Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 14


__ADS_3

tok tok tok !!


"bangun belum tyara?"


"udah mah"


"papah sama mamah mau ngajak kamu kerumah om Baron"


"waduh, bagaimana ini aku pergi bareng kak Bryan" lirih tyara


Gleek !!


"tapi mah"


"jangan tapi tapian mau papah kamu marah"


"nggak mau, aku siap siap dulu"


dengan perasaan yang tercampur aduk tyara gak tau harus gimana ini, ia telepon bryan membantalkan ajakannya..


tyara [ hallo kak, maaf aku mau pergi sama papah mamah, lain kali ya kak ]


Bryan [ tak masalah, kamu mau oleh oleh apa? ]


Tyara [ beliin aku kue moci ]


Bryan [ oke, nanti kakak kalo pulang langsung kerumah kamu ]


Tyara [ aku tunggu ]


"tyara udah siap?" teriak mamah dari bawah


"otw"


mengambil tas dan juga memakai sepatu iya segera menuruni tangga, mengambil roti di atas meja makan..


papah Rendra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang jalanan macet maklum hari Minggu..


"tyara dengar papah bersikap yang manis kepada keluarga pak Baron"


"baik pah"


"gimana ya kabar Anaknya pak Baron?" melirik kearah tyara


"kok mengarah ke aku siih mah?"


"dulu kalian sering bermain bersama bukan?"


"gak inget mah" cengir tyara


mobil mereka berhenti di depan pintu gerbang yang sangat mewah security di sana segera membuka pintu gerbang..


"trimakasih pak" ramah mamah


"silahkan masuk buk, tuan baron sudah menunggu"


tyara terseyum kearah pak security mobil berhenti di samping rumah yang sangat besar dan juga mewah tak kalah mewah dari rumah tyara ..


memencet tombol bel tak berselang lama pintu terbuka mereka bertiga disuruh masuk ke dalam duduk di sofa ruang tamu..


"Baron !! " sapa papah


"Rendra !! " balas papah


"apa kabar, tambah gagah saja"


"bisa saja"


"ini pasti anak Rendra yang paling bontot, tyara" senyum manis


"iya om, menyalami om Baron


"silahkan duduk Rendra, evi, nak tyara" ramah om Baron


"trimakasih"


tyara melihat sekeliling rumah om Baron rumahnya sangat bersih dan rapi persis seperti rumahnya hanya saja om Baron tinggal bersama anaknya yang bontot juga istrinya sudah lama meninggal..


art om Baron memberikan minuman dan juga beberapa kue basah, terpesona melihat kecantikan tyara..


"bik, suruh Kenzo kemari ada om Rendra"


"baik tuan"


"Kenzo?" batin tyara

__ADS_1


ia menoleh kearah foto keluarga om Baron tyara membulatkan matanya saat melihat foto Kenzo teman kuliahnya ternyata anak om Baron..


"pagi semuanya" sapa Kenzo dari arah ruang keluarga


Kenzo tak kalah terkejutnya melihat tyara berada di rumahnya..


"om rendra, Tante Evi" menyalami mereka berdua


Kenzo nampak canggung sekali mau menyalami tyara..


"loh nak, kok gak nyapa tyara dia anak pak Rendra loh teman kecilmu dulu"


"kenzo udah kenal pah, kita satu universitas" melirik tyara


"benarkah?" antusias kedua orang tua mereka


"iya pah mah"


"jangan jangan jodoh" kompak Mereka lagi


"apa !! " lantang mereka berdua


tyara dan kenzo saling bertatap, tyara memalingkan wajahnya takut dia akan menghianati Bryan..


mereka saling mengobrol, tyara merasa bosen ia berpamitan untuk duduk di depan rumah..


"Huuufttt !! bete banget" membuang nafas


"Hay Ra"


"Kenzo" kaget tyara


"gak nyangka ternyata kamu dulu sii cengeng itu" hahhaha


"hehehehe, malu Ken"


"oh iya, udah di kerjakan belum tugasnya?"


"udah dong"


"tyara" lirih Kenzo


"iya" menatap kenzo


"kamu sangat cantik hari ini" jujur Kenzo


"iya" senyum manis


"eng-enggak a, aku biasa saja Ken" jadi salah tingkah


"pasti banyak yang suka kamu Ra?"


"eeem,Ken itu buah mangga udah ada yang matang belum ya?" mengalihkan pembicaraan


"coba kita lihat"


"oke"


mereka berdua mihat ada buah mangga sesekali tyara menoleh kearah kenzo dia begitu tampan sikapnya pun manis beda jauh dengan Bryan..


"nah, itu ada?"


"mana Ken?"


"itu di sebelah kiri"


"emm, nyam nyam aku mau dong Ken"


"bentar"


Kenzo memanjat pohon mangga yang berada di samping rumahnya, memetik dua buah mangga aromanya sangat menggoda..


tak terasa hari semakin siang Tyara dan juga Kenzo masih asyik mengobrol bercanda ria hingga papah Rendra mamah Evi keluar dari rumah Kenzo..


"lihat mereka, sepertinya anak kita sangat akrap sekali"


"benar Baron, kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka"


"benar, gak seharusnya juga kita jodohkan mereka takutnya malah membuat keduanya sakit hati"


"benar kamu, yaudah kita pamit dulu trimakasih jamuanya"


"sama sama, besok besok lagi kalo ada waktu main kesini lagi"


"gantian kamu yang main ke rumah kami"

__ADS_1


"sipa lah bro" hehehhe


"tyara ayo pulang, pamit dulu ke om Baron" teriak papah


tyara menyudahi obrolannya..


"aku pulang dulu Ken, sampai jumpa besok Senin, daaaah"


"oke, daaahh"


berlari kearah kedua orangtuanya berpamitan kepada om Baron, mobil tyara melaju meninggalkan rumah Kenzo..


kenzo mengukir senyum masuk kedalam rumah, Om Baron yang melihatnya ia kepo dengan arti senyuman Kenzo


"senyum-senyum begitu kamu menyukai tyara ?"


"gak pah !! cuman lucu aja sama tingkah Tyara, dia itu lucu imut cantik gemesin"


"kirain kamu menyukai Tyara, ya sudah papa masuk ke kamar dulu"


"iya pah"


Kenzo duduk disofa mengambil ponsel di saku celana menuka ponsel terlihat jelas wallpaper Tyara terpasang di ponsel Kenzo..


Ting !!


notifikasi pesan dari Bryan, segera tyara membukanya..


Bryan [ hari ini aku mau kesurabaya]


Tyara [ kenapa? mendadak banget? ]


Bryan [ teman papah kecelakaan, ia tidak mempunyai saudara jadi istrinya minat papahku untuk kesana, keadaannya kritis ]


Tyara [ mocinya ]


Bryan [ udah aku titipkan ke mang mamang ]


Tyara [ jadi Kaka udah kerumahku? ]


Bryan [ Udah ]


Tyara [ trimakasih kak, hati hati ]


Bryan [ syiap tyaraku ]


Tyara [ tumben ]


Bryan tidak kembali membalas pesannya, tyara memasukkan lagi kedalam tas menikmati kepergian bersama kedua orang tuanya..


Papah Hans dan juga Bryan mereka sudah sampai Surabaya bergegas ke rumah sakit alamatnya sudah dikirim oleh istri om Axel..


"pah ini rumah sakitnya"


"Benar, ayo masuk"


benar saja keadaan om Axel sangat mengkhawatirkan terlihat di dekat Om axel ada seorang perempuan muda cantik yang sedang memeluk papahnya nangis sesegukan..


Bryan mencoba mendekati perempuan tersebut berdiri disamping bed yang ditiduri oleh om Axel..


"Tania" lirih Bryan


Tania menoleh kesumber suara


"Bryan ini kamu" merasa tak percaya


"papah kamu sadar Tania" ucap Tante Heni


"pah ini Tania om Hans sama Bryan udah datang, papah sembuh ya"


"mana Hans"


"aku di sini Axel" duduk di samping om Axel


"Hans izinkan putramu menjadi pendamping hidup Tania anak satu satunya aku"


"Bryan sini" lirih papah Hans


berjalan mendekati papahnya


"nak Bryan, sebelum om meninggal kamu berjanji maukan menjaga Tania menjadi imam untuknya, om bisa pergi dengan tenang jika Tania sudah berada di pria yang baik seperti kamu"


diam !!


gak tau bryan harus berbuat apa saat ini di depannya ada orang yang sedang melawan hidup atau mati dia ingin anaknya bersama dengan orang yang tanggung jawab namun Bryan tidak mungkin bilang iya jika dirinya minggu depan akan segera melamar Tyara..

__ADS_1


*****


__ADS_2