Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 44


__ADS_3

setelah selesai makan malam Bryan mengajak bibik dan juga istrinya untuk pergi ke mall membelikan baju untuk anak anaknya dan juga suaminya..


"udah siap?" ucap Bryan senyum kearah bibik dan juga Tyara


"siap dong yang, siap kan bik?" ucap tyara menoleh ke bibik


"gak usah repot repot tuan nyonya, pensangonnya saja sudah lebih dari cukup tak perlu memberikan oleh oleh untuk anak saya tuan"


"gak boleh nolak bik"


"tapi tuan, pasti harganya sangat mahal sayang kan uangnya"


"lebih mahal jasa anda bik, bekerja dengan ikhlas di keluarga kecil kami" kekeh Bryan


"betul itu bik,udah ya trima aja pemberian suamiku" sambung tyara


"baik kalo begitu, bibik gak nolak"


"nah, gitu dong.. ayo berangkat"


Tyara dan bibik masuk kedalam mobil, tyara duduk di sebelah Bryan sedangkan bibik di jok belakang..


bibik menahan air matanya sebenarnya ia tidak tega meninggalkan tyara walaupun hanya satu bulan tapi itu sangat lama sekali..


melihat kedua majikan mudanya yang sedang asyik mengobrol dan juga bercanda tak terasa air mata bibik jatuh juga iya segera mengelapnya..


"kalian sayang baik kepadaku bahkan tidak pernah menggangap aku ini pembantu meskipun mereka anak orang kaya tapi mereka sangat menghormatiku" batin bibik


mobil memasuki area mall, Bryan memakirkan mobilnya terlebih dahulu, bibik Keluar terlebih dahulu di susul tyara dan juga Bryan..


"ayo bik kita masuk"


"kalian masuk terlebih dahulu nanti aku nyusul"


"emang Kaka mau kemana?"


"toilet" heheheh


"kebiasaan" tyara memutarkan kedua bola matanya


bibik dan tyara masuk kedalam saling bergandengan tangan, udah seperti ibu dan anak..


"bik anak bibik kan dua yang udah nikah semua, cucunya bibik berapa? ..


"udah mau enam non"


"jadi baru lima kan bik"


"iya"


"oke, kita beli untuk cucuk bibik tapi bukan baju tas dan sepatu"


"duh gak usah non, ngrepotin"


"gak lah, lagian kemarin kak Bryan abis di kasih uang dari ayah mertua kado untuk pernikahan kami" hehehe


tanpa basa basi aku menyeret tangan bibik masuk kedalam toko tas sekolah, aku dan bibik memilih beberapa tas aku lihat bibik sangat senang sekali..


dreet dreet dreeet..


ponsel berbunyi tyara langsung mengambilnya ternyata dari Bryan..


Tyara [ hallo yang, udah yang dari toilet? ]


Bryan [ udah, kalian lanjutkan belanjanya aku mau ngopi dulu di luar ]


Tyara [ alasan, mau tebar pesona hah !! ]


Bryan [ gak lah sayang, mana berani aku ]


Tyara [ oke, awas aja kalo aku tau kamu main api di belakangku, abis punyamu ]

__ADS_1


Bryan [ galaknya minta ampun ]


Tyara [ Hahahhahaha, yaudah aku lanjut belanja lagi ]


Bryan [ oke ]


panggilan terputus, bibik masih binggung memilih, setelah membeli tas aku dan bibik membeli pakaian untuk anak dan menantu bibik..


kali ini tyara yang mengambil pakian yang akan di berikan kepada anak dan menantu bibik, sesudah itu tyara membayar..


"Masyaallah non, abis banyak sekali"


"gak papa" senyum kearah bibi


bibik dan tyara manaiki eskalator menuju ruang atas, jalan jalan dahulu sebelum pukul Sembilan malam..


Bryan berjalan ke tepi jalan masuk ke angkringan pinggir jalan, sesudah menikah dengan tyara ia sudah terbiasa jajan di pinggir jalan emang rasanya lebih lezat..


"mas Kopi hitam satu"


"oke mas"


"ini mas"


"trimakasih"


Bryan menyuruput kopi hitam asli rasanya beda dari yang lain, kebetulan keadaan sepi jadi Bryan nyaman dan aman pastinya..


"cakep Amat mas" puji mas angkringan


"kalo cantik horor" hehehe


"masnya bisa aja, ku lihat mas orang berada"


"gak juga"


"dari pakaiannya sama wajah anda seperti seorang CEO"


"gak juga"


"bagiku tempat seperti ini lebih enak dari pada di cafe cafe" jujur Bryan


sudah mulai ramai pengunjung Bryan membayar kopinya dengan lembaran berwarna merah..


"mas ini kelebihan"


"gak papa, rezeki masnya"


"trimakasih mas"


"iya"


Bryan melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil, masuk kedalam mobil menunggu sang istri tercintanya..


tak berselang lama tyara datang mengetuk kaca mobil, bryan segera membuka kunci pintu agar bisa masuk kedalam..


"udah yang belanja"


"udah yang, itu bibik lagi memasukan barang belanjaan kita"


menoleh kebelakang bagasi..


"banyak amat" tengang Bryan


"iya dong itu sama berlanjaan aku" hehehhe


"tekor aku" Bryan menepuk jidatnya


"gak papa kan yang? mencium pipi Bryan


"modus modus"

__ADS_1


"hehehehe" cengir tyara


akhirnya mereka pulang sepanjang perjalanan Tyara tertidur, bibik juga tertidur karena jalanan begitu macet di depan ada perbaikan jalan..


Luna menghempaskan tubuhnya setelah pulang dari calon mertua ternyata hubungannya dengan dayu tidak di restui..


saat Luna memperkenalkan Dayu kepada kedua orang tuanya papah Luna langsung menentang hubungan mereka..


"aaghhh ini masalah Besar, disaat aku sudah sangat memcintai Dayu !! tapi kenapa semua di persulit" lantang Luna


Luna mengambil ponselnya ia menelpon tyara berkali kali tapi tidak terangkat, luna kembali menelfon Renata..


Renata [ hallo lun, tumben amat ]


terdengar Luna menangis sesenggukan..


Renata [ kamu kenapa lun? Luna Bambang dengar aku tidak ]


Luna [ re, aku pengen mati aja ]


Renata [ tak tampar mulutmu, gak usah ngaco kalo ngomong ]


Luna [ aaaghhh, renata !! ]


Renata [ coba ceritakan apa yang terjadi Luna ]


Luna [ aku dan Dayu di ujung tanduk]


Renata [ maksudnya]


Luna [ hubungan kami gak di setujui oleh kedua orang tua aku dan Dayu ]


Renata [ seriusan]


Luna [ iya, nyesek kan ]


Renata [ kok bisa gitu, gimana ceritanya]


Luna [ ternyata orang tuaku dan Dayu Mereka saling bermusuhan gegara papah Dayu di kalahkan sama papahku soal tender kemarin itu ]


Renata [ kita kok sama, selalu rumit dalam percintaan]


Luna [ kita senasib,mari kita nangis berjamaah]


Renata [ apa kita berdua di takdirkan bersama ]


Luna [ ih amit amit, aku normal woy ]


Renata [ bercanda woy, aku juga normal, hahahahhah ]


Luna [ ahahahha, ayo tidur besok kan Minggu kita joging yuks cari cowok jelek gak papa yang penting bisa membahagiakan kita ]


Renata [ benar kamu lun, miskin juga gak papa yang penting setia kepada kita ]


Luna [ jelek miskin juga gak papa yang penting kita punya jodoh, hahahhaha]


Renata [ kita, kamu aja kalo aku enggak ]


Luna [ hahahahha, trimakasih re udah mau dengarkan curhatku]


Renata [ iya iya ]


panggilan terputus Luna membunah ponsel kesegara arah menutup matanya pergi kealam mimpi..


Renata meletakkan ponselnya di atas meja riasnya ia mencuci wajahnya dia abis memakai masker..


sesudah mencuci mukanya Renata menggunakan cream malam sambil membuka Instagram tyara..


ada pesan masuk dari Instagram pribadinya Renata biasanya tidak terlalu menggubris pesan entah dari siapa namun kali ini berbeda ia membuka pesan tersebut membulatkan matanya ternyata yang mengirim pesan adalah elfan..


*****

__ADS_1


__ADS_2