Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 12


__ADS_3

segera tyara sudahi ngobrolnya ia takut sekali jika kekasihnya beneran tidak mau tyara temui lagi, hatinya sudah tak karuan..


"gaes aku pulang dulu yes"


"kenapa?" kepo Renata


"ada urusan"


"katanya mau belajar bareng" ucap Kenzo


"lain kali ya gaes, buru buru banget nih, daaaahhhh !!"


mereka semua bengong melihat tingkah Tyara mereka saling tatap setelah menerima pesan entah dari siapa dia langsung gelisah..


berlari sekencang mungkin menuju tempat parkir mobil byran udah tidak ada di parkiran semakin tidak karuan ia mengambil ponselnya menghubungi Bryan tapi tidak diangkat..


"bagaimana ini, angkat dong kak !! " sambil terus menelfon kekasihnya


netra tyara melihat mobil Bryan baru saja keluar dari gerbang kampus langsung saja tyara berlari mengejar mobil bryan..


dengan sekuat tenaga Tiara terus mengejar mobil Bryan yang melaju dengan kecepatan sedang kakinya terasa sangat capek mobil Bryan masih saja berjalan..


"kak tunggu kak" teriak tyara


dari kaca spion mobil Bryan melihat tyara sedang mengejar mobilnya..


"Tyara !! "


shiiit !!


mobil Bryan berhenti tyara tersenyum akhirnya mobil Bryan berhenti juga dengan nafas yang masih ngos ngosan tyara mendekati mobil Bryan..


Bryan membuka pintu mobil menutup pintu mobil kembali membuka kacamata hitamnya tersenyum kearah tyara namun seketika mode serius kembali saat Tyara menatap wajahnya..


"kak !! aku mo ikut kakak !! " masih dengan nafas naik turun


"lha, katanya mau sama pria tadi"


"enggak jadi, aku mau sama kakak aja !! "


tyara langsung memeluk Bryan tak mau kehilangan dia sangat mencintai sang pujaan hati..


"ngapain peluk peluk" ketus Bryan


"jangan ngambek lagi" mempererat pelukannya


"besok kecentilan lagi sama pria tampan dua itu"


"a-apa !! kecentilan?"


"iya"


"apanya yang kecentilan, aku biasa saja"


"lha, tadi ngapain peluk peluk pria lain, enggak cukup apa dengan ku" masih tidak mau membalas pelukannya diam seperti patung


"tadi aku reflek banget bahagianya" mengangkat kepalanya keatas


Bryan tidak mau menatap wajah cantik sang pujaan hati, tyara mencium kaos Bryan ia mencium harum wangie parfum yang Bryan pake..


"kak, jangan diem aja dong !! "


tidak menjawab malah melepaskan pelukan tyara..


"lepaskan Tyara !! "


"enggak mau, aku mau kaya gini jangan ngambeng Dosenku sayang"


"masuk mobil, atau aku tinggal"

__ADS_1


"Oke" melepaskan pelukannya berlari masuk kedalam mobil..


tanpa di sadari Bryan mengukir senyum tipis melihat tyara ternyata sangat takut kehilangan dirinya..


deru mobil terdengar jelas membelah jalanan ibu kota yang sangat sibuk dengan pekerjaan orang masing masing..


"kak !! jangan seirus gitu ih !! serem tau"


"Hhmmm"


"aku minta maaf kak, gak lagi deh !! "


"ya"


"kak !! mau bakso kemaren berjanji kan mo beliin aku bakso" mengkedipkan kedua matanya berkali kali


"iya"


"horeeeee !! bakso kuah iblis ya kak pedesnya mantul, kalo bakso biasa mah udah sering, aku yakin pasti Kaka ketagihan apa lagi sama minum es degan, nyam nyam mantap" sambil membayangkan


"iya crewet"


"biarin crewet kalo mau yang pendiam noh sama dosen Adelin cantik, seksi, bohay lagi" membuang muka kekaca mobil


"Oohhh, Adelin kau begitu seksi, yey !! " lantang Bryan


sontak saja tyara menoleh kearah Bryan nafasnya naik turun mendengar apa yang di katakan Bryan barusan..


"apa yang kakak katakan tadi hah !! "


"gak ada siaran ulang"


membuang kembali kejendela kaca mobil kesal sekali dengan Bryan bisa bisanya dia berkata begitu, naik darah cemburu itu yang tyara rasakan saat ini..


"turun udah sampai"


"asyik, langsung otw Traktir ya Kak"


"iya"


"Hmmm"


tyara masuk duluan kedalam memesan bakso dua porsi dengan es degan Bryan tidak tau kemana tidak muncul muncul..


"pkoknya aku harus bohay seperti bu Adelin bisa bisanya kakak teriak kek gitu, bikin aku malas aja" gerutu tyara


tak berselang lama Bryan datang membawa plastik entah berisi apa, duduk didepan tyara membuka maskernya..


"nih, makan sepuasnya"


"apa ini kak"


"buka sendiri"


saat membuka plastik ternyata es cream tyara senyum kearah Bryan memainkan alisnya..


"kenapa?" dengan wajah datarnya


"cie yang diam diam memperhatikanku" mencolek pipi Bryan


"ge'er, aku tadi lihat ada penjual es cream lewat julannya masih banyak" bohong Bryan


"helleh, boong banget"


"emang gitu"


"apa sengaja biar aku bohay ya kak? supaya Kaka makin cinta sama aku? hayo ngaku !! "


"hahahhaha, gila !! ya gak lah !!"

__ADS_1


"tukan ketawa !! uh tampanya !! pacar siapa sih?"


"tauk"


"yeah, kembali di mode dingin !! lagian gak papa kalo mau ketawa gak usah sungkan sungkan"


"diam !! tuh datang baksonya"


dua porsi bakso kuah iblis dengan es dengan datang segera tyara menyantapnya Bryan menggelengkan kepalanya melihat sang pujaan hati apa adanya gak jaim Jaiman..


sesudah makan Bryan mengantar tyara kerumahnya di perjalanan Tyara masih saja menggoda Bryan..


"berhenti kak didepan sana ya?"


"jajan lagi?"


"iya dong !! " cengir tyara


"Huuftt !!" membuang nafas kasar


Bryan menghentikan mobilnya..


"katanya mau beli jajan?"


"hehehe, beliin ya kak"


"iya iya, nih" memberikan uang


"asyik, makasih ya kak"


"Hm"


membuka pintu mobil menyeberangi jalan jajanan anak SD memang selalu menjadi primadona untuk Tyara semua di beli oleh tyara..


"astaga !! pacarku emang ngeselin kemana mana gak bisa liat makanan" gerutu Bryan


ia merebahkan tubuhnya sambil menunggu tyara yang masih keliling beli jajan Bryan memutuskan untuk tidur sambil mendengar lagu favoritnya..


"udah gak sabar inginku menyantapnya" gumam tyara


menenteng plastik berisi jajanan sangat banyak kumplit Pokoknya, doyan makan, jajan tapi tubuhnya tetap kecil susah untuk gendut meskipun kecil tapi berisi..


"kak !! buka !! "


tyara mengintip ternyata Bryan sedang tidur ia membuka pintu mobil ternyata gak terkunci masuk kedalam meletakan plastik ke glasbor ia memandangi Bryan sangat dekat bahkan deru nafas Bryan terasa sekali..


"kenapa alasanku masih bertahan padamu kak, bukan hanya tampan kamu berhasil mengikat hatiku sangat sulit untukku lepaskan" lirih tyara


saat Tyara akan mengusap rambut Bryan tiba tiba Bryan membuka matanya tyara sangat kaget diam mematung di atas Bryan..


"kamu yakin mau mengodaku ?"


"gak !! cuman"


"cuman apa?"


"mau mastiin apa benar kata orang orang kalo kakak tuh emang tampan " bohong tyara


"gak usah bohong, kamu mau menggodaku bukan?" wajahnya mulai gak enak tyara segera duduk kekursinya kembali


"udah aku bilang gak kak !! " mendadak pipinya merah merona


"jangan coba coba menggodaku kalo aku tidak bisa mengontrolnya abis kamu !!"


"Hhhhaaaa !! " tyara bergedik ngeri dia tidak mau apa yang di alami Reni terulang kembali


seketika tyara diam dia tidak berani berbuat aneh aneh lagi diam seperti patung hanya Berani makan menatap Bryan sesekali saja..


dari tadi Bryan menahan tawanya ia bisa membuat tyara tidak berkutik lagi padahal dia tadi hanya pura pura..

__ADS_1


******


__ADS_2