Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 25


__ADS_3

kini mulai memasuki jalanan yang tidak beraspal banyak bebatuan mobil berhenti di depan gapura desa bertuliskan memakai huruf Jawa..


tyara jadi teringat apa yang di katakan Bryan kepadanya mahasiswa mulai turun dari mobil angkot..


"cah bagus cah ayu, aku cuman mau mengingatkan berhati hatilah di desa ini" ucap pak sopir kepada tyara Luna renata dan kenzo mereka berempat masih sibuk mengemasi barang mereka untuk di turunkan dari angkot


"berhati hati dalam aritian apa?"


"udah sering warga asing yang datang kemari kebanyakan tidak kembali lagi"


"haaaaa !! " takut Luna


"udah pak jangan nakut nakuti kami" Kenzo mencoba tetap tenang


"serius mas, apalagi cewek banyak yang gak kembali hilang gitu mas"


"hilang??" teriak renata


"sssstt, jangan keras keras mbak !! "


"hehehe, ya maaf pak" cengir renata


"yasudah, mobil gak di bolehin masuk kedalam aku juga gak tau apa alasanya"


"kok bisa aneh gini ya pak?"


"aku juga gak tau mas, di sini juga rata rata para perempuan di desa ini kalo sudah dewasa gak di bolehin keluar dari desa"


"wwiih, aneh ya pak"


"yasudah, aku gak bisa lama lama hati hati kalian, bukan kalian yang pertama kalinya KKN di sini tapi udah banyak dan mereka yang para perempuan hilang"


"jangan nakut nakuti pak" kesal tyara


"gak mb cantik, biar kalian berhati hati saja"


"huufft !! yaudah permisi mas mbak"


angkot yang tyara cs tumpangi sudah meninggalan mereka semua Kenzo mulai masuk ke dalam desa..


tidak ada yang aneh dari desa ini para perangkat desa menjemput para mahasiswa semuanya berjumlah dua puluh orang di desa tersebut..


kebetulan yang perempuan hanya ada beberapa saja yang lainya pria makin masuk kedesa makin di sambut warga mereka sangat antusias sekali..


apalagi anak kecil menyebut para mahasiswa dengan sangat meriah pak kadespun memberikan sambutan terlebih dahulu sebelum para perangkat desa lainya membawa para anak anak ke rumah yang akan mereka tempati..


"Ra, pak angkot tadi ngeprenk kita nyatanya desa ini gak seserem yang mereka omongin" lirih renata


"betul, yang terpenting kita fokus apa yang akan kita kerjakan di sini"


"betul betul betul " hehehhe


para perangkat desa mulai mengantar para mahasiswa ke tempat mereka tinggal ada yang di rumah kosong..


tyara dan teman temannya bertempatkan di rumah janda nenek tua rumahnya pun sederhana..


tok tok tok ..


" assalamualaikum Mbah " sapa perangkat yang mengantar tyara cs


"wa'alaikumsalam, eh nak Wahyu"

__ADS_1


"iya Mbah, ini mahasiswa KKN sudah datang"


"oh iya iya, silahkan masuk nak"


"trimakasih nek" seru mereka


"kalo begitu aku permisi dulu Mbah"


"iya nak Wahyu"


tyara dan tenan temannya mulai memasuki rumah mereka duduk terlebih dahulu di kursi kayu jaman dahulu..


"selamat datang di rumah Mbah yang sederhana ini, nama Mbah Kanah Mbah tinggal sendirian di sini, anak anak Mbah udah berkeluarga semua"


"salam kenal juga Mbah, perkenalkan Mbah nama saya Kenzo sebagi ketua di sini teman ku yang ini bernama Tama dan ini Dayu kalo yang perempuan yang paling cantik itu tyara sebelahnya Renata dan yang kurus itu Luna nek"


"salam kenal dari Mbah ya nak anak, semoga kalian betah di rumah Mbah ini"


"iya Mbah, kompak mereka


Mbah Kanah masuk kedalam tak berselang lama keluar membawa minuman dan juga cemilan untuk Tyara cs..


"mbah ini uang untuk kami satu bulan di sini untuk makanannya kita gak minta yang aneh aneh yang penting enak Mbah.. hehehhe


"syiap nak Kenzo, udah sering mahasiswa lainya nginep di rumah mbah juga jadi Mbah sudah terbiasa"


"iya Mbah"


"mari ikut nbah akan aku tunjukan kamar kalian di mana"


"perwakilan aja ya mbah, yang lain biar istirahat terlebih dahulu"


"iya"


"kamar ini untuk nak Kenzo dan teman teman pria lainya"


"iya Mbah, trimakasih"


"nah, kalo yang di tengah kamar para perempuan" menoleh ke tyara


"iya Nek, eh Mbah trimakasih banyak"


"iya sama sama, yasudah selamat beristirahat lalu beres beres Mbah mau masakin untuk kalian"


"iya Mbah" ucap Kenzo dan juga Tyara


sesudah mereka cukup istirahat masuk kekamar mereka masing masing para perempuan ke kamar perempuan cowok ke kamar cowok..


Glek ..


Krieet ..


"astaghfirullah, kenapa gelap sekali gak ada jendela" lirih renata


"iya benar kamu re, aneh gini ya?"


"kita positif saja mungkin biar gak ada nyamuk yang masuk"


"mungkin siih"


saat menutup kamar di kagetkan oleh tulisan beraksawa Jawa di belakang pintu Luna yang pintar dalam sastra Jawa ia langsung mengartikannya..

__ADS_1


"jangan buka pintu malam hari lewat jam delapan malam kalau kalian mau selamat" ucap Luna dengan faseh


"maksutnya apa ya?"


"gak tau, yang jelas kita ikutin aja kata kata ini siapa tau benar, kita harus menghormati apa yang tidak di perbolehkan di desa ini" ucap tyara serasa menata bajunya


"benar apa kata kamu"


tok tok tok..


"masuk" lantang renata


glek ..


krieet ..


"Mbah kanah" ramah mereka bertiga


"iya"


"ada apa Mbah?"


"Mbah cuman mau mengingatkan hati hati dengan pak kades dia sangat berbahaya jangan mau ikutin apa yang dia perintahkan"


"Loh, emang kenapa nek?" tyara sangat penasaran


"jangan tanya kenapa di iya'in saja"


"baik mbak" kompak mereka


setelah semua beres para anak anak makan dahulu sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya..


masakan Mbah kanah sangat lezat mereka sangat menyukai masakan Mbah kanah masakan yang belum pernah mereka makan sebelumnya masakan wong ndeso tapi soal rasa jangan di tanyakan lagi..


"Kenzo, kamu jangan Keman mana ya kalo malam?" lirih tyara


"kenapa?"


"gak tau kenapa, ada yang ganjal saat aku masuk di desa ini"


"apa kamu merasa tadi waktu pak kadus sedang sambutan kamu melihat glagat yang aneh tidak?


"iya, dia menatap para perempuan kan?" ucap Luna tiba tiba


"tapi kata Mbah tadi, kita harus berhati hati dengan pak kades aneh bukan?" binggung tyara


"kalau menurutku pak kadus tadi matanya jelalatan kaya hawa nafsunya itu tinggi apalagi tadi Liatin tyara saja" sambung Dayu


"aku saranin kalian berpakian jangan fulgar kek gini kalau keluar" Kenzo Mengingat


"iya gak lah" malas Luna memutar kedua bola matanya


"kalo boleh tau kadus itu singkatan apa ya? hehehehe


"kepada dusun Tama blo'on" hahahah ejek renata


"maaf" hhahahah


"lagian kamu kan pintar kadus aja masak gak tau" ahhahahha Luna gak kalah bengek


semoga nampak asik mengobrol di depan teras sampai gak menyadari ada dua mata yang mengawasi tyara dari tadi

__ADS_1


******


__ADS_2