Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 8


__ADS_3

Pertengkaran kali ini berbeda dari biasanya. Aruna menyetel ponselnya silent agar tidak mengganggu konsentrasi nya saat bekerja. Saat jam brek tiba Aruna Melihat ada pesan singkat, ia penasaran dan langsung membukanya.


"Ada apa denganmu


Apa yang membuatmu berubah, Apa kau benar benar ingin berpisah?


Sulit sekali menghubungi mu, angkat telpon ku saat kau membaca pesan ini" isi pesan dari no yang sama dengan panggilan yang saat itu juga masuk,


"Hmm" mulai Aruna dengan malas


"Apa kau masih marah padaku? "


" menurut mu? "


" Kenapa sulit sekali menghubungi mu belakangan ini, ku mohon berhenti lah merajuk, apa kau tau aku sangat merindukanmu Una"

__ADS_1


"Simpan saja gombal mu itu untuk wanita lain nantinya, aku tak membutuhkan nya lagi, berhentilah menganggu ku"


"Ku mohon maafkan aku, aku yang salah"


"Sudahlah, untuk apa kau membujuk ku lagi?


Bukankah katamu aku hanya anak dari seorang janda miskin yang memiliki anak di luar nikah dengan lelaki beristri? Ya memang benar adanya. Tapi 1 hal yang perlu kau ingat baik baik, seseorang seperti dirimu belum pantas mengkritik kehidupan ibuku, kau tak tau apa apa soal dia jadi berhentilah membawa bawa ibuku, belum tentu juga kemampuan menebakmu di atas rata-rata. " ketus Aruna dengan nada tinggi.


Karna tak peduli apa yang terjadi di antara Aruna dan ibunya, jauh di hatinya yang terdalam Aruna tidak rela wanita itu direndahkan oleh siapa saja bahkan keluarga dari mendiang ayahnya sekalipun.


Saat mendengar hinaan yg di tujukan pada ibunya, saat itu juga jiwa pemberontak nya mulai menggeliat membuatnya menyerang kembali orang tersebut.


Lagipula kita sudah putus bukan? Apa kau lupa? " sambung Aruna lagi tak memberi celah


" Aku tau aku salah, aku keterlaluan akan ku pastikan itu tidak terulang lagi, ku mohon beri aku kesempatan " sahut Indra dengan nada meyakinkan

__ADS_1


" Sudahlah, aku sudah muak menghadapi sikapmu. Tolong jangan ganggu aku dulu"


Tak menunggu jawaban, Aruna langsung menutup telepon itu.


Indra selalu berusaha membujuk nya lewat telepon dan SMS namun di acuhkan oleh gadis itu seolah ia benar benar sangat lelah.


Sampai hari minggu tiba, sore itu Aruna di minta ibunya membeli bubur ayam ke pasar menggunakan sepeda motor (kalo daerah Sumatera Utara khususnya daerah Medan sekitarnya, bilangin sepeda motor itu sebagai kreta ya guys).


Sebelum sampai di tujuan Aruna menepi karna merasakan getaran dai saku celananya. Raut wajahnya seketika berubah saat melihat teryata panggilan dari Indra


"Hmm"


"kau sedang sibuk? Tolong temui aku untuk terahir kalinya, ku mohon. Setelah ini aku akan benar benar melupakan mu" balas pria di ujung sana dengan nada putus asa.


"Tunggu di rumah" jawab Aruna sembari mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Langsung saja ia melajukan kreta yang sempat menepi dan membeli pesanan ibunya, ia memutuskan untuk singgah di bengkel tempat indra bekerja sekalian tempat tinggalnya. Bengkel memang tutup di hari minggu dan hari merah jadi pintu nya hanya terbuka sedikit. Tanpa pikir panjang Aruna memarkirkan kretanya tak jauh dari pintu yang terbuka itu dan langsung memasuki gedung itu. Langkah nya sempat terhenti saat melihat lelaki yang selama ini ia cintai duduk di lantai dengan kepala menunduk dengan kedua tangan melingkar diantara betis dan pahanya sendiri.


Kemudian ia berjalan mendekat dan duduk tepat disebelah pria itu tapi Aruna meluruskan kedua kakinya.


__ADS_2