
Sebelumnya author berterima kasih kepada para pembaca yang sudah setia menunggu kisah ini up.
Terimakasih untuk dukungan kalian gays, author akui tulisan ini masih jauh dari kata rapih apalagi sempurna, mohon kritik dan masukkan nya supaya author bisa mengkoreksi serta memperbaiki karya ini kedepannya. Terimakasih
Aruna meluruskan kedua kakinya tepat disebelah Indra. "Apa yang ingin kamu bicarakan?" Aruna membuyarkan lamunan pria itu.
Tiba tiba pria itu bangkit berdiri lantas bersujud di depan Aruna, melihatnya melakukan hal itu Aruna spontan berdiri "Apa yang kau lakukan?" kedua tangan Indra mulai berusaha memeluk betis Aruna yang padat "ku mohon jangan tinggalkan aku, aku tak bisa tanpamu.. Hiks.. Hikss.. Hikss.. " tangisan nya terdengar namun tak terlihat karna dia menundukkan kepalanya.
Aruna berusaha membantu membangunkan nya lantas memelukknya setelah lelaki itu berdiri
"Aku tidak meninggalkan mu, untuk apa kau menangis, aku hanya lelah dan butuh waktu untuk sendiri. Lagi pula menurut ku kita butuh waktu untuk saling koreksi diri sehingga bisa saling menghargai kedepannya"ucap Aruna tak melepaskan pelukannya dari dada bidang Indra
"Aku pastikan tidak akan terulang lagi, jangan pergi" Indra menekan kepala Aruna dengan kedua tangannya, Aruna berusaha melepaskan diri "Kita tidak berpisah, kita akan kembali bersama. Untuk 3 bulan saja kita jangan bertemu dulu jangan berkomunikasi" pinta Aruna meyakinkan Indra
"Aku tidak bisa" jawab Indra ketus menandakan ketidaksetujuaan nya
"Berpisah 3 bulan kau tak mampu lantas berpisah selamanya kau mampu? " tanya Aruna mulai menaikkan intonasi suaranya" Kau tenang saja, aku tidak akan berselingkuh namun apabila dalam waktu 3 bulan nanti kau menemukan gadis lain yang bisa membuatmu bahagia, aku rela kau bersamanya tapi bila waktu 3 bulan habis namun kita masih memegang komitmen masing masing kita akan bersama lagi namun aku yakin kita akan semakin kuat nantinya" sambung Aruna lagi
__ADS_1
"kenapa kau tak mau mengerti, aku tidak mau" Indra mengkerutkan keningnya
"yasudahlah, buat saja sesukamu" Aruna melangkah menjauhi Indra dengan maksud pergi dari bengkel itu, melihatnya berjalan Indra langsung dengan singkap merampas kunci sepeda motor milik Aruna yang sedang dia pegang wanita itu,
"sini kuncinya"
"tidak sampai kau mengubah pikiran mu"
"sini" Aruna berusaha merebut nya dari tangan gagah Indra namun gagal.
"hallo, apa kau sudah tiba di rumah? "tanya Indra bahkan sebelum Aruna memasuki pintu rumah itu
" sudah"
"apa pikiran mu belum berubah mengenai 3 bulan itu? "
" belum"
__ADS_1
"apa kau yakin dengan ini?
"hanya 3 bulan bukan selamanya, lakukanlah "
" bila aku merindukanmu bolehkan aku ke sana untuk menemuimu? ".
" tidak"
"bagaimana kalo aku meneleponmu? "
" akan ku angkat tanpa suara "
"tak apa tak bersuara yang penting jangan abaikan panggilan ku ya, jaga kesehatan mu, aku mencintaimu Una"
Tuuut telpon itu berakhir.
Aruna memang tak berniat meninggalkan Indra saat itu hanya saja ia sangat jenuh dan ingin merefresh hatinya sepertinya kesabaran nya benar benar sudah habis menghadapi Indra. Dia sengaja meminta waktu 3 bulan itu supaya dia juga bisa mendapatkan jawaban yang benar dari hatinya tanpa harus terburu buru mengambil keputusan yang suatu hari nanti bisa ia sesali sendiri.
__ADS_1