Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 39


__ADS_3

.


.


Maranatha yang terkejut bukan kepalang terpaku di posisinya sembari memaksa otak nya bekerja mencerna setiap kalimat yang di ucapkan oleh Mita.


Tak sedikit pun dia menyangka mendapatkan jawaban bodoh seperti itu.


Belum pernah terlintas di benak nya permintaan itu, dugaan nya mungkin hanya sebatas meminta jabatan atau posisi aman lah setidaknya.


Wajar saja, walaupun belum orang no 1 tapi Maranatha termasuk orang yang berpengaruh di komunitas kantor mereka.


"Aku sudah mendekati istri dan anak anakmu aku yakin dia akan menginginkan kita, aku mohon hanya 1 anak bang tua" suara Mita mulai sengugukan.


"Dalam mimpi pun tidak akan, Kalau kau berharap dari Elmi, pergi dan suruh dia yang membuat nya untuk mu. Aku tidak mau tau apa pun hanya jauhi aku dan keluarga ku terlebih urusan pribadi ku biar aku yang urus. Kau tidak perlu ikut campur..!! " bentak Maranatha tak mau termakan omongan Mita.


Dengan emosi masih meluap luap Maranatha menutup pangilan itu dan segera memblokir kontak Mita dari ponsel nya.

__ADS_1


Tak menyerah begitu saja, malam ini Mita mendatangi kediaman Elmi dan bertingkah biasa saja seolah tidak terjadi apa apa.


Saat Maranatha pulang dan melihat nya ada di rumah, Maranatha memilih diam dan tak menganggap nya ada, toh seperti apa pun dia berusaha menjelaskan nantinya pada Elmi percuma saja. Elmi tidak akan percaya apalagi sekarang mereka terlihat sangat dekat.


Sedangkan di sisi lain Mita mulai menghasut Elmi dengan melaporkan semua chat yang tidak sengaja dia baca saat Maranatha di kantor. Seolah mengajak Elmi menjadi sekutu untuk menerkam Aruna. Padahal Dia juga mengincar hal yang sama.


Bedanya ya Aruna dikejar tapi Mita Mengejar.


Tak berhenti sampai disitu saja, teror chat tetap saja di terima Aruna dari akun Mawar yang kali ini mengaku sebagai Elmi.


Mulai dari bahasa pedas, tajam, makian, hinaan, sampai ancaman semua komplit jadi satu menghiasi chatingan mereka, Aruna hanya menjawab seadanya tapi sesekali memojokkan lawan chat nya.


"aku tidak rela bila Mita yang membukakan hubungan kita ke publik, " ucap Aruna merasa terusik oleh Mita


" Aku juga sayang, tenang lah jangan sampai kita memberi Jawaban yang salah nantinya"


"Lagi pula kenapa dia berani selancang itu padamu? Apa kau genit dekat dengan nya? Atau kau yang semula mengodanya? "

__ADS_1


" Ohh.. Shit... Sayang dia bukan tipeku.! Tolong kau ingat ya. Aku anti dengan wanita kurus lagipula suami nya orang yang baik, seandainya dia cantik pun aku akan berfikir berkali kali. "


Maranatha memang terobsesi dengan wanita berisi dan hampir di kategori kan gemuk lantaran kedekatan nya dengan sang ibu. Semasa beliau hidup seriap hari Maranatha tidur dengan garukan tangan sang ibu di kepalanya. Namun apa daya umur ibunda tidak panjang membuat Maranatha merasa sangat kehilangan.


Sedangkan Mita.?? Tinggi kurus dan sedikit jenong dan gigi depan agak berlebih.


" Mana ada buaya nolak bangke,,hmm


Jadi kalo bukan itu jadi apa alasan nya? Apa kau punya aib yang di pegang nya sebagai kartu As? "


" Heii.. Dia hanya penjaga kantin bagaimana bisa memegang aib ku..lagian aib apaan sih?


Dia hanya sering mengintip ku saat membalas chat mu atau mungkin menguping saat kita bertelepon"


"Aahhh.. Sudahlah aku pusing.. Yang penting jangan lupa dengan perjanjian kita. Kalau kau mau menjalin hubungan dengan orang baru pastikan untuk melepaskan aku lebih dulu " tutur Aruna menghela nafas panjang.


" Aku ingat itu Dear" sambung Maranatha di ujung saja

__ADS_1


Lalu bagaimana caranya menghentikan Mita?


__ADS_2