Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
Bab 41


__ADS_3

"ehem" Luna berdehem


membuat kedua elfan dan renata saling membuang muka,


"lain kali kalo jalan lihat lihat" malu elfan


"iya kak"


elfan masuk kedalam mobilnya, berlaku begitu saja renata masih berdiri mematung melihat kepergian mobil Elfan..


"hayoo !! pasti kamu sedang memikirkan teman Bryan tadi ya?"


"apaan sii Lun, sok tau kamu"


"yeee, emang aku tau kali"


"hayuk, pulang"


saat Renata membalikan badan ia melihat Bram sedang bersama perempuan yang tadi di kampus mengandeng tanahnya Bram..


"hey !! ayo re katanya mau pulang malah bengong" teriak Luna


"Hay re" sapa Bram


"Hay Bram" mencoba tetap baik baik saja


"sendirian?"


"tidak kok sama Luna"


"di mana dia?"


"di mobil"


"kirain sendirian biar aku antar kamu pulang"


"hehehehe, sama Luna"


perempuan yang bersama Bram nampaknya sangat tidak Sudak Bram mengobrol dengan Renata..


"eeemm, pacar kamu Bram?"


"Bu..k.." belum sampai Bryan menjawab


"iya, aku pacar Bram" kekeh perempuan tersebut


"Oo, Bram aku balik dulu" mata Renata tidak bisa terbendung lagi patah hati untuk kesekian kalinya


renata lari ke mobil Luna..


"kamu kenapa?"


"gak papa, pulang"


"i-iya" gugup Luna


sepanjang perjalanan renata menangis tapi gak mau ngomong, membuat Luna semakin penasaran..


"nih anak kenapa lagi?" batin Luna


mobil berhenti di depan rumah Renata tanpa basa basi renata Langung masuk kedalam tanpa memperdulikan Luna..


"re, tunggu kamu kenapa?" membuka pintu mobil


"pulanglah aku butuh sendiri, trimkasih Lun"


"tapi re"


Renata masuk kedalam rumah langsung ke kamar pribadinya nangis sejadinya jadinya ia tidak mengerti apa salahnya hingga percintaannya begitu rumit..


di kediaman tyara papah mamah masih mengobrol hingga Bryan mengucapkan salam pun tidak terdengar di telinga Mereka..


"assalamualaikum" Bryan mengucapkan salam kembali


"wa'alaikumsalam, menantu mamah udah pulang" ucap mamah


"udah tadi mah pah?" menyalami kedua orang tua tyara


"sudah, lagi nunggu kamu pulang" jujur papah mertua


"hehehe, tyara gak ngabarin aku jadi pulangnya agak telat"


"gak papa" senyum papah


"mandi dulu kak, abis itu kita makan bersama" ucap tyara

__ADS_1


"iya, aku bersih bersih dulu mah pah"


"iya, jangan lama lama lapar nih" jujur mamah


"mamah ih" kesal tyara


"lha emang iya" hehhehehe


Bryan masuk kekamarnya buru buru mandi abis itu ganti pakaian berjalan keruang makan yang sudah di tunggu kedua mertuanya..


"akhirnya yang ditunggu-tunggu" ucap mamah


"mari pah mah makan"


"gak nolak pokoknya, kangen masakan bibik"


"nyonya bisa aja, saya permisi ke belakang dulu"


"iya bik"


semua keluarga tyara nampak makan malam dengan sangat lahap masakan bibik emang tiada duanya..


pagi hari yang sangat cerah tyara menyiapkan pakian untuk bryan berangkat ke kampus senyam senyum di depan cermin..


Bryan keluar dari kamar mandi Langsung memeluk istrinya yang kemayu di depan cermin..


"istriku yang sangat cantik" bisik Bryan di kuping tyara


"kakak ih, genit"


"genit kan di rumah, apa mau kakak genit di luaran sana?"


"bisa tak potong potong punyamu kak" cemburu tyara


"horor sekali sayang"


"eitss, gak boleh nakal ini udah waktunya sarapan, oke"


"iya" mogol Bryan


Bryan segera berganti pakian, tyara mandi terlebih dahulu supaya segar bugar tadi malam di hajar habis habisan sama suami tampannya..


Mereka berdua keluar kamar bersama Bryan yang sudah gagah dengan pakian ala dosen sedangkan tyara masih memakai kaos oblong sama celana jeans pendek..


"uluh uluh, nyonya sama tuan setiap pagi harus keramas ya?" ledek bibik


"gak papa, bibik juga dulu gitu kok" menutup mulutnya pake tangan


"bibik pasti rindu suami?"


"iya tuan" jujur bibik


"apakah mau cuti?" tawar Bryan


"kak, apaan siih" kesal tyara


"kalo di izinkan bibik untuk cuti, bibik mau mau saja tuan" girang bibik


"oke, Minggu depan bibik boleh pulang kampung"


"ini serius tuan?"


"iya"


"gak boleh, bibik gak boleh pulang kan belum puasa mana boleh pulang" cemberut tyara


Bryan mengajak istrinya duduk di kursi meja makan, mengelus lembut rambut tyara yang masih basah..


"Dengar, bibik juga punya keluarga gak baik Lo kamu kaya gini, kita beri dia waktu untuk bersama keluarga"


"tapi kak, kakak tau kan aku gak bisa ngurus pekerjaan rumah maupun masak"


bibik hanya diam pura pura tidak mendengar, ia mengupas buah mangga biar tidak di curigai majikannya yang sedang adu pendapat..


"itu gampang sayang, nanti bibik aku yang pindah ke sini sementara waktu"


"yasudah, aku setuju"


"yeeeeyy, yeeeyyy, Yeey, trimakasih nyonya" girang bibik sambil loncat loncat


Bryan dan tyara saling tatap mengulum senyum melihat bibik yang begitu bahagia bisa pulang kampung..


Renata mengayuh sepeda keluar dari perumahan biar fikirannya tenang sejenak lagian kelasnya masuk jam sebelasan..


"pagi nona renata" sapa scurity perumahan

__ADS_1


"pagi juga pak" ramah renata


"tumben nyepeda" .


"iya nih pak, biar sehat" hehehe


"Iya iya iya"


"mari pak"


"mari non, tetap hati hati"


Renata kembali mengayuh sepedanya sambil mendengarkan lagu yang membuat dia nyaman..


berhenti di taman kota ia memakirkan sepedanya berjalan menuju kursi taman ia duduk di sana..


"woy, perempuan galak" teriak Tama


"apa kamu bilang !! " geram renata


"perempuan galak, jelek, hidup lagi" hahahha


"hahahaha, lah gak ngaca kamu kaya monyet kek gitu kok bangga !! "


"apa !! " geram Tama


"monyet" hahahhaha


"renaataaa !! " lantang tama


"aku gak budeg woy !! "


"Oo, masih normal telinga kamu? kirian !! "


"kirian apa hah !! "


teman Tama datang membawa minum air mineral memberikan kepada Tama, teman Tama melihat renata tidak berkedip..


"siapa dia tam? cantik bener?" puji teman Tama


"cantik kata kamu? astaga !! " menepuk jidatnya


"la embah dia cantik, burem kali mata kamu Tam"


"hahahhaha, gak burem lagi dia udah katarak" ledek renata


"kamu benar-benar ya" mendekati renata


"apa !! apa !! apa !! " wajah mereka sangat dekat sekali


Tama sampe di buat salting sama renata, pelan pelan Tama mundur menjauhi wajah Renata..


"Cemen !! " senyum miring


"sok cantik, ayo bro kita lanjut lagi larinya" nyelimur Tama


"ayok, daaahh cantik" dia mengkiss bibirnya kearah Renata


"hueekk,sok kegantengan" kesal renata


Renata kembali jalan jalan paginya ia sangat santuy, ponselnya berbunyi panggilan dari Tyara segera ia mengangkatnya..


Renata [ hallo ra ]


Tyara [ hallo Ra, mau berangkat jam berapa ]


Renata [ jam sepuluhan, kenapa emang ]


Tyara [ kamu nyamperin aku yes ]


Renata [ oke, emang mobil kamu di mana ]


Tyara [ lagi di servis]


Renata [ nanti aku bawa mobil sendiri, biar bebas ]


Tyara [ siap ]


Renata [ aku jemput Luna gak ]


Tyara [ gak usah, dia mau berangkat bareng Dayu, katanya kelasnya jamnya sama ]


Renata [ oke ]


Tyara [ apa kamu ada masalah? ]

__ADS_1


"Ra kamu emang paling peka terhadap aku" batin renata


*****


__ADS_2