Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 11


__ADS_3

bak seorang artis yang sedang melewati karpet merah padahal devano saja yang seorang artis terkenal antusias para mahasiswa perempuan gak seheboh saat Bryan datang..


tyara cekikian melihat wajah Bryan begitu kaku tidak ada senyuman sedikitpun dari bibirnya yang ada dia mode menyeramkan..


"heran deh, pak Bryan jutek kek gitu, di idolakan banget" heran Renata


"siapapun pasti klepek klepek kalo lihat pak Bryan, kaya duku waktu SMA kamu enggak aja" sindir Luna


"ada calon istrinya" Renata tersenyum kearah tyara


"Oopss maaf" hahhahaha


"udah udah kita ke tempat lomba aja yuk, pasti udah rame" usul tyara


"oke"


sebelum perlombaan dimulai tyara pemanasan dulu supaya tidak cidera atau kram saat berlari, Kenzo menghampiri tyara yang sudah memasuki lapangan lomba..


"semangat ra !! " teriak Luna


"kamu kudu menang aku traktir dah" semangat Renata


"pasti dong" tyara menoleh kearah kedua temannya


"tyara" sapa Kenzo


"Hay Ken, mana yang lain?"


"sedang bersiap siap" meregangkan otot-ototnya


tyara membulatkan matanya melihat otot kenzo yang bergitu seksi tyara mencoba memalingkan wajahnya..


"Dasar kenzo, gak di lihat mubazir dilihat dosa !! gerutu tyara


devano dan Siska berjalan kerah tyara yang mencoba menutup matanya supaya tidak melihat pemandangan yang indah..


"Siska" teriak tyara


"Hay Ra" berlari kearahnya


"aku nerfes" Siska mulai gak tenang


"jangan nerfes dong sis, bayangin aja kalo mereka itu tidak ada, dan kita sedang latihan bukan berlomba" tyara mencoba menenangkan


"akan aku coba"


"nih kita minun vitamin dulu" devano memberikan vitamin ketyara dan juga Siska


"lha, aku mana?" usul Kenzo


"kamu kan cowok masa mau minum vitamin juga" hahhahaha


"hehehehe, kirain apa"


perlombaan pun dimulai tyara, Kenzo, Siska, devano satu tim peserta lainya pun sudah siap, Bryan datang bersama Adelin Dosen muda juga di kampus..


dari awal Bryan masuk Adelin udah menaruh rasa terhadap Bryan, selalu mencuri curi perhatian untuk meluluhkan Bryan namun hal itu sangat sulit Bryan sosok pria yang sulit di taklukan..


Siska berlari kearah Devano, devano berlari kencang kearah tyara semua mahasiswa fakultas berbondong bondong melihat lomba lari maraton..


sorakan para mahasiswa terdengar jelas Bryan tak lepas menatap Tyara nampak sangat cantik sekali sebenarnya hati Bryan gak suka tyara dekat dekat dengan dua pria yang sama sama memiliki wajah tampan..


devano berlari kearah tyara dengan sigap berlari menuju Kenzo dia terus berlari Bryan ingin rasanya bersorak menyemangati sang pujaan hati namun enggan karena dia bersikap sangat profesional..

__ADS_1


"Ken, semangat lari yang kencang kamu pasti bisa" senyum


Kenzo menggangguuk lirik kembali berlari menuju finis saat berlari Kenzo seperti singa yang sedang mencari mangsa..


rambutnya tertarik kebelakang membuatnya sangat tampan di sorakin para perempuan ototnya begitu seksi kringatnya keluar membuat pesona lebih berbinar..


Siska, tyara, devano menunggu digaris finis menyemangati Kenzo akhirnya Kenzo lebih dulu Samapi di garis finis..


sontak aja tyara memeluk Kenzo banget bahagia Bryan membulatkan matanya menahan api cemburu..


"eh, maaf" tyara melepaskan pelukannya


"gak masalah"


Kenzo berjalan mendekati tyara menggemgam tangan tyara Bryan yang melihatnya mengambil air mineral disampingnya membukanya meminumnya sampai habis banget cemburunya..


"kamu kenapa Bryan?" bingung Adelin


"panas ini sangat panas" datar bryan meneguk lagi air mineral


"haaahh" mengerutkan keningnya


tidak sampai disitu devano datang merangkul tyara dari samping Bryan semakin kembang kempis menahan api cemburunya ia membenarkan dassynya kekanan kekiri..


"kamu baik baik saja Bryan?" menatap Bryan


"panas"


lagi lagi Adelin gak tau apa maksudnya ia mengambilkan lagi air mineral untuk Bryan..


"ini kalo masih haus"


""trimakasih" meneguk lagi air mineral


"anak itu" lirih Bryan bahkan botol minumnya sudah tidak berbentuk


ia sudah tidak sabar lagi berdiri..


"mau kemana?"


"ke bawah"


"ikut"


tidak menjawab omongan Siska ia berjalan menuju bawah dimana para peserta lomba sedang beristirahat sambil menunggu pengumuman..


"lun,ihat itu?" menunjuk kearah bryan


"lha itu kan pak Bryan?"


"lihat deh jalannya kek orang kesetanan"


"benar kamu re, palingan juga cemburu lihat tyara" hahahha


"hahahhah, setuju coba kita lihat apa yang akan terjadi"


dengan asik canda tawa Bryan sudah berada para juri ia ingin menyerahkan mendalinya kepada pemenang entah apa yang akan Bryan rencanakan..


pemandu acara mengumumkan pemenangnya hingga tim tyara maju kepada para juri Bryan datang bersama Adelin membawa beberapa mendali..


tyara masih asyik bercanda ria dengan devano maupun Kenzo dan juga Siska saat netra tyara menatap kebelakang sudah ada Bryan berdiri dengan tatapan horornya..


"matek aku" batin Tyara

__ADS_1


"udah yang bercandanya" sindir Bryan dengan mode serius


diam tyara diam tidak bisa berkutik lagi ia berdiri tegap menjauhi Kenzo dan juga devano..


"hahahhaha, Tyara udah kedatangan pawangnya" ledek Renata


"jadi diem kan dia, kek patung !! hahahahahaa" tak kalah bengek


Bryan mengalungkan mendali emas untuk sang pujaan hati, ia tidak mengatakan apapun tyara makin dibuat takut oleh sikap Bryan kalo kamu mode serius tapi ini jauh lebih tampan..


"yey !! " teriak tyara kembali memeluk kembali timnya


"tyara !! awas aja kamu !! " batin tyara nafasnya naik turun


tanpa aba aba Bryan menarik tangan Adelin berjalan menuju para juri kembali, tyara di buat cemburu melihat Bryan mengandeng tangan perempuan lain apalagi banyak orang..


"Kak Bryan !! " geram tyara


para peserta satu persatu meninggalkan lapangan, dengan hati yang dongkol Tyara menuju kedua temannya yang sudah menunggunya di pintu keluar..


"selamat ya bestie akhirnya kamu memenangkan perlombaan ini kita bangga padamu" meluk tyara


"kita makan es cream sepuasnya"


"lest go"


"aku ikutan dong" usul Kenzo dan juga devano


"oke, kamu yang bayarin loh Van" girang Luna


"iya deh"


tyara mencari keberadaan Bryan namun tidak ketemu ia ikut dengan bestinya persaan tyara sedang kacau memikirkan sang pujaan hati takut kalo dia beneran marah..


saat para mahasiswa keluar pintu utama Bryan juga mencari keberadaan Tyara ia ingin mengajaknya makan siang tak ingin sang pujaan hati bersama pria lain..


"sial !! dia pasti udah keluar"


"Bryan tunggu dong" manja Adelin


"maaf aku terburu buru" berlari mencari tyara


tyara beserta para bestie berjalan menuju kantin mereka bercanda gurau mengambil beberapa es cream devano yang bayar untuk punya uang banyak..


Ting !!


notifikasi pesan masuk, segera ia mengambilnya di tas..


Bryan [ di mana ]


tyara membulatkan matanya


Tyara [ kantin ]


Bryan [ pulang denganku ]


Tyara [ gak bisa, aku ada janji mau ngerjain tugas ]


Bryan [ bersama pria tampan tadi ]


Tyara [ iya kak ]


Bryan [ kalo kamu pergi bersamanya, jangan temui aku lagi ]

__ADS_1


*******


__ADS_2