Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 40


__ADS_3

.


.


"huekk... Huekk.. Huek.. " semua isi perut Ike berbondong bondong ingin keluar dari tempatnya.


" Huh sepertinya aku masuk angin" keluh nya di sela sela aktivitas nya sembari mennyeka air matanya.


Setelah Ibunya pulang, Ike melanjutkan rutinitasnya bekerja dengan Ninta di jaga oleh Uti yang memang berprofesi sebagai penitipan anak.


Tak terlintas di benak Ike kemungkinan dia hamil karna sebelumnya dirinya sudah suntik Kb.


Setelah jadwal bulanan tiba namun tamu tak kunjung datang ia menjadi was was dan mulai menaruh curiga.


Jangan jangan..??


Kelopak matanya membesar melihat 2 garis merah di test pack yang di genggam olehnya.


"Ibu,,, bagaimana ini? " ike mulai mewek saat sambungan telepon itu terhubung


" apanya yang bagaimana? Ada apa? " balas ibunya mulai penasaran mengapa putri sulungnya terdengar sedih


" Aku hamil lagi. " hiks hiks hiks kini tangisan nya pecah mengingat Ninta juga masi beberapa bulan dan masih asi.


" Dasar ceroboh.!! Apa kau tidak Kb? "

__ADS_1


" Kb bu.. Tapi hasilnya sekarang positif. Ninta juga masih asi bu. Apa yang harus ku lakukan? "


" Jangan membodohiku lagi Ike, kalo kau suntik mustahil bisa positif " nada suaranya ibunya sedikit meninggi menandakan ia benar benar kesal..


" Sudahlah toh semua sudah terjadi,, berhenti memberi asi pada Ninta. Tidak baik bagi kesehatan nya nanti. Segera atur waktu mu untuk mengantar Ninta kemari biar aku saja yang mengurusnya" sambungnya.


"Tapi bu... " kalimat Ike terputus di potong oleh Ibunya


" Tidak ada tapi tapian, dia pasti terlantar bila kau mengurusnya dalam keadaan Hamil apalagi Adi hanya pulang seminggu sekali. Tegas ibu ike kembali.


"Nanti coba aku bicarakan pada Adi dulu bu. Aku khawatir dia tidak setuju "


" Kalo dia tidak setuju biar ibu saja yang bicara padanya"


Karna bagaimana pun Adi adalah suaminya dan mereka sudah berkeluarga jadi tak baik mengambil keputusan sebelah pihak.


*******


Disisi lain Elmi sudah merasa kurang nyaman dengan kehadiran Mita. Bagaimana tidak bahkan Mita bisa bermalam sampai 3 hari di rumahnya


Saat Elmi pergi ke kebun juga Mita ikut. Dan tidak keberatan untuk membantu Elmi.


Sebenarnya Elmi belum terlalu percaya 100% dengan tuduhan Mita terhadap suaminya.


Mita bahkan rela mempekerjakan karyawan baru untuk menggantikan tugasnya mengelola kantin selama dirinya sibuk dengan urusan nya.

__ADS_1


Tanpa dia sadari di kantor kelakuan nya sudah menjadi sorotan. Apalagi dia sudah berani menempatkan orang baru disana tanpa membicarakan nya dulu dengan staf yayasan


Yayasan yang bergerak di banyak bidang salah satunya koperasi yang di pimpin oleh Maranatha itu memang sudah terbilang komunitas besar dengan orang yang lumayan rame.


Banyak badan usaha yang didirikan oleh yayasan itu selain koperasi simpan pinjam.


Ada panti asuhan, panti jompo, panti penyandang disibilitas, sekolah PAUD hingga ke Universitas, Aula pertemuan lengkap dengan gedung kamar berfasilitas lengkap bak hotel berbintang, bahkan percetakan tempat Aruna bekerja sebelumnya,


Kantin yang dikelola oleh Mita memang hanya bagian kecil dari usaha milik yayasan itu tapi tetap saja itu bukan milik pribadi jadi tidak boleh ada yang berbuat sesuka hatinya termasuk Mita.


Staf yayasan tidak tinggal diam, mereka langsung saja memeriksa semua pembukuan selama periode Mita. Alhasill banyak yang tidak sesuai dan tidak jelas sehingga dapat kesimpulan bahwa kantin itu mengalami kerugian.


Bagaimana tidak rugi..? untuk diri Maranatha seorang saja sudah berapa bungkus rokok yang di tolak Mita untuk di bayar. Yakin hanya Maranatha yang di perlakuan demikian??


Mita segera di berhentikan oleh yayasan. Ya setimpal dengan keisengan nya.


"Nikmati lah makanan dan pakaian yang di beli Mita dengan uang hasil pengelapan dari kantin yayasan itu" ujar Maranatha melirik ke arah Elmi dengan tatapan tidak enak.


"Apa maksudmu uang... Uang apa? " terheran Elmi mendengar perkataan suaminya


" Sahabat terbaikmu sudah di pecat dari yayasan karna membuat kantin rugi besar, jangan tanya kemana uang itu ia gunakan, sudah pasti untuk memberikan mu oleh oleh agar bisa dekat dengan mu" cibir Maranatha berlalu begitu saja.


.


.

__ADS_1


__ADS_2