Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 17


__ADS_3

Tania menemui Bryan ia berpamitan untuk pulang, tidak ada kata kata yang terlontar dari mulut Bryan ia hanya menganggukkan kepalanya tidak juga menatap wajah Tania..


bagaimanapun Tania sadar diri dia tidak sepantasnya mengharapkan cinta dari Bryan namun bagimana dengan janjinya kepada mendiang om Axel..


"Bryan aku berharap kamu tidak melupakan janji kamu kepada mendiang papahku" ucap Tania lalu pergi


"Huuftt !!


Bryan membuang nafas kasar ia banar banar di buat frustasi menjambak rambutnya sendiri menatap cermin yang berada di depannya saat ini..


"bodoh kamu Bryan !! mulutmu terlalu gampang berkata ia"


Ting !!


notifikasi pesan ia mengambil ponselnya


Tyara [ kak jadikan malam ini kita jalan ]


Bryan [ jadi, bentar lagi aku datang ]


Tyara [ oke ]


merapikan rambutnya memakai hodie celana pendek sendal jepit berjalan menuruni tangga bibik menghadang Bryan ..


"eiitts tunggu dulu den !! "


"apa bik?"


"perempuan tadi siapa?"


"ikut aku duduk di kursi taman belakang"


"oke"


mereka berdua jalan beriringan menuju taman belakang duduk bersebelahan bibik menatap wajah tampan sang majikan..


"siapa dia den?"


Bryan menceritakan semua yang terjadi bibik menatap sendu majikanya..


"jadi Aden sama tuan dan nyonya mau melamar Minggu ini?"


"iya bik, tapi ya itu aku takut berdosa udah mengiyakan" sedih Bryan


"Kam Aden gak menyuakai siapa itu namanya?"


"Tania"


"nah itu si Tania, bilang aja Aden udah bertunangan biar dia mengiklaskan Aden"


"semoga aja ya bik"


"bibik akan doakan yang terbaik untuk Aden, saran bibik jangan lama lama untuk melamar Tyara"


"wiih, faseh amat bilang tyaranya" hehhhe


"harus dong dia akan menjadi nyonya Bryan"


"amiin"


"la, Aden mau kemana?"


"ke tempat Tyara bik, nanti kasih tau mamah Sama papah ya?"


"syiap den gantengku"


"bibik juga jangan lupa berdua'an dulu sama ayang"


"den Bryan !! "


"hahahhaha, byee bibik"


berlari menuju garasi mobil memainkan kunci mobilnya sambil bernyanyi lagu kesukaannya masuk kedalam mobil mulai melajukkan mobilnya..


tyara lama menunggu Bryan tidak juga datang mulai gabut di depan rumah mamah menghampiri tyara..


"loh, dosen kesayangan kamu belum datang?" ledek mamah


"belum"


"hahahaha kasihan !! untung dulu papah kamu selalu tepat waktu"


"gak tanya yeeeee"

__ADS_1


"mamah kasih tau tyara jelek"


mobil Bryan masuk kedalam halaman rumah tyara wajah cantiknya kembali ceria mamah mencolek pipi tyara


"tuh sang pujaan hati datang"


"mamah ih" malu tyara


mobil bryan berhenti ia segara membuka pintu mobil berjalan menuju mamah Evi dan juga Tyara..


"malam Tante" menyalami tangan mamah Evi


"malam juga nak Bryan, tambah tampan aja"


"mamah bisa saja, minta izin mau ajak tyara jalan Tante"


"Tante izinnin gak ya?" melirik kewajah tyara


"mamah" kesal tyara


"iya iya mamah izinnin, jaga anak mamah ya nak Bryan"


"terimakasih mah, aku bawa anak mamah sebentar"


"lama juga gak papa, tapi kalo udah ada ikatan resmi" sedikit menyindir bryan


"segara mah, gak lama lagi"


"se-seriusan kak?" antusias tyara


"tuh lihat, anak mamah senang banget"


"hehehe, iya mah eh Tante"


"kita jalan dulu ya mah" ucap tyara


"iya hati hati nak"


Bryan Membuka pintu mobil untuk Tyara tersenyum kearah mamah Evi Bryan masuk kedalam mobil ..


di perjalanan Tyara terdiam dia takut kalo kejadian di tempo hari terulang lagi..


"kok diem?"


"hahahahhaha, !! "


"gak lucu tau kak" kesal tyara


"jangan cemberut gitu dong, kamu beli es krim dulu?"


"boleh?"


"tentu, nih uangnya !! "


"aaaa trimakasih banyak ayang"


"Hmmmm"


tyara keluar dari mobil membeli es cream moodnya kembali mode on lagi ia menatap Bryan sang pujaan hati..


"kita mau kemana?" ucap tyara sambil menghabiskan es creamnya


"terserah kamu aja, kakak ngikut"


"ke alun alun aja gimana kak? pasti banyak penjual di sana"


"mau beli jajan lagi" menggelengkan kepalanya


"iya, gak boleh" manyun tyara


",hadeh !! gitu ajah manyun bisa bisa kurusan nih aku lama lama" lirih bryan


"apa kak !! menatap horor Bryan


"enggak kok"


"uuuuuu !! kang bohong" memalingkan wajahnya


mereka tidak jadi ke alun alun memilih ke Monas banyak orang orang mengahabiskan waktu malam bersama keluarga di sana..


Bryan berjalan mendahului tyara tidak lupa maskernya gak ketinggalan, tyara menarik lengan Bryan dari belakang..


"Kak romantis napa" manyun tyara

__ADS_1


"nih baru romantis" mencuil bibir manyun tyara


"Kaka ih"


berjalan berdampingan dengan gagahnya Bryan berjalan melewati para pengunjung di sana untung paket masker kalo tidak pasti udah jadi pusat perhatian..


"kakak duduk situ yuk"


"oke"


"kakak mau jagung bakar?"


"boleh"


"bentar kak"


"hhmm"


melaju ke penjual jagung bakar tyara memesan dua jagung bakar yang satu pedas yang satu tidak karena Bryan tidak terlalu suka makanan yang pedas..


Bryan menatap tyara dia sangat bahagia bisa memiliki tyara idak akan pernah pria melepaskan tyara dari genggamannya..


"kesederhanaannya yang membuat aku susah untuk berpaling dari kamu tyara" gumam bryan


tyara berjalan ke arah Bryan dengan pendeteksi dua buah jagung bakar dan juga beberapa sosis bakar..


"ini kak jagungnya"


"trimakasih"


"sama sama"


"lha itu sama beli apa?"


"sosis bakar dong Kaka"


"untuk?"


"aku dong Kaka mau?


"sebanyak ini?" menelan ludahnya


"iya, embah kenapa?"


"nggak apa-apa sih, cuman nanti kalau gendut nangis" hahahhah


"emang kalau aku gendut Kakak ini nggak suka lagi sama aku?"


"hahahha, nanti kamu seperti gentong minyak"


"kakak Bryan !! " geram Tyara


"ampun tuan Putri"


"nah gitu dong" seyum kearah Bryan


mereka berdua menghabiskan waktu malam bersama tidak terasa yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam Bryan pengantar tyara sampai ke rumahnya..


tyara pasti berdiri di depan gerbang rumahnya iya melihat mobil Bryan sampai tidak terlihat lagi baru dia masuk ke dalam rumah..


rumah sudah keadaan sepi hanya ada pak security dan juga beberapa art yang masih terjaga Mama papa sudah tidur sedangkan Kak Dias dan juga kak karisa sudah tidur aku langsung masuk ke dalam kamar untuk mengistirahatkan badanku yang seharian capek dengan aktivitas..


begitu juga dengan Bryan iya langsung masuk ke dalam kamar keadaan rumah pun sudah sepi namun berbeda dengan tyara Bryan masih setia dengan laptopnya..


Ting !!


pesan masuk dari Reza


Reza [ bro, besok bisa ketemu tidak ]


Bryan ,[ jam berapa ]


Reza [ habis kamu ngajar deh ]


Bryan [ emang kamu mau ngomongin apa sepertinya serius amat ]


Reza [ benar kamu bro, ini hal yang sangat penting untukku ]


Bryan [ Kak sekarang aja ]


Reza [ kalau melalui pesan itu nggak afdoul besok saja oke ]


Bryan [ terserah kamu kah aku mah ikut aja semoga besok apa yang kamu katakan tidak membuatku jantungan ]

__ADS_1


*****


__ADS_2