
.
.
"Apa sebenarnya tujuan mu Mita,? Aku tau itu kau. Apa ada yang ingin lau ketahui? Mari kita bahas melalui Akun asli mu tidak perlu menyerang dari balik layar seperti ini. Cobalah untuk dewasa "
segera Aruna mengirimkan pesan yang sudah selesai dia ketik itu pada Mawar. Sebenarnya ia hanya menebak dan mencoba memancing agar dia tau siapa sebenarnya di balik akun Mawar itu.
" Hahha, dewasa katamu?? Kau bahkan terlalu dewasa untuk bermain dengan lelaki beristri " balas Mawar yang membuat Aruna sedikit kesal.
" Huhh,, selamat datang di zaman dimana orang luar lebih sibuk dari pada orang dalam " balas Aruna lagi.
" istri yang di selingkuhin suami nya tidur nyaman di rumah,, tapi istri tetangga kebakaran jenggot melihat suami orang lain. Hm.. Kira kira ada apa ya..?? " sambungnya berusaha membuat Mawar terpancing emosinya.
"apa maksud mu suami orang?? Ini aku Elmi, istri sah dari Maranatha yang berusaha kau rayu itu"
Tak mau percaya begitu saja Aruna terus memancing
__ADS_1
"Tidak, kau bukan kk Elmi. Dia punya akun sendiri dan gaya bahasa nya tidak seperti kau.
Aku sudah tau Mita itu kau.. Sudahlah tidak usah malu mengakui nya"
"Terserah padamu percaya atau tidak yang penting sekarang juga kau jauhi suamiku, atau aku akan datang menemui mu dan menjambak rambut mu tanpa ragu"
"Sejak kapan nama suami mu berubah jadi Maranatha, suamimu bernama Jefri kan? "
Aruna tak mau kalah begitu saja, entah kenapa dia sangat yakin bahwa itu bukan Elmi.
Sedari tadi mereka chat panjang lebar tiba tiba Aruna memikirkan sesuatu, segera ia membuka kembali isi chat yang di kirim Mita sebelumnya memalui akun aslinya.
Segera Dikirim Aruna tangkap layar itu pada Maranatha
"sayang, coba perhatikan itu, apa gaya ketikan kk Elmi begitu saat chat dengan mu? Singkatan nya juga "
" Bukan, ini bukan Elmi, dari bahasanya saja aku tau itu bukan dia"
__ADS_1
"Berarti fix, itu Mita, kenapa dia sibuk sekali dengan urusan kita? Apa dia mengetahui sebuah rahasia mengenai kantor mu? " tanya Aruna mulai memikirkan kemungkinan apa yang membuat Mita nekat mencampuri mereka.
Rasa kesal terpancar di mata Maranatha, segera ia meraih ponsel kecil milik nya dan mulai menekan nomor.
" Hallo" terdengar suara wanita sangat antusias menerima panggilan nya.
"Berhenti ikut campur dengan keluarga ku, jangan pernah lagi kau menginjak kan kaki di rumah ini atau aku pastikan kau akan menyesal. " suara Maranatha berat dengan nada sedikit meninggi
"Apa aku berbuat kesalahan bang Tua?" tanya Mita pura pura tak terjadi apa pun
"Katakan apa yang kau inginkan dari ku? Kenapa kau ikut campur dengan urusan ku? "
" AKU INGIN ANAK DARIMU..!! " hiks hiks hiks tangisan Mita pecah di ujung sana.
" Kenapa setelah semua usahaku mendekati mu kau bahkan tak melirik ku?? Kau selalu asik chat dengan gadis itu sampai kau tak sadar aku membaca nya dari belakang mu"
Betapa terkejut nya Maranatha mendengar kalimat yang barusan di lontarkan Mita, ya rumah tangga nya memang belum di karuniai anak walaupun sudah 8 tahun menikah.
__ADS_1
Tapi kenapa harus Maranatha??