Dunia Di Belahan Lain

Dunia Di Belahan Lain
Part 33


__ADS_3

.


.


3 orang gadis tampak sibuk dengan aktivitas nya di dalam rumah yang lebih cocok disebut gubuk.


Mereka berkemas layaknya orang yang hendak bepergian.


Ya.. Mereka adalah Aruna Win Dan Ria. Malam itu juga mereka harus pulang ke Medan dikarnakan waktu off sudah habis dan besok harus masuk kerja seperti biasa.


Tak lupa Jeruk yang sudah Maranatha petik ikut bersama mereka menaiki bus malam.


Sepanjang perjalanan Win dan Ria tertidur pulas, sedang Aruna hanya sibuk dengan ponsel nya. Tak henti henti ia bercerita dengan kekasih tua nya itu, mengeluh tentang sikap Win dan Ria saat bermalam di rumahnya.


Berkali kali tertangkap mata Aruna 2 teman nya itu sedang asik berbisik sesekali menatap nya miring. Seperti orang mengibah pada umumnya.


Anak horang kaya mah bebas..


Mungkin kondisi rumah Aruna yang terbilang sangat sederhana menjadi topik hangat perbincangan mereka.


Setibanya di rumah kost 3 putri itu sempat berdebat untuk mengangkut beban yang sesampainya di kamar menjadi bahan rebutan.


Mereka duduk membentuk segitiga dengan kotal jeruk di tengah tengahnya.


Suit mereka untuk menentukan siapa pemilih pertama .


Dengan ketentuan masing masing orang harus memilih 5 biji buah jeruk pertama dan di ikuti oleh pemilih kedua dan seterusnya.


Begitulah di ulang ulang sampai 2 kotak jeruk itu habis.

__ADS_1


Bak anak tk mereka membagikan buah demi buah sama rata. Tak ada yang lebih banyak harus sama rata.. Baahh.. Soal bawa membawa tuduh menuduh, soal membagi harus sama rata. Orang..?


Esok hari 3 gadis itu kembali beraktivitas seperti biasa. Penuh semangat mereka melangkah menuju gedung yang menjadi sumber pemasukan bagi mereka.


Tak lupa mereka juga membagikan jeruk kepada teman teman dekat mereka sebagai oleh oleh dari kampung.


Menyebarnya jeruk sama rata juga denga cibiran akan kehidupan Aruna.


"Orang susah kok, memprihatinkan. Gaya aja sombong di sini "


" Iya ya.. Sok ngga mau berteman di sini"


"Pantesan ngga pernah mau cerita soal keluarga nya ya"


"Takut ketahuan x kalo dia orang susah"


"Risih banget kami di sana tau ngga"


"Ngga tau diri banget ya"


"hahahaha" Tawa mereka pecah di sela sela menikmati buah jeruk di tangan dari kebun kekasih wanita yanh sedang mereka gosip kan. Lucu yak..?? Gimana kalo mereka dengar soal hubungan Aruna dan Maranatha??


Aruna memang tak begitu berbaur dengan orang lain. Penyebab utama nya penyakit rendah diri bukan sombong. Tapi banyak orang salah tangkap dengan keadaan nya.


Oh sungguh miris hidupmu nak.. Anda menilai orang lain rendah,, mari kita nilai seberapa tinggi diri kalian.


Sejak saat itu Aruna kerap mendapat sindiran sindiran halus baik di toko maupun di rumah.


"Di kota gaya selangit, aslinya makan aja susah"

__ADS_1


"Sehari di kota lupa sama susah di desa"


"Ngga sebanding ya, gaya dengan Realita"


Setelah berkata demikian mereka tertawa tak menggubris keberadaan Aruna.


Gadis itu malas menanggapi, pura pura tidak mendengar adalah senjata paling ampuh sekarang.


Pura pura sibuk dengan layar ponsel.


Dia sadar Kedua tangan nya tak mampu menutup mulut mulut yang akan terus mencibir tak memahami. Tapi kedua tangan nya masih sanggup untuk menutupi kedua sisi telinganya.


Sesekali ia hanya mengeluh kepada Maranatha yang selalu berusaha membuatnya untuk mampu berpikir positif. Karna Maranatha sadar penyakit yang di idap kekasih nya itu.


.


.


Terimakasih ya teman teman masih menunggu kelanjutan kisah Aruna dan Maranatha.


Sebelumnya Author minta maaf udah telat up 2 hari ini. Mungkin juga akan telat up beberapa hari ke depan karna kondisi yang belum mendukung.


Tapi author janji akan up banyak setelah keadaan memungkinkan.


Jangan lupa like vote dan komen masukan nya ya teman teman.


Selamat meninggalkan jejak.


Salam manis.

__ADS_1


Author


__ADS_2