
Bryan membalikkan badannya berdiri dibalik tas tas mengawasi tyara belum berani mendekatinya..
"wiih, punya uang banyak nih" Luna menyenggol lengan tyara
"aku di beliin devano tau"
"hhaaahhh !! seriusan?"
"iyes !! beruntung kan akooh" dengan gayanya
"aiissh, sombong"
"apa jangan jangan kalian udah jadian?" ledek Renata
"memang jadian dari dulu malah" hahhaha
braaakk !!
Bryan menahan api cemburunya ia tidak tahan mendengar pengakuan tyara ingin rasanya berlari menghampiri tyara, namun Bryan tetap tenang mengatur nafasnya..
"eeh, suara apa itu?" menoleh ke sumber suara
"gak ada apa apa, tikus kali" hahhaha
"Ra, serius kamu udah jadian sama deavano?" Luna masih penasaran
"Hahahha, kamu percaya Luna Bambang?"
"kasih tau gak !! kalo gak awas aja kamu"
"ampun dah, aku sama devano cuman sahabatan kalian tau sendiri kan gimana aku sama devano !! lagian cintaku hanya untuk kak Bryan seorang"
"icikiwiirrr" ledek Renata
"welleh, tjah cinta" hahahha ledek Luna
"yeess !! " teriak Bryan
ia senang sekali dengan perkataan tyara barusan, api cemburunya padam seketika nafanya kembali normal..
"kak Bryan !! " lantang tyara
Bryan menutup mulutnya, ia melangkahkan kakinya mundur dengan sangat hati hati tidak mau ketahuan oleh tyara..
"hus !! jangan ngehalu oke !! " Luna menggelengkan kepalanya
"lagian mana ada kak Bryan di sini, aneh aneh aja" tangan renata menempelkan kejidat tyara
"serius aku tadi dengar suara kak Bryan"
"pendengaran udah gak beres, ayok kita milih milih lagi"
tyara menganggukan lirih kepalanya masih memikirkannya suara tadi mirip sekali dengan suara Bryan..
"aku yakin tadi kak Bryan, tapi jika itu kak Bryan kenapa gak langsung menemuiku" batinnya
mereka menghabiskan waktunya di mall tak terasa hari sudah malam devano mengantarkan tyara kerumahnya..
Gleek !!
tyara menutup pintu hari ini sungguh melelahkan ia membuang tas kesegala arah dan juga barang blanjaanya masih berserakan di lantai tyara tidur begitu saja..
pagi hari disambut dengan kicauan burung dan juga matahari menyinari kamar Tyara gadis cantik masih tertidur lelap..
"non tyara" lantang bibik
krieeet !!
pintu terbuka..
"loh, gak di kunci sama non tyara" bibik masuk kedalam
membulatkan matanya ketika melihat barang-barang berserakan di lantai bibik segera membereskannya..
"huaaaammm"
"pagi non"
"eeehh, bibik pagi juga bik" masih enggan untuk bangun
"non, katanya ada kelas pagi kok non jam segini belum bangun?"
__ADS_1
"emang jam berapa sekarang bik?"
"Sembilan"
"apa !! mati aku !! " menyibakkan slimutnya langsung masuk kekamar mandi
bibik menggelengkan kepalanya sambil terus membersikan kamar tyara..
"bik, ambil dres yang kemarin aku beli" teriak tyara didalam kamar mandi
"yang warna apa?" .
"hitam terus ada warna kuningnya sedikit"
"iya non"
"taruh sofa aja"
selesai mandi tyara langsung Makai pakian makeup sederhana, menakai sepatu, mengambil tas dengan tergesa gesa ia menuruni tangga..
belum sempat menyisir rambutnya bahkan tidak berpamitan ini sudah sangat telat ia segara masuk kedalam mobil mang sopir melajukkan mobilnya..
didalam mobil tyara menyisir rambutnya menata buku yang tadi dibawa begitu saja memakai lipsglow biar tambah cantik bibir mungilnya..
"non udah sampai" ucap mang sopir
"makasih mang" membuka pintu mobil
lari tergesa gesa sambil melihat jam ditanganya ia mulai memasuki lorong ke tempat kelasnya..
Gleek !!
"maaf pak telat" lantang tyara
"udah jam berapa ini" ucap dosen sedikit berteriak namun masih sopan
saat mereka saling bertatap..
Dengh !!
"Kak Bryan" lirih tyara tidak percaya
"Tyara !! " tak kalah kaget
"ehemmm !! ciyeeee !! " sorak mahasiswa
tyara glagepan ia membungkukkan badan kearah Bryan berjalan menuju bangkunya tyara menepuk kedua pipinya terasa sakit jadi ini bukan mimipi..
Bryan memperkenalkan diri wajahnya nampak makin tampan tidak menyangka udah bertambah usia tetap awet muda makin tua makin muda..
"astaga !! pak dosen Bryan kamu ganteng sekali pak"
"muda cerdas tampan, aku mau dong jadi pacar pak dosen"
"uluh uluh, bakal jadi rebutan nih para dosen yang masih single"
"pak i love you"
Bryan tidak menggubris para mahasiswanya sudah terbiasa dengan ocehan ocehan para perempuan, tyara cemberut menatap Bryan..
pelajaranpun dimulai tyara nampak bersemangat hari ini vitaminya sudah datang lagi dikehidupanya setelah sekian purna meninggalkan dirinya..
"Ra, lihat noh yang ditunggu tunggu Udah didepan mata" lirih Luna
"ya dong"
"bahagia nih"
"harus dong" hehebhe
setelah jam pelajaran selesai semua mahasiswa perempuan mendekati Bryan tyara berdecak kesal ia keluar bersama kedua sahabatnya..
"tyara" sapa Kenzo
"iya"
"maaf soal kemarin" senyum kearah tyara
"tidak masalah" membalas senyuman melirik kebryan
Bryan melangkahkan kakinya ia menatap Tyara tajam bahkan berjalan begitu saja tanpa menyapa tyara pura pura tidak mengenalinya..
__ADS_1
tyara yang geram melihat sikap Bryan meninggalkan Kenzo begitu saja ia berjalan mendekati Bryan berjalan di sampingnya..
"Sombong !! " lirih tyara
"tidak bisa di pegang omongannya" balas Bryan
"apa !! "
"kita bertemu nanti malam dicafe Himalaya" ucap Bryan masuk kedalam kelas lainya
"Dasar aneh !! datang datang tidak menyapaku malah menjengkelkan !! " gerutu tyara
Luna dan Renata menghampiri tyara yang masih nyerocos dikelas falkutas lainya..
"woy !! ngapain?" Luna menepuk pundak tyara
"kalian tau apa yang Bryan katakan kepadaku"
"haduh !! baru saja ketemu udah pernah saja" Renata menepuk jidatnya
"ayokk !! makan pasti kamu lapar" kedua teman tyara menarik tangannya
mereka menghabiskan waktu siangnya mengobrol di kantin, ingin rasanya tyara menunggu Bryan tugas menumpuk membuat tyara harus segera pulang..
"tyara !! " teriak devano
"ya" menoleh kearah Devano
"kok sendirian?"
"udah pada pulang, mang mamang gak jemput biasa nganter mamah arisan" kesal tyara
"gak bareng sama Luna atau renata?"
"mang mamang kasih taunya sesudah mereka pulang"
"kasiian !! "
"devano ih" menepuk dada bidang devano
dari kejauhan Bryan mengepalkan tangannya bahkan nafasnya pun naik turun menahan cemburunya..
"antrian aku pulang dong Van?"
"orang aku baru aja datang, bentar lagi masuk kelas, daaaah "
"awas kamu Van !! " kesal tyara
devano berlari menuju kedalam sedangkan tyara masih memanyunkan bibirnya yang imut itu, Bryan berjalan mendekati tyara namun belum juga sampai udah keduluan sama Kenzo..
"aaiisshh" Bryan menghentikan kakinya
melihat apa yang mereka lakukan, bersembunyi di balik pohon..
"mau bareng?" membuka kaca helm
"Kenzo" terkejut tyara
"iya, aku antar pulang?"
"eeh, gak perlu bentar lagi taxiku datang kok"
"yaudah" menstater motornya
"daaahh Kenzo" teriak tyara sambil melambaikan tanganya
tak berselang lama taxi yang tyara pesan datang, Bryan bisa bernafa lega akhirnya sang pujaan hati pilang sendirian..
Ting !!
ponsel tyara berbunyi, bergegas mengambil di dalam tas, tyara membulatkan matanya ternyata Bryan mengirim pesan setelah sekian perna dia tak pernah mengirim pesan..
Bryan [ gak usah sok cantik, sok Sokan mendekati dua pria sekaligus, gak usah kegenitan ]
" apa !! " kesal tyara
"ada apa mbak?" kaget pak sopir
"eeh, maaf pak" hehehe
tyara mengatur nafasnya, Bryan membuatnya naik darah..
__ADS_1
*******