Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 35


__ADS_3

Selamat membaca teman teman. Semoga suka


Author tunggu komentar dan masukan nya ya.


.


.


Seminggu telah berlalu sejak Aruna pulang melihat kedua adiknya. Belum ada tanda tanda ibunya akan pulang jadi off kali ini juga ia memutuskan untuk pulang tentu saja sendirian.


Karna penyesalan ia rasakan telah mengajak kedua teman nya yang terlihat tidak menikmati situasi dan kondisi. Mungkin habitat sederhana membuat mereka tidak nyaman pikir Aruna sederhana.


Saat di rumah Aruna tak banyak beraktivitas di luar ruangan. Ia hanya beristirahat setelah memastikan stok makanan untuk adik adiknya masih cukup untuk seminggu ya setidaknya sampai ia mendapat off lagi minggu depan.


"Kapan kau akan pulang " tanya Maranatha pada gadis nya yang sedang bergolek menghabiskan waktu untuk bersantai.


" Nanti sore menjelang malam lah" balas Aruna.


"kalau bisa jangan terlalu sore. Pastikan kau tiba di Medan sebelum jam 6 sore. Bisa? "


" Emang kenapa? " tanya Aruna mengkerutkan dahinya penasaran


"Yaaa... Kalau kau tiba sebelum jam 6 atau jam 7 malam, kita masih bisa bertemu walau sebentar saja"


sambung Maranatha yang saat itu sedang berada di Medan Menghadiri Undangan. Ia berniat untuk pulang malam bersama rombongan yang ia bawa dari desanya.


"Emangnya kau tidak rindu padaku? " imbuhnya lagi.


" Rindu sih.."

__ADS_1


" oohh baby kau begitu polos" Maranatha terdengar terkekeh pelan


"Polos? "


Apanya yang polos pikir Aruna mendengar kekasihnya terkekeh


" Aduh sayang,, tolong ingat usia,, " balas Aruna membalas meledek.


" Aku akan selalu muda untuk mu cinta, tenang saja" jawab Maranatha kepedeean.


"Hmmm... Asalah."


"Kabari aku saat kau berangkat ya. Ku tunggu kau disini sayang. Jangan berpikir untuk berpaling, oke baby? "


" Assiiap.. Jaga mata jangan genit genit ya, awas aja ketahuan " ancam Aruna sedikit.


Dengan malas Aruna memandikan air dingin yang perlahan terasa merobek kulitnya. Bibir tebal nya mulai bergetar bersentuhan dengan cairan bening itu.


Bersiap siap dirinya untuk pulang ke Medan. Ditinggal Olehnya kedua adik perempuan nya dengan beberapa pesan pastinya.


Soal nasihat tak usah di ragukan lagi, Aruna juara nya. Ternyata benar kata pepatah, Orang yang banyak memberi nasihat adalah orang yang pernah banyak mengalami masalah.


"Aku hampir tiba di titik pertemuan " kirim Aruna memberi kabar pada Maranatha.


" Segera meluncur " balasnya singkat seraya berjalan ke depan gang karna mobil nya parkir di dalam dan terjebak oleh mobil di belakangnya.


" Hei lama menunggu ku? " terdengar suara pria paruh baya menyapa Aruna yang tengah berdiri di depan warung.


Menoleh ia mencari sumber suara. Senyuman melebar di pipi nya menatap ke arah Maranatha.

__ADS_1


Telapak tangan Aruna langsung di gengam Maranatha dan di remasnya.


" Kita minun teh di sana? " tanya nya menunjuk sebuah warung kopi di balas Aruna dengan anggukan.


Bercerita mereka menghabiskan waktu bersama sesekali menyeruput kopi.


Tak peduli mereka pada keadaan warung yang lumayan rame, mereka hanya asik terbawa cerita bergantian.


Maranatha terlihat sangat peduli pada gadis sederhana itu, semua yang di lakukan Aruna membuat Maranatha ingin selalu dekat dengan nya.


"Jaga dirimu baik baik ya, Aku Mencintaimu. Secepatnya bila ada waktu kita akan bertemu lagi" ucap Maranatha hendak melepas kepergian gadisnya.


"Iya, terimakasih untuk waktu mu hari ini. Beri kabar saat pulang ya. Jaga hati " balas Aruna lagi menyodorkan telapak tangannya ingin menyalim Maranatha.


Segera Maranatha menerima saliman itu dengan senyuman. Tak lupa ia berikan Beberapa lembar uang kertas pada Aruna.


"....." terdiam heran menatap ke arah Maranatha.


"Aku hanya tak ingin kau kekurangan hidup di kota besar ini. Jangan ragu untuk mengatakan nya padaku apa yang menjadi beban mu" balas Maranatha menatap Aruna serius.


Terdiam Aruna mendengar penjelasan Pria di depan nya, hatinya terharu atas perhatian kekasihnya itu.


Sepanjang perjalanan pulang ia memikirkan kalimat yang di lontarkan Maranatha tadi.


Rasanya ada yang berbeda.


Apa dia setulus itu?


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2