Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 19


__ADS_3

memanyunkan bibirnya sepanjang jalan memuat binggung mang sopir gak biasanya masjika kecilnya diam seribu bahasa..


"eeemm non?"


"apa !! " dengan nada tinggi


"busyet galak amat non !! kaget mang sopir


"ya maaf mang"


"emang ada apa non?"


"gak papa, Bete ajah"


"jangan Bete bete non tuh ada bakso telur mau berhenti gak?"


"gak !! "


"wiih, benar Baner bete nih non?"


"iya !! "


mang sopir terdiam takut bete'nya nampah lagi, tyara melipat tangannya merebahkan tubuhnya menatap jalanan yang tidak pernah sepi..


dreet dreet dreet ..


panggilan dari dosen ia segera mengangkatnya..


Dosen [ hallo tyara ]


Tyara [ hallo pak ]


Dosen [ kamu udah pulang? ]


Tyara [ Sudan pak, ada apa? ]


Dosen [ ada surat untuk kedua orangtuamu ]


Tyara [ surat apa ya pak kira kira? ]


Dosen [ pemberitahuan akan di adakan KKN ]


Tyara [ Oalah iya pak, titipkan pak dosen Bryan eeh devano ajah pak ]


Dosen [ baik, nanti saya titipkan devano ]


Tyara [ makasih pak ]


telfon terputus mobil sudah berhenti di depan rumahnya segera ia membuka pintu mobil masuk kedalam rumah dengan wajah dinginya..


"muka kamu kenapa di tekuk gitu" goda karisa


"gak papa !! cumil mana?"


"tidur di kamar, Kaka mau buat susu"


"Oo, aku ke atas dulu kak"


"iya"


karisa maish berdiri melihat tyara berjalan menuju keruang atas..


"itu anak kenapa? gak bisanya manyun gitu" gumam karisa


ceklek ..


membuang kesegala arah tas sepatunya merebahkan diri keatas kasur mengamuk dengan bantal ia sangat kesal dengan Bryan entah apa salah bryan..


Ting !!


notifikasi pesan tyara berbunyi..


Luna [ Ra, kamu udah sampai rumah]


Tyara [ udah ]


Luna [ kamu udah dapat undangan belum dari dosen bahwa sebentar lagi mau KKN ]


Tyara [ udah ]


Luna [ asyik !! semoga kita satu tim ]


Tyara [ iya ]


Luna [ kamu baik baik aja]

__ADS_1


Tyara [ iya ]


Luna [ yakin ]


Tyara [ iya ]


Luna [ yaelah gak ada jawaban lain apa? cuman iya iya doang ? ]


Tyara [ ya maaf ]


Luna [ kirian mau iya lagi ]


Tyara [ gak lah ]


Luna [ ngemall yuk ]


Tyara [ males mager aku ]


Luna [ kau ajak Renata ya ]


Tyara [ terserah lah ]


Luna [ daaaah tukang bucin ]


Tyara [ biarin ]


tyara melemparkan ponsel ke segara arah dia benar benar kesal gara gara omongan gak mutu dari Renata membuat tyara marah gak jelas kepada Bryan..


di kampus Bryan selesai mengajar ia berjalan berdampingan dengan Adelin membicarakan tentang KKN bukan ini..


seketika Bryan jadi sadar bahwa kekasihnya akan KKN ke desa desa seperti dirinya dahulu tidak hal yang mudah..


"eeemm, Adelin apa pemberi Tahuan kepada orang tua siswa sudah di bagikan?"


"sudah Bryan"


"Oo"


"iya" menatap wajah tampan Bryan


akhirnya Tania menlihat bryan yang sedang mengobrol dengan Adelin membuat dia tidak suka segera menghampiri mereka berdua..


"Bryan !! " sapa Tania


"lah kamu kok bisa sampe sini"


Tania dan Adelin saling tatap mereka sama sama gak suka sedang memperjuangkan mendapatkan hati Bryan..


namun sayang mereka gak mungkin mendapatkannya hati Bryan hanya untuk Tyara seorang..


"jangan ikuti aku, kita bertemu satu jam lagi di cafe moon"


"oke, aku tunggu"


Adelin tersenyum miring melihat Tania di suruh pergi oleh Bryan dia merasa senang Bryan berjalan kembali..


satu jam berlalu Bryan menghampiri Tania yang terduduk di meja cafe senyum manis kearah Bryan..


"Tania kita harus bicara"


"tentang?"


"kita !!" bangga tania


"aku akan segera bertunangan dengan kekasihku, maaf aku tidak bisa mengabulkan permintaan terakhirnya"


"jadi !! "


"kita cukup sampai di sini, tadi papahku sudah bertemu mamah kamu katanya dia ikhlas jika aku tidak jadi menikahimu"


raut wajah Tania menjadi muram dia menatap sendu Bryan, hatinya sakit padahal Tania berharap Bryan akan segera menikahinya..


"baiklah jika itu keputusan kamu !! "


"maafkan aku Tania, jangan benci calon istriku dia tidak tau apa apa !! "


"iya aku tau itu"


"aku gak bisa lama lama,"


"is oke"


Bryan meninggalkan Tania air mata Tania menetes begitu saja kecewa..


"aku akan bermain cantik, lihat saja Bryan !! " batin Tania mengusap air matanya

__ADS_1


malam hari tyara masih enggan keluar dari kamarnya ada pesan dan juga panggilan telepon dari bryan..


"males" tiduran lagi


Ting !!


tyara mulai kepo dengan pesan dari kekasihnya..


Bryan [ tyara malam ini kedua orang tuaku mau kerumah kamu ]


jantung aman gak tu tyara pacarnya tiba tiba kerumahnya bersama kedua orang tuanya bryan memang selalu bisa membuat kejutan..


tyara bangun dari tidurnya mengibaskan slimut berjalan membuka pintu dengan hati yang sangat bahagia tyara menuruni tangga..


"mah pah !! " teriak tyara


"ada apa? teriak teriak


"nanti malam kedua orang tua bryan mau ke sini?" girang tyara


"cieee, anak mamah yang mau di lamar"


"haaahhh !! terkejut tyara


"yaudah kita siap siap, aku bilang ke bibik buat kue brownies"


"oke mamah, aku siap siap dulu ya"


dengan hati yang berbunga bunga tyara Masuk kedalam kamar ia berdiri di cermin menepuk kedua pipinya..


"ini gak mimpi kan? Bryan sebentar lagi mau kesini dengan kedua orang tuanya" senyum bak sedang kasmaran


malam pun tiba tyara nampak sangat cantik dan anggun papah, mamah, kak Diaz beserta istri sudah siap menunggu kedatangan keluarga Bryan..


Ting tong Ting tong ...


"pasti mereka mah, tyara kok deg deg gini"


"tarik nafas dalam dalam keluarkan pelan pelan" ujar mamah


tyara mempraktekan apa yang mamah katakan groginya mulai berkurang ia duduk di sebelah mamahnya..


"silahkan masuk tuan, nyonya, den Bryan" rumah bibik


"trimakasih bik"


keluarga bryan masuk kedalam di sambut ramah dengan keluarga tyara. ..


"loh !! mas Hans !! " terkejut papah


"rendra !! " pelukan ala pria


tyara dan Bryan saling bertatapan, Bryan terpesona akan ke cantikan tyara malam hari ini dia tak berkedip tak terasa bibir Bryan mengukir senyum yang begitu tampan..


"jadi Bryan itu anak kamu mas?"


"iya Ren, tau gini mah kita udah dari dulu kemari untuk melamar putrimu yang sangat cantik itu" puji om Hans menatap tyara


seketika wajah tyara merah seperti tomat semua tertawa renyah, mamah tyara dan juga mamah Bryan mereka saling mengobrol hingga lupa kedatangan mereka mau memberikan cicin kepada tyara..


"ehem" kesal Bryan


"Huuuss !! biarin kakak" lirih tyara


"mereka malah asyik sendiri"


papah Hans menoleh keputran kesayangannya..


"Rendra jadi kedatangan keluarga kami ke sini ingin melamar putri anda yang bernama tyara Diningrat untuk putra kami Bryan kin dananjaya"


"kami terserah kepada putri kami, tyara apakah kamu menerima lamaran Bryan?"


"bersedia pah"


"Alhamdulillah" kompak mereka semua


bibik membawakan minum dan juga beberapa cemilan..


"silahkan minumannya"


"trimakasih bik"


bibik melirik kearah nona kecilnya senyum..


"cie cie Nona prikitiuwww" goda bibik dengan wajahnya yang ikut bahagia

__ADS_1


******


__ADS_2