Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 7


__ADS_3

sesampainya dirumah Tyara merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu memijit keningnya hari ini di kuras emosinya oleh sang pujaan hati..


"kamu udah pulang?" ucap karisa


"udah kak, adek mana?"


"lagi sama papahnya"


"kak Diaz udah pulang?" antusiasku


"udah,mau minta uang?" ledek karisa


"tau aja, aku kekamar dulu ya kak"


"iya"


tyara berjalan menuju ruang atas membuka pintunya merebahkan tubuhnya diatas kasur sebelum mandi..


Bryan mengendarai mobil pribadinya kalo mengingat kejadian tadi sungguh membuatnya cemburu melihat Tyara berdekatan dengan pria lain..


"bisa bisanya dia sedekat itu dengan pria lain" Bryan memukul setirnya


shiiitt !!


"astaga apa tadi" kaget Bryan


segera Bryan membuka sabuk pengamannya membuka pintu melihat apa yang ia tabrak barusan..


"astaga !! kamu gak papa?" Bryan menolong gadis yang hampir saja ia tabrak


"gak papa" menatap wajah tampan Bryan


"serius Mbak?" panik Bryan


"serius mas, tadi aku gak lihat lihat saat menyabrang"


"maaf ya aku benar benar tidak sengaja" senyum Bryan


"iya mas, saya permisi dulu"


"i-iya" menatap gadis itu pergi


Bryan kembali masuk kedalam mobil menstater mobilnya serius menatap kedepan takut nanti menabrak sesuatu lagi..


sesampainya dirumah Bryan kemeja makan perutnya sudah sangat lapar sekali, ia segera menyentong nasi bibik datang dari arah ruang tamu sedang mengobrol dengan seseorang..


"den Bryan udah pulang?" sapa bibik


"iya bik udah" sambil makan


"nyonya belum pulang den?"


"belum bik" masih menunduk fokus makan


"yasudah"


bibik mengobrol lagi berjalan kearah kamar bibik Bryan yang kepo menyudahi makanya menautkan alisnya melihat sosok perempuan bersama bibik..


"bibik sama siapa?" sedikit berteriak


sontak saja bibik dan juga perempuan itu menoleh kearah Bryan..


"la, kamu kan yang tadi"


"masnya" seyum gadis itu


"kalian udah saling kenal?" girang bibik


"belum bik, tadi aku nggak sengaja bertemu dengan dia di jalan !! yasudah aku kekamar dulu"


"tunggu den !! aden nggak mau tahu siapa gadis ini dan kenapa dia berada di rumah ini?"


"gak perlu tau bik"


"Aden mah gitu" kesal bibik


Bryan berlari menuju lantai atas Ia membuka pintu memberikan tubuhnya di atas kasur membuka ponselnya..


Bryan [ bro, kapan kita bertemu? ]


Reza [ kamu dah pulang? ]


Bryan [ udah ]


Reza [ kalo aku ada waktu langsung ketemu ]


Bryan [ oke ]

__ADS_1


Bryan menutup telfonya segera ia mandi malam nanti akan bertemu sang pujaan hati entah apa yang akan Bryan katakan kepada tyara..


detik berganti dengan detik bryan udah siap untuk bertemu dengan tyara ia memakai oufit ala anak muda tidak lupa memakai parfum andalnya..


bercermin menyisir rambutnya sekarang tak pernah pake poni ia sekarang suka jidatnya kelihatan tampak lebih tampan dan dewasa..


"aku memang tampan" memuji diri sendiri


tok tok tok ..


"mas Bryan" ucap tata gadis tadi yang bersama bibik


"siapa?" teriak Bryan


"tata"


Gleek !!


krieet !!


"iya ada apa?" ramah Bryan


tata menelan lidahnya menatap sang majikan begitu mempersona..


"hallo tata !! " melambaikan tanganya kewajah tata


"eh iya itu anu den, mau menata baju di lemari" gugup tata


"oke silahkan masuk, aku juga mau keluar"


tata masuk kekamar Bryan bau parfum Bryan tercium oleh hidung tata sangat wangie ia segara membuka lemari Bryan meletakkan beberapa pakaian Bryan..


"kok Aden belum berangkat" melihat Bryan yang masih sibuk mencari sesuatu


"lagi mencari sesuatu, nah ini ketemu" bergegas kelantai bawah


diruang bawah papah dan mamahnya sedang mengobrol dengan bibik tertawa hingga menguat Bryan penasaran berjalan mendekati mereka..


"wiih, anak mamah udah cakep amat !! "


"harus dong !! "


"mau kemana?"


"nongkrong sebentar, boleh kan mah pah"


"makasih, ngomong ngomong tadi pada ngobrolin apa?" memainkan alisnya


"kepo" kompak mereka


"haiis" kesal Bryan


tak berselang lama tata menuruni tangga sudah membawa baju kotor Bryan, mamah namanya suruh tata bersama mereka..


"mah pah, Bryan keluar dulu"


"hm, hati hati, jangan pulang malam malam"


"syiap"


mengambil kunci mobil melangkah kakinya bersemangat sekali akan bertemu tuan putri kesayangannya..


"wadidau, adek Kaka udah cantek saji !! fitfiiu" goda Diaz


"tyara gitu loh, mamah sama papah belum pulang?"


"belum, kamu mau kemana?"


"keluar sebentar, sama mang mamang kok"


"oke, punya uang?"


"gak !! hehehehe minta dong kak" cengir tyara


"Dasar !! cantik doang gak punya duwit" menentukan beberapa kertas berwarna merah


dengan penuh semangat tyara menuju mobil mang mamang sudah siap Setia untuk mengantar kemanapun sang majikan pergi.


.


"mang ke cafe Himalaya"


"syiap"


mang sopir Membuka pintu untuk Tyara..


"makasih mang mamang"

__ADS_1


"iya non"


merebahkan tubuhnya mebua ponsel segera menelpon Bryan..


Tyara [ kak aku udah otw ]


Bryan [ ya ]


Tyara [ Kaka udah sampai? ]


Bryan [ baru saja, mau pesan apa? biar aku pesankan ]


Tyara [ steak sama es cream aja ]


Bryan [ oke ]


Bryan menutup telfonya..


"main di matiin aja !! siapa yang telfon duluan siapa yang matiin duluan" kesal tyara


dari tadi mang mamang menguping tyara senyam senyum sedang memberanikan diri bertanya kepada nyonya kecilnya..


"mang mamang is oke"


"apa itu is oke? menggaruk kepalanya


"mang mamang ih" hahahaha


"maklum mang mamang kan dari desa mana tau bahasa Inggris"


"taunya awal bulan ya mang" hahhah


"hehehe, non mah tau aja"


"hahahahahaha"


perjalananpun berhenti di kafe Himalaya tyara membuka pintu mobil tak lupa menutupnya kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam..


netra tyara awas menatap sekeliling mencari keberadaan Bryan hingga melihat sesosok pria tampan berada diujung tyara tersenyum melangkahkan kakinya bahkan ia mempercepat langkahnya..


"pak dosenku sayang" sapa tyara dengan nada yang centil


"Hhmm"


"gak di bolehin duduk nih?"


"silahkan duduk nyonya tyara" kaku Bryan


"trimakasih tuan Bryan" menatap lekat wajah Bryan


tyara duduk didepan Bryan masih menatap wajah tampan kekasihnya yang lama tidak memberi kabar tau tau udah di depan mata..


"jangan menatapku seperti itu" ketus Bryan


"biar aku kangen"


"aku gak"


"yang benar yang kangen aku?" memainkan alisnya


Bryan mengangkat bahunya


"widiiiih, cemburu nih ceritanya tadi aku dekat dekat sama teman priaku"


"ge'er"


"tunggu dulu kak, gimana Kaka tau kalo aku tadi bertemu sama teman priaku? apa jangan Jangan kakak mematai matai aku ya !! hayoo ngaku !! " mengukir senyum


"apa lagi itu, gak penting"


"ya ya ya, gak penting !! tapi kami boong" Hahahahaha


"terserah kamu aja" dingin Bryan


"yaelah,.baru ajah ketemu gak ada romantis romantisnya malah ngajak gelut iya !! sabar tyara sabar" sindir tyara


"udah di makan dari pada ngoceh"


"emang aku burung" terseyum


"gak usah sok cantik, kamu tatep jelek" sambil makan


"jangan jutek jutek kak, yang ngantri'in aku banyak loh" goda tyara


"aku gak tanya"


"astaga !! nih anak kenapa dari mode dingin kambuh lagi" batin tyara sambil terus menatap wajah tampan kekasihnya

__ADS_1


******


__ADS_2