
.
.
Matahari mulai menunjukkan cahaya nya.
Aruna bergegas bangun hendak membantu bibi Sumi untuk memasak.
"Tidak usah sayang, mandilah kalian harus segera berangkat setelah sarapan ".
Paman Era mengantar Aruna menaiki taxi karna Aruna harus membawa beberapa kotak lagi untuk abang sepupu nya Ardo, putra pertama paman Era yang sudah berkeluarga di Medan.
"Kau tinggal bersama abangmu ya. Paman tidak mau kau kost nanti makan mu tidak akan teratur. Kakak ipar mu bekerja sebagai spg di mall dekat dengan tempat mu bekerja besok jadi kalian bisa berangkat bersama." jelas Paman Era seolah Aruna adalah putri nya.
"Kabari abang mu saat kau landing nanti, paman sudah memintanya menjemputmu ke bandara.
Kau tidak takut kan nak? " tanya Era lagi memastikan perasaan Aruna.
" Tidak paman, aku baik baik saja" balas Aruna nyaman dengan sikap paman nya. Hanya Era paman nya yang tidak punya jarak dengan Aruna.
Saat turun dari taxi, Era memegang kedua lengan Aruna, " hati hati ya nak. Beri kabar saat tiba. Beli lah roti dan air mineral untuk persiapan mu di dalam kabin nanti" mata Era menatap Aruna sedikit ragu melepaskan kepergiannya.
__ADS_1
Aruna hanya mengangguk dan segera menyalim Era dan bergegas masuk mendorong trolinya lantaran paman Era hanya mengantar nya sampai depan.
Dia memperhatikan semua dengan teliti karna itu pertama kalinya ia berangkat tanpa di dampingi. Sesekali ia bertanya pada orang yang ikut lalu lalang bersama nya.
Sesampainya di rumah kediaman Abang nya Ardo Aruna langsung masuk tanpa di sambut oleh kakak iparnya yang sedang bermain di kamar dengan putrinya.
Karna Ardo sedang dinas malam jadi ia mengatur sahabat nya untuk menjemput Aruna.
Langsung saja Aruna membongkar berkas berkas yang tersusun rapi dalam tas nya hendak menuliskan lamaran untuk persiapan nanti saat abang Ardo pulang.
Saat ia sibuk dengan kegiatannya, kak Lesmana keluar dari kamar dan melihat adik iparnya sedang sibuk.
Tak menyahut hanya memberi senyuman dan langsung melanjutkan kegiatan nya.
Selesai dengan lamaran itu. Aruna bergegas mandi dan langsung makan. Kebetulan di meja makan ada nasi sepiring yang sepertinya sengaja di dinginkan.
Aruna melahapnya sampai habis karna memang dia sudah merasa lapar.
Naas nya, saat Ardo pulang dan hendak makan namun tak melihat ada nasi untuk di makan.
"Ndaaa mana nasi nya? " teriak Ardo
__ADS_1
" Di meja makan Yah, Ada sepiring lagi tadi nda tinggal" sahut Lesmana dari dalam kamar.
Sontak mata Aruna melotot mendengar percakapan abang dan kaka iparnya
"Ya Tuhan aku sudah memakan nya, "gumam Aruna dengan perasaan mendadak mewek dan tidak enak..
" Kenapa tak menyuruhku memasak mengantikan makanan yang tadi aku makan? " sesalnya masih dalam hati
" Menggapa tak ada yang bersahabat sekarang Tuhan.. Huff" lelahnya
"Maaf bang, aku kira masi ada nasi lain di rice cooker jadi aku makan nasi yang di letak di sini tadi" jelas Aruna mendekati abang nya Ardo dengan wajah sedikit takut dan menyesal.
"Ooh begitu,, yasudah tak apa.. Mari berangkat menuju tempat tinggal pak Awin bos mu. Aku sudah berjanji membawa mu kesana malam ini. " Ardo melegakan adiknya.
Setibanya di rumah Pak Awin mereka langsung membahas soal pekerjaan untuk Aruna.
Setelah selesai membuat kesepakatan mereka bergegas pulang dan segera menyiapkan pakaian untuk besok.
.
.
__ADS_1