Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 34


__ADS_3

Selamat baca, semoga suka man teman.


.


.


Di kontrakan sederhana itu terlihat ibu Ike sedang memandikan Ninta dengan bak mandi baby berisi air hangat.


Tertawa riang Ninta seraya memukul mukul air mandi nya sendiri membuat percikan percikan air mengenai wajah neneknya.


Sesekali ia mengoceh kecil seraya menendang nendangkan kedua kaki nya.


Ketulusan terpancar jelas di wajah sang nenek asik mengosok pelan badan Ninta hingga menimbulkan busa. Senyuman dan bahasa bahasa ibu ikut keluar melengkapi senyuman nenek paruh baya itu.


Benar kata Aruna, mana mungkin ia sanggup menolak malaikat kecil itu.


Sepertinya bukan kehadiran Ninta lagi yang membuat retak hati jagad raya ini. Termasuk hati Aruna sendiri.


Tubuh gendut dan padat Ike masih betah tergeletak di atas kasur empuk memeluk gulingnya erat seraya memainkan ponsel milik nya.


"Ninta udah wangi, udah mandi ya sayang " oceh nenek Ninta bercanda sembari memakainkan pakaian untuk cucu pertama nya itu..

__ADS_1


" Bundanya masi golek kek kebo ya, ike bilang sayang. Bangun kau ike bilang nak e,, atttaa.. Cilukk baaa.


Anak siapa ini?? Wangi kali udah.. Ummmaa " sebuah ciuman mendarat di pipi Ninta. Malaikat kecil itu hanya mengeliaat mengerak gerakkan kaki dan tangannya merespon nenek nya sendiri.


" Bangkitlah, beri Ninta Asi dan mandilah, aku akan memasak sebelum kau pergi bekerja " perintah Ibu Ike selesai memakainkan pakaian cucu perempuan nya.


" Ehhemm" sahut Ike meletakkan ponsel ya dan mulai merengangkan otot otot nya hendak memberi Asi pada Ninta.


Adi memang bekerja di luar kota, jadi ia hanya pulang seminggu sekali untuk berkumpul bersama keluarga kecil nya. Selama ibunya berada di sana, Ninta tidak di antar ke penitipan bayi.


Bayi itu di urus dengan baik oleh ibu Ike, letak kontrakan yang dekat dengan toko tempat Ike bekerja membuat mereka sering berjalan jalan santai kala sore hari.


Semua orang sekitar kontrakan sangat ramah, saat mereka keluar dari rumah terdengar sapaan sapaan jauh dari tetangga


"Jalan jalan santai Uti" sahut nenek Ninta mengendong Ninta ke arah depan.


Matanya yang bulat hitam dan tajam di lengkapi pipi bak pao nya yang tembem membuat kulit nya semakin terlihat putih nan lembut.


Ninta terlihat sangat mengemaskan. Beberapa orang yang di lalui bahkan rela menyusul ke depan hanya untuk memberi cubitan kecil di pipi Ninta.


Sikap Ninta yang tidak pilih pilih orang dan tidak cengeng juga membuat dirinya selalu di oper kesana kemari untuk di gendong.

__ADS_1


"Wooaa,, achh aaa,, hhh, " oceh nya pelan melayang kan senyuman serta pandangan dari bola matanya yang bulat dan hitam pada setiap orang yang memberi nya cubitan seraya pertanyaan pertanyaan kecil seolah ia paham.


" Mau kemana cucu Uti hah? Udah mandi ya?? Anak pinter,, Ummmma " sebuah ciuman mendarat begitu lah interaksi tetangga terhadap Ninta.


Perjalanan yang Seharusnya bisa di tempuh sebentar menjadi lama karna tetangga tetangga yang sangat ramah.


Belum lagi di tempat Ike bekerja semua teman nya harus bergiliran mengendong dan mencubit Ninta.


Ninta hanya menikmati perlakuan orang lain padanya.


Ia hanya cengeng bila sedang haus. Menidurkan nya juga tidak serepot bayi pada umumnya. Cukup beri Asi hingga ia kenyang, temani dia geletak sesaat. Selama ia tidak merasa sendiri ia akan nyaman dan bisa tidur dengan sendirinya.


Bayi mengemaskan.


Terimakasih sudah mampir teman teman dan para author.


Jgn lupa meninggalkan jejak ya...


Dukungan kalian sangat bermanfaat


Salam manis

__ADS_1


Author.


__ADS_2