
Kring.. Kring.. Bunyi jam dinding menunjukkan tepat pukul 17:00 Wib yang menandakan waktu untuk bekerja telah berakhir.
4 orang wanita tampak bergegas membereskan meja kerja mereka bersiap-siap untuk pulang,
Tiba-tiba seorang pria paruh baya tergesa-gesa memasuki ruangan photocopy itu lewat pintu belakang karna pintu depan sudah tertutup rapat.
Pria berkulit hitam manis menggunakan kemeja batik bernuansa gelap dipadukan dengan celana formalnya tampak rapi, ditambah kacamata hitam lengket di kepala nya menambah kesan keren pada lelaki dengan perut sedikit buncit itu.
Aruna memandangnya dengan sedikit rasa bingung lantaran jam kerja telah berakhir, Ia melirik lelaki itu tanpa menghentikan aktivitas nya merapihkan sisa kertas bekas photocopy hari ini.
Aruna adalah gadis berusia 20 tahun memang karyawan baru di percetakan sekaligus toko buku itu. Disana Aruna membantu Debora yang kerap di panggilnya mamak (ibu), wanita yang sudah mempunyai 3 orang anak.
Dengan expresi terkejut dan penasaran Debora menyapa lelaki paruh baya itu dengan ramah seolah mengenal nya dengan sangat baik.
"Eh.. Ada apa ketua? "tanya Debora tersenyum sambil mengkerutkan kening nya menandakan Dia heran.
__ADS_1
" Kalian sudah tutup? Oh maafkan Aku tapi bisakah kalian membantu ku? Ini sangat penting untuk acara besok. Bisakah kalian lembur mengerjakan nya?" tanya lelaki itu tanpa jeda yg tak lain adalah Tuan Noel Maranatha, sahabat Elisa suaminya Debora, pantas saja Dia mengenal nya dengan baik.
Maranatha langsung menyodorkan berkas setebal 2 cm itu tentu saja untuk di photocopy dan di jilid sesuai aslinya itu dengan mengucapkan jumlah rangkap nya.
"Oh.. Bahan sidang Majelis untuk besok? "
Tanya Debora sembari membolak-balikkan lembaran kertas yg ia terima dari Maranatha serta sesekali ia merapihkan bagian kertas yg terlipat supaya mudah di perbanyak pikirnya.
" Aku sih bisa bang, Bagaimana dengan nya? "
Gadis sederhana itu tersenyum ramah dan berkata" Tidak masalah mak". Aruna hanya berdiri di sebelah Debora yg sedang duduk merapihkan kertas itu.
Maranatha yg duduk berhadapan dengan Debora itu menatap Aruna dan bertanya pada Debora
"Anak baru?" tanyanya penasaran
__ADS_1
"Tidak ah bang, selama ini Dia di bagian percetakan belakang" jawab Debora singkat tanpa menghentikan kegiatannya.
Aruna memang sudah hampir 1 tahun bekerja di sana, namun selama ini Dirinya di tempatkan di bagian percetakan tak jauh dari toko buku itu, hanya butuh beberapa menit berjalan kaki untuk mencapai tempat itu, toko buku itu memang di lengkapi dengan percetakan di belakang gedung toko itu.
Sedangkan di toko bagian depan khusus menjual perlengkapan kantor, hiasan dinding dan buku serta terdapat 2 mesin photocopy disana.
Walaupun berada di belakang toko buku tersebut percetakan itu masih memiliki tempat parkir yg lumayan luas.
Aruna baru beberapa hari di alihkan ke depan untuk menggantikan rekan nya yang baru mengundurkan diri.
Jika selama di belakang Aruna bekerja dengan menggunakan celana denim dipadukan dengan T-shirt, tanpa make up dan embel-embel yang lain lengkap dengan sendal jepit yang nyaman digunakan untuk melangkah. Berbeda hal nya saat Dirinya sudah berada di bagian depan.
Dia harus menggunakan rok atau bisa di gantikan dengan dress yg bebas tapi sopan.
Lengkap dengan sepatu ala cinderella dan make up tipis namun masi terlihat fresh.
__ADS_1