Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 15


__ADS_3

Terima kasih masih menunggu kelanjutan kisah ini. Author minta kritik, saran dan like nya ya teman teman. Selamat menikmati.


.


.


"Takdir macam apa ini Tuhan? Hidup macam apa ini? " protes hati Aruna terisak dalam tangisnya.


" Ini yang kau mau ayah? Apa kau sudah puas sekarang? Tak ada 1 lelaki pun yang bisa menghormati kami tanpa kehadiran mu ayah.!! Mengapa kau pergi secepat itu?? Apa kau pikir kami hidup dengan baik tanpamu??? Hiks... Hiks... Sakit yang mana yang harus ku ceritakan terlebih dahulu padamu?? Cerita menyakitkan bagian mana yang ingin kau dengar pertama?? " tak henti henti hatinya proses terhadap kehidupan yang mengombang ambingkan keluarganya.


.


Ia menunduk memeluk kudua paha nya hingga wajahnya tampak berantakan, walaupun tak terlihat namun celana denim hitam yang ia kenakan sudah sangat basah oleh air matanya, tak sekali pun ia menegakkan kepala nya.


Aruna benar benar berada di titik terendah nya saat itu karna walaupun ia seorang yang pendiam dan dingin namun jauh dalam hati kecilnya tetap ada rasa sayang pada keluarganya hanya saja ia tidak sepintar Ike menunjukkan expresinya..


Di tengah keluarga juga Aruna terlihat tak peduli tapi sebenarnya sangat peduli. Seperti pengagum rahasia saja.


Setelah ia menghancurkan masa depannya saat bersama Indra, ia selalu berharap dan berdoa supaya ke 3 saudarinya tak mengalami hal yang serupa.

__ADS_1


.


.


"Berhenti lah menangis aunty, apa kau tidak ingin menggendong ku? " tiba tiba suara Ike mengganggu isakkan nya, entah sejak kapan ia disana Aruna bahkan tak menyadari nya.


Mendengar ucapan Kakaknya itu, Aruna melirik ke arah Ike ia melihat Ike sedang menyodorkan Ninta ke arahnya, segera tangisnya semakin mendalam tetapi tangannya langsung menggendong Ninta yang saat itu hanya diam menatap nya, sesekali mengkedipkan mata mungilnya seolah sangat paham apa yang dirasakan oleh bibinya, Aruna


.


Ike duduk di sebelah Aruna meluruskan kedua kakinya ke depan.


" Aku bahkan belum pulih, Ia sangat mirip dengan mu. Matanya bulat sepertimu. Ia lahir sehari setelah ulang tahunmu" tambah Ike lagi.


"Berarti saat aku resah menunggu ucapan darinya, ia sedang berjuang melahirkan putrinya ini? " hati Aruna berucap sedikit penyesalan.


.


" Lantas apa yang ada di kepala kalian menyembunyikan hal sebesar ini dari kami? " Aruna mulai menghentikan tangisnya dan menatap ke arah Ninta dengan rasa iba.

__ADS_1


" Aku sudah berpindah Agama demi menikah dengan Adi. Aku terpaksa melakukannya lantaran kami sudah terlanjur melakukan kesalahan. Aku tau ibu akan sangat membenciku bila aku mengatakan yang sebenarnya " jawab Ike pelan.


" Lalu, apakah dia akan bahagia sekarang? " tanya Aruna kembali tak memalingkan pandangan nya dari wajah Ninta.


" Aku berjanji akan segera menjelaskan nya pada ibu, kadang ibu menelepon ku tapi aku harus mengabaikan nya karna Ninta sedang menangis. Tapi aku akan memberanikan diri untuk jujur. " Ike berusaha meyakinkan Aruna.


" Jangan katakan melalui telepon, Dia akan mati di tempat mendengar nya. Pulanglah bertiga dengan suamimu, jelaskan padanya secara langsung dan lihat bagaimana mungkin ia akan menolak malaikat kecil ini" sahut Aruna sesekali mencubit pelan hidung Ninta. Ninta hanya mengeliat sedikit.


"Akan ku rundingkan dengan ayahnya nanti"


"Segera selesai kan, jangan sampai wanita itu mati hanya karna memikirkan mu. Akan sangat tidak adil untuk kami kan? " Aruna mulai menekan suaranya. Sebenarnya kalimat itu adalah ucapan Ibunya dulu kepada Aruna saat Aruna melakukan kesalahan.


" Jangan sampai aku mati hanya untuk memikirkan mu, akan tidak adil kan untuk putriku yang lain?!!! "" bayangan ibunya terlintas sesaat di benak Aruna.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komen ya teman teman. Terimakasih "_"


__ADS_2