Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 7


__ADS_3

Disisi lain Aruna dan kekasihnya Indra memang sudah di ambang perpisahan tapi sepertinya belum sepenuhnya usai, lelaki itu sesekali masih datang berkunjung ke rumah Aruna dan berusaha membujuk gadis itu untuk kembali ke pelukan nya,


Tapi kelihatannya kesabaran Aruna untuk menghadapi lelaki yang sedang duduk menatap nya penuh harap dan menjatuhkan setitik air mata itu benar benar sudah habis sehingga hanya rasa kesal dan jenuh yang terpancar dari wajah Aruna dan menolak nya dengan keras hati.


Padahal mereka memang sudah berkali kali melakukan hubungan layaknya suami istri walaupun sebenarnya Aruna tak pernah menikmatinya. Dalam hal bercinta Indra memang belum bisa di andalkan, dia hanya peduli pada kepuasannya sendiri tak peduli tempat kan kondisi asal dia merasa puas itu sudah cukup baginya, tak jarang mereka melakukan nya hanya dengan sedikit celana di turunkan jelas saja Aruna hanya merasa sebuah pemaksaan dan tak pernah merasakan kenikmatan yang sesungguhnya.


Namun disisi lain pria itu memang memiliki banyak kelebihan yang mampu membuat Aruna bertahan hingga 4 tahun lamanya.


Orang tua Indra sangat mendukung hubungan mereka dan sangat menyayangi Aruna bagai putri sendiri tak jarang Calon ibu mertuanya itu mengirim makanan pada Aruna.


Namun beberapa waktu lalu saat masih bertugas di belakang, dengan nada tinggi yang menunjukkan kemarahan nya, Indra memaki Aruna lewat panggilan suara


"Lama lama kau semakin tak jelas, aku tau pasti kau bermain di belakang ku kan,?? Hah jawab aku..!! Setiap hari alasannya lembur. Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya ya, ternyata kau sama buruk nya dengan ibumu. Kita PUTUS..!!! "


maki Indra tanpa memberi kesempatan untuk Aruna menjelaskan, mendengar ibunya di bawa bawa sontak emosi Aruna naik ke ubun ubun,

__ADS_1


" TERSERAH KAU" jawab nya dengan emosi yg teredam tak ingin merusak suasana kerja nya, segera ia menonaktifkan hp milik nya dan melanjutkan pekerjaannya.


Aruna memang sering diminta lembur hingga malam karna dia satu satunya wanita yang berbakat di mesin yg biasanya di kuasai oleh lelaki. Itulah yang membuat Indra selalu curiga dan kesal terhadapnya.


Hanya saja saat itu Indra tak membaca kondisi terlebih dahulu karna terlalu emosi.


Setumpuk demi setumpuk buku itu selesai di rapikan oleh Aruna dengan wajah lelah bercampur emosi hingga target malam itu terpenuhi,


Jam sudah menunjukkan pukul 23:40


Sambil berjalan memasuki rumah Aruna kembali mengaktifkan ponsel miliknya, langsung saja pesan singkat berderetan masuk, dari siapa lagi kalau bukan Indra yang sedang kesal lantaran di abaikan oleh Aruna.


Tak sempat pesan itu di baca masuklah sebuah pangilan


" Hallo, sudah pulang? "

__ADS_1


".... " Aruna tak menjawab


" Nginap di sini ya, biar ku jemput "


" Ngga perlu, aku capek mau istirahat, udah ya"


"Maaf soal yang tadi, aku terbawa emosi "


" Terserah lah, lagi malas bahas yang kurang penting "


Tuuuut... Suara panggilan itu di akhiri Aruna dengan malas.


Setelah selesai membersihkan diri ia langsung terlelap begitu saja tanpa terganggu pada ponselnya yang tak henti hentinya berdering.


Ia memang sangat kelelahan, lelah pikiran lelah fisik.

__ADS_1


__ADS_2