
"bagaimana Bryan apakah kamu bersedia" dengan nafas yang Terbata bata
"sa-saya ma-u" meneteskan air mata
"Tania kamu harus menjadi wanita yang ku..." nafasnya berhenti
sontak saja Tania dan mamahnay menangis histeris papah Hans mencoba menenangkan Tania dan juga istri sahabatnya mereka benar benar terpuruk..
setelah di makamkan Bryan dan papah Hans berpamitan untuk balik kejakarta karena hari sudah malam, rencana mereka akan segera pindah ke Jakarta untuk merencanakan kembali pernikahan bryan dan Tania..
tidak pernah menyangka akan seperti ini jadinya tadi Bryan pergi kebandung untuk mengambil cicin yang ia pesan untuk bertunangan dengan tyara sang pujaan hati..
sesampainya di rumah wajah Bryan tidak bersahabat dia lesu sedih malas mamah menyamperin Bryan kekamarnya..
"aaagghhh !! kenapa ini terjadi !! tyara aku sangat mencintai kamu !! " teriak Bryan
"nak" papah Hans menghampiri Bryan
Bryan memeluk lututnya sendiri bagaimana ia menceritakan semuanya kepada tyara dia gak sanggup kehilangan sang pujaan hati..
"pah aku sudah merencanakan semuanya sama papah, Minggu depan kita sekeluarga mau ke rumah tyara untuk melamarnya"
"iya nak iya" berdiri nak jangan seperti ini
"iya sayang jangan seperti ini, kamu harus lebih sabar lagi hadapi semua ini Bryan mamah yakin kamu pasti bisa !! "
"gak mah, mana bisa aku menikahi perempuan lain selain tyara !! "
"mamah ngerti nak, kamu bisa bicara baik baik sama tania bukan "
"tapi mah Bryan udah mengucap sanggup kepada mendiang om Axel untuk menjadi imam Tania" hiks hiks hiks
"sabar sayang ini ujian untuk kamu" papah Hans memeluk jagoannya
Bryan memeluk kedua orang tuanya masalah ini sangat rumit, ia tidak pernah menyangka sebelumnya..
tyara menghempaskan tubuhnya di sofa ruang televisi keponakan kecilnya menghampiri tyara..
"si cumil udah pulang?"
mengendong keponakannya bermain main dengannya bibik menyiapkan makan malam aromanya sangat menggoda..
"kak karisa aku mau mandi, si cumil di depan tv ya kak?" lantang tyara
"iya"
Glek !!
meletakkan tas, sepatu meletakkan kesembarang tempat mengambil handuk masuk kedalam kamar mandi..
"mociku" ingat tyara
mempercepat mandinya, memakai piyama membuka pintu kamar turun kelantai bawah di ruang depan televisi keluarganya sengaja berkumpul..
"mau kemana?" kepo mamah
"ke mang mamang sebenar"
"jangan lama lama, habis ini makan bareng"
"oke mah"
berlari seperti anak kecil bernyanyi nyanyi mengngibaskan rambutnya yang terurai begitu saja..
mang mamang Sendang mengobrol tidak lupa ngopi sama pak scurity omongan orang tua tidak di mengerti oleh tyara..
"mang mamang"
"eeh, si non !! ada apa non?"
"tadi ada titipan enggak dari seseorang" cengir tyara
"eeemm apa ya" gebung sebentar
"hayoo !! ada enggak" memainkan alisnya
"ada non, tadi pria sangat tampan nan gagah sebantar aku ambilkan"
",oke "
"ini non"
__ADS_1
"makasih mang, kalian mau gak?"
"kita mah gak nolak" hehhehe
"nih buat kalian"
"makasih ya non"
"oke"
melangkahkan kaki kembali ke rumah sambil makan moci pemberian Bryan rasanya sangat lezat apalagi yang memberikan kekasihnya jauh beda pasti rasanya..
"loh, kok kosong? di mana orang orang" gumam tyara
berjalan keruang makan duduk dikursi menyentong nasi mengambil lauk masakan bibik paling uenak tidak ada duanya..
malam berlarut berganti pagi burung berkicau begitu indahnya mentari menyinari kamar Tyara semua warga beraktivitas seperti biasa..
tok tok tok !!
"udah pagi non, katanya ada kelas pagi"
"iya bik !! makasih"
"sama sama, mau di buatkan sarapan apa?"
"telur mata sapi mentega aja bik"
"siap"
mandi terlebih dahulu sehabis mandi memakai pakaian ala anak kuliahan memakai sepatu mengambil tas kamarnya masih seperti kapal pecah..
"nyonya bryan" ucap tyara didepan cermin
menutup pintu kamar menuruni anak tangga keluarga tyara sudah berada di meja makan untuk sarapan sebelum memulai aktifitasnya..
"pagi semuanya" semangat tyara
"pagi juga anak mamah papah"
"pagi juga adek kakak yang paling jelek" ledek diaz
"gak gak cantik kok" mengacak rambut tyara
papah dan mamah berangkt terlebih dahulu di susul Diaz, abis itu karisa dan sii cumil masuk kedalam kamar untuk mandi tinggalah tyara sendiri..
"non" lirih bibik sambil beberes
"iya bik?"
"nanti mau ikut bibik enggak?"
"kemana?"
"belanja bulanan ke supermarket"
"ikut dong, tunggu aku pulang ya bik"
"oke"
"aku berangkat dulu ya bik, daaaahhh !! "
"hari hati"
"syiap"
sesampainya di kampus ia mihat mobil sang pujaan hati juga baru saja datang ia sengaja menunggu Bryan keluar area parkir sedang sepi..
"pagi dosen kesayangan" berdiri didepan Bryan
"pagi juga Tyara" senyum Bryan
"kak mocinya lezat loh, besok kalo kakak ke Bandung aku di belikan lagi ya?"
"syiap, nanti siang ada acara gak?"
"eeemm, baru ikut bibik belanja"
"sore?"
"gak ada, emang kenapa?"
__ADS_1
"ngemall"
tyara menghentikan langkahnya menatap Bryan dari samping..
"seriusan?"
"iya, kapan aku bohong"
"siap komandan" cengir tyara
"aku duluan" melangkahkan kakinya mendahului tyara..
masih senyam senyum di tempat tadi Kenzo sudah berdiri di samping tyara ia melihat tatapan Tyara mengarah kebryan..
"kamu menyukai dosen kita" lirih Kenzo
"iya dong !! eh !! " membulatkan matanya sadar suara tadi bukan Luna maupun renata
"kamu !! "
"eh bukan itu anu gak kok"
"ciyeee, malu malu"
"Kenzo" mencubit lengannya
"galak amat, masuk yuk"
"ayok, eh kemaren aku mengerjakan tugasnya sendiri"
"hebat dong !! " senyum kearah tyara
mereka masuk kedalam kelas pelajaran dimulai dosen hari ini Bu dosen Husna tyara sangat memperhatikan secara detai setiap bu dosen Husna menjelaskan materi..
sesudah selesai Luna nampak murung tidak bersemangat sama sekali, renata dan tyara duduk di samping Lina yang sedang memonyongkan bibirnya..
"kamu kenapa?" selidik tyara
"kesal sama mamah papah"
"aiis, tumben?" ucap renata
"suka sama reyhan, tapi dia dah lah capek"
"gitu doang !! hahahahha ledek Renata
"aaaaa aku sudah terlope lope sama reyhan, tolong aku besti"
"tinggal tembak aja Napa" usul renata
"masalahnya reyhan punya tunangan" hiks hiks hiks
"utututu, kaisan !! sinii peluk"
mereka bertiga berpelukan menenangkan Luna..
"eeeh, aku ada janji sama bibik mau ikut dia ke supermarket kalian mau ikut gak? dari pada gak ada kerjaan?"
"gak nolak" semangat Renata
"gak ah, aku mo pulang aja"
"tuh kan, semangat jangan gitu ih" mengelus pundak luna
"gak semangat hidup"
"hadeh, gitu aja nyerah lihat noh tyara di cuekin pak Bryan masih ada tetap semangat" menoleh ketyara
"iyes, cinta penuh perjuangan" sombong Tyara
"uhuy !! tjah cinta "
"kudu dan harus !! " hahahhaha
Luna gak sengaja melihat Bryan sedang berjalan dengan Adelin..
"lihat noh, calon suamimu" telunjuk Luna mengarah ke Bryan
"selagi mereka masih di batas normal aku gak papa kok" mencoba untuk tidak apa apa tadi di dalam hati tetap saja terbakar cemburu..
******
__ADS_1