenapa hah !! kamu menyanggupi kata-kata mending papahku !! jahat kamu !!"
tyara menutupi bibirnya dengan kedua tangannya Luna dan renata mereka saling bertatap kemudian melihat kearah Bryan dan juga Tania lagi..
"a-aku !! "
"aku aku apa hah !! seandainya kamu gak mengiyakan apa yang mendiang papahku katakan mungkin aku tidak berharap lebih kepdamu Bryan !! " memukul dada bidang Bryan
"dari awal aku udah bilang bahwa aku udah punya calon tunangan, kamu kan yang bersi kukuh tetap mau berteman Denganku"
"aku gak tau sesakit ini" huhuhuhu
"maafkan aku, emang aku salah pukul aku jika itu membuatmu lega Tania"
Tania berlari begitu saja ia sangat kecewa dengan Bryan, tidak Tania hiraukan menangis di tempat keramaian banyak netra yang melihat kearah Tania..
"mau kemana?" memegang tangan tyara
"mau nyusul perempuan tadi"
"untuk apa?"
"entah mengapa aku kasian padanya lun?"
"alasannya?" binggung renata Luna
"tadi kalian gak dengar !! aku udah nangkap semua pembicaraan mereka yang jelas itu sangat menyakitkan untuk perempuan tadi lagian kelasnya masih ada waktu setengah jam"
"kita ikut"
"gak usah, kalian ke kantin aja sana makan"
"kamu gak lapar?"
"urusan belakangan"
"baiklah"
__ADS_1
tyara berlari mengejar Tania tapi dia sudah ketinggalan jejak gak pantang menyerah tyara tetap mencari Tania ternyata dia duduk di kursi taman kampus..
"ternyata dia di sana"
berjalan mendekati Tania dengan menata hati, dengan langkah pelan ia berjalan bisa terlihat Tania menangis sesegukan dia tidak tau sekarang tyara sudah duduk di sampingnya..
"mbak !! " lirih tyara
"siapa kamu?" menoleh kearah tyara
"kenalkan saya Tyara, tunangannya Bryan"
"jadi kamu perempuan beruntung itu" mengusap air matanya
"iya, kalo boleh tau kak Bryan melakukan kesalahan apa? tadi saya gak sengaja melihat mbaknya menapar kak Bryan?"
Tania menceritakan semua yang terjadi kepada tyara bercerita dari mending papahnya yang menginginkan Bryan menjadi imam untuk Tania hingga dirinya pindah ke Jakarta untuk menemui Bryan..
"maafkan Bryan ya mbak?"
"gak papa kok, emang aku yang salah gak seharusnya aku memaksakan apa yang gak seharusnya menjadi milikku"
"saya yakin pasti mbak akan menemukan orang yang lebih dari kak bryan"
"sulit, dia terlalu indah untuk di miliki"
"sekali lagi maafkan kak Bryan" mengukir senyum
"Tidak masalah" berdiri dari duduknya
"mau ke mana mbak?"
"pulang" lirihnya
tyara melihat jam tanganya hampir masuk kelas tidak mau di marahin sama kak Bryan ia tidak mungkin mengejar Tania..
"air mana air" duduk di bangku kelas
"kamu lari?"
"iya, ada air mineral gak?"
"trimakasih"
Bryan datang dengan gagahnya masuk kedalam kelas sungguh mempesona tyara tersenyum kearah Bryan..
jadi tau betapa cintanya Bryan ke tyara begitu besar ia tetap pada pendiriannya memilih tyara sebagai pemenang di hatinya..
semua murid mendengar apa yang Bryan katakan mulai mengerjakan tugas Kenzo senyum kearah tyara..
"huus !! " lirih Kenzo
"apa?" tyara noleh ke kenzo
"nanti belajar bareng?"
"okeoke"
Bryan yang tau Kenzo sedang berbicara kepada kekasihnya ia langsung kegerahan..
"ehemm !! kenzo kamu lagi ngapain !! duduk yang benar gak menatap murid yang lain" lantang bryan
"baik pak !! "
tyara cekikikan melihat ekspresi Bryan sungguh sangat lucu
"apakah ada yang lucu tyara?" sinis Bryan
"eng-engak pak" menahan tawanya
pelajaran selesai semua mahasiswa keluar ruangan ada yang mengejar Bryan ada juga yang masih mengobrol di dalam kelas..
"tadi siapa?" penasaran Luna
"perempuan itu?"
__ADS_1
"iya" sambung renata
"astaga !! aku lupa gak tanya namanya"
"uuuuu, dasar tyara Bambang!! " kompak mereka berdua
"lupa aku tu, makan yuk?"
"kita udah kenyang, kita mau belanjar sama Kenzo kamu mau ikut gak?"
"ikut dong, dimana?"
"cafe black biasa"
"oke !! "
"aku pulang dulu ya, ada urusan keluarga" ucap Luna
"wiih, acara apa nih? timpal renata
"ada deh, daaaahhhh !! _
Renata dan Luna melangkah kakinya menuju halaman kampus mereka bercanda gurau..
"woy !! " deavano merangkul tyara dan juga renata
"lepasin ih" kompwk mereka berdua
"iya iya"
"eeh Ra, kemarin aku ke rumah kamu tapi aku gak masuk" hehhee
"yang nagih undangan itu?
"yo'i"
"kenapa gak masuk?"
"rame banget rumah kamu, aku takut ada acara keluarga"
"kamu gak tau ada apa?" renata memainkan alisnya
"enggak, emang ada apa?" penasaran devano
"gak lihat apa di jari manis tyara"
devano melirik kearah jari manisnya tyara ia melonggo setelah melihat ada cicin melingkar di jari manisnya..
"seperti aku pernah lihat deh cicin seperti yang kamu pake, tapi di pake siapa ya?"
"pr untuk kamu" hahahhaah tyara berlari bersama renata
sopir Renata datang ia pulang duluan, tyara masih menunggu jemputan mang sopir ia memilih duduk..
"mau pulang?" ucap Kenzo membuka kaca jendela mobil
"nunggu mang sopir"
"mau hujan loh ini, ayo aku antar pulang"
hujan mulai turun mau tidak mau tyara bareng Kenzo pulang, dari arah belakang mobil Bryan melaju ia melihat tyara masuk kedalam mobil Kenzo..
"keduluan" kesal Bryan
tyara mengirim pesan ke mang sopir supaya tidak menjemputnya ..
Tyara [ mang gak usah jemput aku pulang bareng Kenzo ]
mang sopir [ baik non, ini mamang sedang di bengkel tadi mobilnya mogok ]
tyara merebahkan tubuhnya ia menatap hujan yang turun dengan begitu derasnya, tanpa Tyara sadari mobil Bryan membuntuti mobil Kenzo..
"nanti malam aku jemput?"
"gak perlu Ken" membenarkan rambutnya yang berada di depan keningnya..
__ADS_1
Kenzo galfok melihat cicin yang melingkar di jari manis tyara..
*****