DUDA GALAK JATUH CINTA

DUDA GALAK JATUH CINTA
Sunyi Sepi Tanpa Kabar Dari Fai


__ADS_3

Fai segera menggenggam tangan Adila.


"Apaan?" tanya Adila seraya menatap tangan Fai yang berada di lengannya.


"Kakak gue, masa mau ngelamar cewek itu! Gue enggak rela, Dil!"


"Terus apa hubungannya sama gue?" tanya Adila seraya melanjutkan langkahnya dan Fai pun mengikuti Adila, sementara Fakhri hanya memperhatikan dari jauh.


"Bantu gue, Dil! Bantu! Emang lo tega kakak gue yang tampan dan polos itu dapatin nenek lampir?"


"Emang sih tuh cewek kaya nenek lampir, tapi gimana? Gue harus apa?" tanya Adila.


"Lo kan biasanya pandai, selalu ada akal, Dil!"


"Entar deh gue pikirin dulu! Sekarang kelas dulu, yuk!"


Fai pun menarik nafas dalam, mengiyakan apa kata Adila.


****


"Fai sibuk kali, ya? Tumben belum ada kabar?" tanya Alif pada dirinya sendiri.


"Apa guenya aja yang kepedean? Ingat Alif, dia siapa lo siapa!" batin Alif.


Pria itu pun kembali fokus ke pekerjaannya yang sedang merawat mobil pelanggan.


Dan sampai sore hari Alif merasa sepi karena Fai tidak juga mengirim pesan seperti biasa.


"Biarlah yang penting kalau dia butuh gue, gue selalu ada!" ucapnya pada diri sendiri.


****


Di rumah, Fai sedang merengek pada Nala agar tak merestui hubungan Ken dan Bila.


"Tenang!" jawab Nala yang sedang menyiapkan pakaian ganti untuk Ayahnya Fai.


Fai yang merasa kesal itu berguling di ranjang ibunya dan Nala menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya.


Lalu, Nala mengingatkan tentang Alif membuat Fai teringat tentang pria itu.


"Ya ampun, iya ya, kemana dia? Kenapa enggak ada kabar?" gumam Fai yang segera bangun.


Ia mengambil ponselnya dan benar saja, masih tidak ada pesan dari Alif.


"Apa dia sibuk sama kerjaan?" tanya Fai seraya menatap layar ponselnya.


"Ah, sebel. Masa gue mulu yang mulai duluan!" kata Fai seraya menjatuhkan dirinya di sofa.


****


Sepulang bekerja, Kenzo menjemput Bila di kantornya, pria itu ingin mengajak Bila ke toko perhiasan untuk mencari cincin tunangan.


Dan selama perjalanan, Bila merasa kalau ada yang mengikutinya, Bila merasa pria asing itulah yang mengikuti.

__ADS_1


Bila pun mengarang cerita pada Ken supaya lebih dulu mendengar ceritanya dan tidak percaya pada yang lain.


"Ken, aku mau cerita," lirih Bila seraya menatap Ken yang sedang fokus mengemudikan mobil.


"Iya," jawab Ken seraya melihat ke arah Bila lalu kembali fokus menatap ke depan.


"Aku merasa ada yang aneh, beberapa hari ini aku merasa kalau ada yang mengikuti ku!"


"Sejak kapan? Kenapa kamu enggak bilang sama aku?"


"Belakangan ini, Ken."


"Aku takut, soalnya, sekarang banyak orang gila yang memeras kaum perempuan, kamu tau kan aku cantik? Foto ku banyak yang like, bisa jadi ada yang ngambil gambarku buat di edit," lirih Bila yang merasa khawatir.


"Kamu tenang, ya. Nanti akan ku selidiki orang itu," kata Ken seraya menggenggam tangan Bila dan Bila menatap Ken, menganggukkan kepala.


****


Setelah mendapatkan cincin, sekarang Ken mengajak Bila untuk ikut ke rumahnya, makan malam bersama dengan keluarganya.


Dan di sana, sudah ada Adila yang Fai paksa untuk ikut ke rumah, Adila sendiri masih merasa grogi apabila teringat dengan Ken yang malam itu menggoda.


Dan di rumah itu, Bila merasa kalau anggota keluarga Ken tidak menyukainya.


"Biarlah, penting kan Ken suka sama gue, kesemsem lagi!" batin Bila, gadis itu terus bersikap tenang dan seolah tak merasakan apapun.


"Apa pekerjaan Ayah dan Ibu mu?" tanya Dhev dan Bila yang merasa kalau pertanyaan itu untuknya segera menjawab.


Dan malam ini terasa panjang bagi Fai karena Bila tak kunjung pulang dari rumahnya.


Fai merasa sebal melihat kedekatan Bila dan Ken, Fai dan Adila memperhatikan pasangan itu dari lantai atas, terlihat, Ken dan Bila sedang membahas konsep tunangannya.


"Dil, lo liat kan, lo juga ngerasain sebel kan?" tanya Fai dan Dila juga sebenarnya ada sedikit rasa tak rela kalau sampai Ken bersama wanita lain.


Apalagi, Adila sempat melihat Bila yang di datangi oleh pria asing semalam waktu makan malam di restoran.


"Fai, sebenernya gue ada cerita!"


"Nanti aja ceritanya, gue mau lo pikirin gimana caranya misahin mereka!" kata Fai.


"Yakin? Ini tentang Bila, loh?" tanya Adila seraya menatap Fai.


"Kenapa enggak bilang, cerita apa itu?"


"Semalam kan gue makan sama Rama, terus di restoran gue liat Bila lagi makan sama abang lo, tapi pas abang lo pergi ada cowok yang nyamperin Bila gitu," kata Adila yang kemudian memilih masuk ke kamar Fai.


"Kira-kira siapa ya cowok itu?" tanya Fai seraya mengikuti Adila.


"Entah, gue liatnya dari jauh!" jawab Adila yang kemudian mendaratkan tubuhnya di ranjang Fai.


****


Ken melihat jam di tangannya, waktu menunjukkan pukul 10 malam, Ken pun mengatakan kalau dirinya akan mengantarkan Bila pulang.

__ADS_1


Sedangkan Bila tak ingin pulang karena di rumah itu ada Adila, Bila takut kalau Adila akan menggoda Ken.


"Udah malam, Bila! Besok kita ketemu lagi!" kata Ken yang sudah berdiri dari duduknya.


"Aku disuruh pulang, tapi anak kecil itu enggak!" protes Bila yang masih duduk.


"Adila kan temannya Fai, dia udah biasa nginap di sini!" jawab Ken dan Bila pun segera berdiri dari duduknya, ia berjalan keluar meninggalkan Ken yang masih berdiri.


"Bil. Jangan ngambek gitu dong!" kata Ken seraya mengikuti Bila dari belakang.


Sekarang, Bila pun sudah duduk di mobil Ken dan Ken pun menyusul Bila, ia duduk di bangku kemudi lalu segera mengantarkan Bila ke kosnya.


****


Alif masih menunggu pesan dari Fai, pria itu menatap langit-langit kamarnya, sesekali melirik ke ponselnya yang kembali sepi.


Begitu juga dengan Fai, ia menceritakan itu pada Adila.


"Dil, gue kemaren itu deket sama cowok, tapi dia enggak pernah chat duluan, selalu gue dulu! Gue enggak chat dia, dia enggak chat gue!"


"Dia siapa sih? Penasaran gue?" tanya Adila yang sedang memakai masker wajahnya.


"Gue suka sama Alif!" kata Fai dan Adila pun menanyakan Alif mana, anak jurusan apa? Kenal di mana? Anak siapa?


"Gue belum kenalan sama emak juga bapaknya, jadi enggak tau nama emak bapaknya dia siapa, dia juga engga kuliah, lo inget enggak waktu ibu ulang tahun, Alif itu yang datang sama paman!"


"Gue lupa!" kata Adila yang melanjutkan aktivitasnya.


"Dasar otak biji sawi! Pasti yang ada diingatan lo cuma cowok!"


"Hhmm, mungkin dia enggak ada rasa sama lo kali, makanya dia cuek!"


"Kalau gitu gue harus tebal muka dong buat deketin dia, ih, dia itu benar-benar bikin gemes!" gerutu Fai yang kemudian meloncat dari kursi rias ke ranjang.


"Coba aja lo ngilang dulu, dia nyariin enggak? Kalau nyariin berarti dia merasa kehilangan lo, kalau dia cuek aja ya udah, jangan dipertahanin!"


"Tapi gue takut terima kenyataan, masalnya dia enggak nyari gue gimana?" tanya Fai seraya menatap Adila yang berada di sampingnya.


"Ya terima nasib!"


Fai pun menjadi galau atas perasaannya.


Apakah Fai akan mengikuti saran Adila?


Bersambung.


Like dan komen ya all 🤗🤗.


Maaf banyak typo 🙏🙏


Jangan lupa difavoritkan juga, ya🤗❤.


Sampai jumpa di episode selanjutnya 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2