Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 27


__ADS_3

.


.


Setelah berhasil melepaskan busana atas Aruna, Maranatha menatap dada yang masih sekal dan putih mulus itu. Ukuran nya tidak terlalu besar.


Langsung Maranatha ******* bukit yang tegak menantang nya itu, sesekali tangannya bergantian mer**as nya kesana kemari. Aruna mendesah dan mengeliat menikmati nya, sesekali tangannya melapis tangan Maranatha mer**as dadanya sendiri. Bibirnya ternganga saat maranatha menghisapnya dalam dalam, matanya terpejam dan merasakan aliran keringat di tubuhnya.


Puas bermain di bukit kembar itu, Maranatha merangkak dari atas tubuh Aruna mengapai bibirnya dan kembali melumatnya. "Boleh kita lakukan?" tanya Maranatha meminta izin sesekali melepaskan ciuman nya. Belum bibir Aruna memberi jawaban dia kembali mel**at bibir itu hingga tak bisa bersuara. Aruna yang sangat menikmati nya hanya mengangguk mendorong dada Maranatha, sepertinya ia hampir kehabisan nafas.


"Biar aku membukanya untukmu " pinta Aruna sayu sayu.


" aku saja sayang, nikmati lah" balas Maranatha tersenyum.


Maranatha mulai melucuti celana formal milik Aruna dan disusul dalaman nya yang sudah basah oleh cairannya sendiri . Pelan pelan Maranatha membuka kedua paha besar Aruna dan menatap pemandangan indah itu. Aruna hanya mengikuti perlakuan Maranatha.


Maranatha semakin melebarkan paha mulus Aruna dan langsung membenamkan wajah nya di area paling sensitif itu. Ia mencumbui milik Aruna dengan pelan supaya Aruna menikmatinya.


"Arrgghh" desah Aruna saat Maranatha menghisapnya. Tangan Aruna memegang kepala Maranatha yang terbenam di bawahnya nya.


"aahhh, ooowhh" desahan Aruna tak henti henti.

__ADS_1


Inikah kenikmatan yang selama ini ia lewatkan?


Bila senikmat ini, ia tidak akan merasa terpaksa.


Ketika desahan Aruna mulai melemah, Maranatha mengangkat kepalanya menatap Aruna tersenyum puas. Ia bangkit dan melepaskan dalaman nya sendiri.


Tampaklah milik Maranatha gagah menantang.


Aruna hanya Terpaku menatap nya. Ternyata walaupun sudah berumur kelipatan dengan nya, Maranatha masih gagah dalam hal bercinta. Perutnya yang sedikit membuncit tak menjadi penghalang baginya untuk melakukan aksinya.


Langsung Maranatha menuju permainan inti. Pelan pelan ia mulai menembus dinding pertahan Aruna yang sudah terbuka menyambutnya. Matanya terpejam menikmati dorongannya sendiri.


Aruna mengerang menikmati setiap sentuhan Maranatha di tubuh nya, tangan nya meremas sprei saat benda itu masuk seutuh nya.


Aruna lepas kendali di buatnya, tangan Aruna melingkar di leher Maranatha dan memberikan ciuman liar di sertai desahan yang makin mengundang gairah pria itu.


Sepertinya bukan dia yang menolak dari awal.


Segera pinggang Maranatha berayun melakukan tugasnya dengan baik.


Ohh.. Sungguh mereka seperti pengantin baru yang di bakar asmara. Mereka bergulat dengan panas nya, desahan Aruna memenuhi ruangan itu. Beberapa saat, Ayunan pinggang Maranatha mulai lebih cepat, sepertinya ia akan segera mencapai puncak.

__ADS_1


"Apa aku siap sayang? " tanya nya tersedak sedak. Dannn


" aargghh" kini Maranatha yang mendesah menikmati puncak nya sambil menatap Aruna puas. Wajah Aruna nampak berkeringat lelah menikmati pergulatan barusan tapi ia kaget mengapa Maranatha melepaskannya di dalam. Belum pernah ia melakukan itu.


"apa kau mencapai puncak mu? " tanya Maranatha belum melepaskan tubuhnya.


Aruna menggeleng, ia belum pandai menangkap puncak nya tapi ia sangat menikmati permainan itu, selama ini yang ia rasakan hanya sakit namun hari ini percintaan ini sangat luar biasa.


" Aargg" ucap Maranatha kesal dan langsung turun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dan disusul oleh Aruna.


Setelah membersihkan diri, Maranatha memeluk Aruna dan mencium kening nya, "Aku Mencintaimu, nanti akan ku lakukan lebih baik" bisik nya.


Perlakuan nya manis sekali menurut Aruna belum pernah ia diperlakukan demikian, kepuasan Aruna tak pernah di tanyakan oleh Indra dulu.


Setelah istirahat beberapa saat sambil bercerita hangat, mereka kembali bergulat, tapi kali ini Aruna mendapat puncaknya hingga 2 kali. Jadi mereka imbang 2 sama dalam 2 permainan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2