Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 38


__ADS_3

"yang buruan" teriak Bryan sudah tidak nyaman sekali


"iya bentar" seru tyara menoleh kearahnya


penjual ikut menoleh kearah Bryan ia mengucek kedua matanya..


"ada apa buk?"


"itu suaminya mbaknya?"


"iya"


"ganteng banget mbak, yaampun baru kali ini ada orang setampan dia mau menginjakkan kaki di warung saya"


"aah bisa aja dia buk"


"biasa apanya mbak? orang tampan kaya gitu kok di bilang biasa, pasti nanti anaknya lebih tampan"


"benar mbak, apa lagi bibitnya udah bibit unggul" timpal pembeli yang lain


"aku berharap bisa memiliki menantu seperti dia"


"ngarep kamu jeng"


"saya permisi dulu ibu ibu" ramah Tyara


"salam untuk suami tampan kamu mbak"


"iya nanti aku sampaikan"


tyara berjalan ke arah suaminya, Bryan langsung mengontel sepedanya ia sudah sangat tidak nyaman..


"yaelah yang tunggu Napa" lantang tyara


"udah gak ada waktu untuk menunggu"


"haaahh !! kenapa? hahahhaha


"kalo bisa kejar aku"


"iya, siapa takut"


bryan mengontel sepedanya tyara tidak mau kalah dari suaminya ia berusaha mendahului byran..


"Hay sayang aku duluan ya" mendahului Bryan


"loh !! " kaget Bryan


"daaahh sayang"


tyara terus mengontel sepedanya memasuki perumahan udah gak sabar untuk melahab goreng berserta sate usus dan telur puyuh..


Ting tong ..


greng .. grenng .. greng ..


gerbang terbuka tyara segera masuk kedalam diikuti oleh bryan di teras ada mobil asing tyara turun dari sepedanya..


"mobil siapa yang?" tanya Bryan


"gak tau, mamah sama papah kali"


"taraa !! " seru renata dan Luna


"kalian" terkejut tyara


renata, Luna seketika terdiam saat melihat tyara ternyata bersama Bryan, tyara menautkan kedua alisnya binggung melihat kedua sahabatnya diam bahkan hanya tersenyum kecut..


"eeh pak dosen Bryan, maaf gak sopan mengagetkan" lirih renata


"oalah, jadi ini alasan mereka tiba tiba bersikap manis" batin tyara


"lain kali kalo bertamu yang sopan" sinis Bryan berjalan masuk kedalam rumah


"i-iya pak dosen, kami minta maaf" gugup mereka berdua


tyara menahan tawanya, tyara melihat Bryan sampe benar benar masuk kedalam rumah renata, Luna masih diam seperti patung..


"Hahahaha, rasain tuh di marahin sama dosen Bryan yang sangat tampan" ledek tyara


"kira kira pak dosen udah masuk rumah belum?" lirih renata

__ADS_1


"udah, aman bin tentram" hahahhaha


"busyet, jantungku terasa mau copot tadi"


"Huufftt, akhirnya !! "


Mereka duduk di teras depan rumah sambil memakan jajan yang di beli tyara tadi..


"heeemm, emang gak pernah salah kalau kamu yang jajan ra" puji Luna


"betyul"


"kalian tunggu di sini atau masuk dulu aku mau mandi terus kita berangkat deh"


"di sini aja ah, nanti kita kalo di dalam gak bebas harus jadi tuan putri kan ada pak dosen" hahahhaha


"hahahhaha, ya udah aku masuk dulu, oh iya itu mobil siapa si yang baru??"


"aku dong" dengan menepuk tangannya di dada


"yuhuuu !! gratisan bakso nih"


"yo'i"


"buruan nanti keburu dosen Bryan kesini"


"lha, emang kenapa? gak papa lagi"


"tadi liat sendiri, gimana garangnya suami kamu"


tanpa mereka sadari Bryan berjalan kearah mereka,


"siapa yang garang?" ketus bryan


"nah kan" bisik renata


"itu tyara pak dosen" senyum kecut renata


Bryan tidak lagi menjawab ia mencium kening tyara didepan Luna dan juga renata mereka berdua Melonggo melihat pemandangan di depannya..


"aku berangkat dulu"


"iya sayang, hati hati"


"apa !! tapi pak dosen kami salah apa?" sedih Luna


tidak merespon omongan Luna ia langsung masuk kedalam mobil, melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumahnya..


"aaghhh, dasar ya suami kamu tyara Bambang !! " teriak Luna


"kabuurr !! "


"woy !! " kesal Luna


tyara berlari masuk kedalam rumah..


"udah duduk, kita bisa minta tolong kenzo jadi kamu tenang saja" satuy renata


"Kenzo??"


"iya"


"jadi kamu masih bertemu dengan kenzo?"


"iyes, dia yang selama ini membantu aku mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosen"


"kenapa kamu gak bilang sama aku?"


"la kamu sibuk sama sii Dayu itu kalo udah pulang ngampus" kesal renata


"hehehehe, ya maaf"


"uuuuuu" sorak renata


mereka berdua menghabiskan jajan sambil masih saling mengobrol menunggu tyara mandi..


Bryan sudah sampai kampus, membuka pintu mobilnya mengambil tas membenarkan jas dan juga rambut yang sudah klimis kek presiden..


"siang pak dosen Bryan yang paling tampan" sapa perempuan yang berada di belakangnya


"Adelin"

__ADS_1


"iya pak Bryan, tambah tampan saja pak setiap harinya"


Bryan hanya tersenyum kecut melanjutkan lagi jalan, hingga perempuan memeluk Bryan dari belakang, adelin membulatkan matanya dia tau perempuan itu bukan Tyara..


"siapa perempuan itu? main peluk peluk Bryan!! " gerutu Adelin


Bryan menghempaskan pelukan perempuan itu, menoleh kearahnya dengan wajah yang sangat marah..


"Sandra !! apa apaan kamu !! " kesal Bryan


"Bryan aku kangen kamu, apa aku salah"


"gila kamu !! "


"iya aku emang dari dulu gila karena kamu Bryan, aku udah berusaha melupakan kamu tapi aku gak bisa Bryan"


"pergi !! jangan temui aku lagi !! "


"gak aku akan menunggumu, sampai kamu selesai kelas" kekeh Sandra


Bryan tidak merespon omongan Sandra Bryan terus berjalan masuk kedalam gedung kampus tidak peduli dengan Sandra..


"hahahaha, kasian di cuekin ya sama dosen Bryan" ejek Adelin


"siapa kamu?" sinis tyara


"aku teman dosenya dong, duh kasian gak di respon ya sama dosen Bryan !! "


"diam kamu !! " sinis Sandra


"lagian ya mbak ya, gak mungkin Bryan mau melirik anda orang dia udah nikah"


"nikah??" kaget Sandra


"iyes, emang anda gak tau?"


"enggak, aku pulang dari luar negeri"


"gak tanya" hahahhaha


"Dasar ondel ondel" kesal Sandra


Adelin menutup telinganya masuk berjalan kearah parkiran lagi karena kelasnya sudah selesai..


Sandra masih berdiri mematung..


"ternyata Bryan udah nikah?? aku tidak terima aaaghhh aku akan merebut kamu dari Tyara" gumam Sandra


tak berselang lama tyara cs sampai di kampus Merkea bertiga berjalan bercanda ria meskipun tyara udah jadi seorang istri tapi dia tetap sama gak ada yang berubah..


"stop !! " tangan Luna menghalangi renata dan tyara


"apa sii?" kesal Bryan tyara


"tau nih, gak jelas" sambung renata


"noh, lihat siapa yang ada di depan sana" menujuk kearah sandra


"Sandra??" kompak renata dan juga tyara


"lah, ngapain coba?"


"datangin suami kamu kali Ra"


"gak usah kali kali kita langsung menemui dia saja" usul Luna di setujui


mereka bertiga berjalan dengan langkah yang memburu menemui Sandra..


"Hay monster betina" sapa renata


"kita bertemu lagi" sinis tyara


"la kok persis kek ondel ondel woy" hahahhaha ledek Luna


Sandra clingak clinguk seperti orang yang sedang mencari seseorang..


"ada Suara tapi gak ada orangnya" ucap Sandra


"wah, songong dia !! " kesal Luna


"tuh kan, ada yang ngomong lagi !! horor juga ya nih kampus" masih pura pura tidak melihat tyara cs..

__ADS_1


******


__ADS_2