Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 25


__ADS_3

.


.


Setelah mereka masuk mobil langsung Maranatha menjalankan kendaraan itu seolah olah sudah punya tujuan.


"Abang pulang lewat mana? " tanya Aruna polos mengulang pertanyaan yang belum mendapat jawaban sedari tadi.


" Hmmm.. Sudah jam segini tanggung pulang. Gimana kalo kita habiskan waktu bersama menunggu pagi? " tawar Maranatha sesekali menatap Aruna.


Aruna hanya menjawab sepolos polos nya


" Boleh.. Kita raun raun keliling Kota medan yok bang" ucap nya antusias


"Emm.. Banyak begal dek sekarang,, serem ah. "


" Gimana kalo kita cari tempat parkir di pinggir jalan. Trus kita ngobrol lagi di sana" bujuk Aruna lagi.


Kebiasaan Aruna di kampung saat terpuruk adalah keliling di jalan sepi dengan sepeda motor. Sambil menegemudi air mata akan mengalir deras. Tapi setelah 2 x putaran dia akan sedikit lega.


"Sama aja itu kita ngundang penjahat " Maranatha ngeles lagi. Sepertinya susah sekali menebak keinginan seorang Maranatha ya.


" Kalo kita ke pantai mau ngga?" tanya Maranatha.


"Emang di Medan ada pantai jam segini? " kening Aruna berkerut kebingungan.


" Yasudahlah lah kita istirahat aja ya. Kita cari ti penginapan sekitar sini" ajak Maranatha mulai to the point.


"Kan ngga lucu kita nginap berdua bang? " balas Aruna serius tak mengurangi rasa segan nya pada Maranatha.

__ADS_1


" Jangan khawatir, Nanti kamu di tidur di atas, saya di bawah atau di sofa. Nunggu pagi juga tinggal berapa jam" Jelas Maranatha.


Sepertinya Ia lihai dalam menjebak ya.


Entah apa hasil keputusannya tadi malam sebelum memutuskan menemui Aruna..


"Oh..begitu boleh" jawab Aruna percaya begitu saja.


Sampai lah di sebuah penginapan. Langsung mobil itu di belokkan memasuki gerbang utama.


Setelah mendapat petunjuk dari penjaga mobil itu memasuki garasi berukuran sedang dengan pintu kamar di sebelah nya.


Petugas memberikan handuk, sabun mandi, air mineral beserta bill tagihan. Selesai transaksi petugas itu pergi.


Belum lagi pintu tertutup, Maranatha melepas


t-shirt yang ia kenakan.


"Apa dia se gerah itu sampai tak sadar ada aku? " tanya nya dalam hati.


Ternyata Maranatha juga melepas celana ponggol nya sehingga tersisa celana dalam dan singlet saja.


crekk pintu tertutup. Maranatha memeluk mesra Aruna dari belakang.


Alangkah terkejut nya gadis itu mendapat pelukan tiba tiba. Ia meronta berusaha melepaskan diri tapi Maranatha langsung melepas tak memaksa.


Aruna membalikkan tubuh nya berhadapan dengan Maranatha dengan mata melotot, alhasil dirinya semakin terkejut setelah melihat Maranatha hanya mengenakan dalaman.


Tak sempat Ia berucap telapak tangan Maranatha lembut menempel di kedua pipinya. Maranatha hendak mencium mesra bibir Aruna tapi Aruna malah mengelak dengan menoleh kan wajahnya kesana kemari.

__ADS_1


Melihat gadis nya itu seperti orang syok. Maranatha beralih mendekap nya kencang.


"Kenapa kau lama sekali kembali padaku?


Apa kau tau aku hampir gila memikirkan mu.


Aku hampir putus asa mendengar kau akan pergi jauh ku kira kau akan mendapat jodoh di tanah rantau. Aku sangat merindukanmu. Terimakasih sudah kembali" ucap Maranatha pelan dalam pelukan yang tak mendapat balasan itu.


Aruna benar benar berdebar mendapat perlakuan seperti itu. Bukan nya marah malah dia hanya pasrah seolah menantang Maranatha untuk berbuat lebih.


Merasa tak di respon, Maranatha melepas pelukan nya dan kembali memegang pipi wanita nya itu dan segera menyerang lembut bibir nya. Namun kali ini tak mendapat perlawanan tapi juga tak mendapat balasan.


Aruna memejamkan matanya menikmati bibir Maranatha ******* bibirnya. Kepalanya mendadak kosong dan hampa. Mungkin bila saat itu di tanya namanya, Aruna bakalan lupa.


Maranatha menaikkan tangan Aruna agar melingkar di lehernya, Aruna mengikut saja.


Pelan pelan lidah mereka mulai berbalas. Ciuman itu mulai penuh gairah.


Merasa mendapat lampu hijau, Maranatha menurunkan ciuman nya ke leher dan area kuping Aruna. Sesekali Maranatha mengigit kecil daun telinga itu sesekali dia mendesah pelan di sana hingga membuat Gadis itu mengerang dan mengencangkan pelukan nya pada Maranatha.


Puas menjelajahi bibir dan leher Aruna.


Maranatha menghentikan aksinya dan mendekatkan bibirnya pada telinga Aruna hendak berisik


" Aku sangat merindukanmu " lirih nya


Wajah Aruna memerah malu mendengar kalimat itu. Ia tersenyum dan menundukkan kepalanya.


" Istirahat lah bila kau lelah, Aku mau mandi dulu" ucap Maranatha mengelus lembut kepala Aruna.

__ADS_1


.


.


__ADS_2