
ππππππ
Saat pertama kali berjumpa dengan mu, Aku bagaikan berjumpa dengan saktah, Hanya bisa terpana dan menahan nafas Sebentar.
Hari ini adalah hari pernikahan
Io dan Erina. Pasti nya semua
Terlihat sibuk.
β₯οΈ Pernikahan β₯οΈ
Io di temani Alen dan Agus di kamar nya yang sedang bersiap-siap.
"Mas bro itu muka kenapa tegang amat udah di hafalin belum" Ledek Agus sambil tertawa terbahak bahak.
"Aku si khawatir nggak bisa malam pertama secara dari semalam itu wajah nya tegang kaya kesetrum aliran listrik tegangan EHV, tegangan Exstra tinggi" Ledek Alen dan menahan tawa nya. Io pun tak menghiraukan Alen atau pun Agus sang sahabat.
"Tau tau pingsan lagi pas malam pertama" Tambah nya lagi, Alen tak ada henti-henti nya.
"Emang kenapa mas Alen, Kok bisa pingsan mas bro" Ucap Agus..polosπ
__ADS_1
"Pingsan karna liat lawan perang nya" Balas Alen yang sudah malas Membahas masalah malam pertama karna Agus kaya nya nggak nyambung dan belum paham yang di maksud Alen, Tak lama pun om Asen mengetuk pintu kamar Io dan memanggil nya karena sudah harus keluar dan bersiap Ijab qobul.
π·π·π·π·π·π·π·
---Di kamar Erina----
Erina pun sudah memakai kebaya putih dan bersiap sang ibunda Io dan ibunda Erina pun menuntun sang Pengantin perempuan dan mengarahkan nya keluar karna semua sudah bersiap. Ketika Erina keluar pun Io juga memandang nya dengan rasa yang tidak bisa di gambar kan lagi, Rasa yang sebelum nya belum io rasakan. Cantik manis dan sederhana Itu lah yang selalu Io ucapkan di dalam hati nya. Di sana mereka semua sudah berkumpul mulai dari kedua keluarga teman sahabat dan tetangga. Io pun duduk di depan penghulu dan ayahanda Erina. Di sebelah kanan dan kiri kakak kakak Io. Om Udin tak tinggal juga ada om Asen. Semua kerabat dari keluarga Erina mau pun Iosemua datang, Untuk menyaksikan pernikahan Io dan Erina.
"Saudara Mario Hatta Saputra bin hatta saputra apa kan anda sudah siap" Ucap sang penghulu.
"Saudara Mario Hatta Saputra, Aku nikahkan dan kawin kan engkau dengan Erina khafianingrum binti bapak Wasma khafiandra yang wali nya telah mewakilkan kepada saya dengan mas kawin emas 47 gram dibayar tunai.." Ucap sang penghulu.
"Saya terima nikah dan kawin nya Erina khafianingrum binti bapak Wasma Khafiandra, Dengan mas kawin emas 47 gram di bayar tunai.." Ucap Io dengan Lantang dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi-saksi" Ucap sang Penghulu.
"SAH...." Ucap para saksi-saksi serentak senyum tawa dan bahagia pun menghiasi acara pernikahan mereka.
__ADS_1
Io dan Erina pun menandatangani buku nikah mereka, Dan keluarga, Sahabat, Dan tetangga pun mengabadikan Momen mereka.
Tak bisa di pungkiri begitu bahagia nya Io bisa menikahi Erina gadis yang Menurut nya manis, Dan sederhana itu. Yang sudah mencuri hati nya entah semenjak kapan. Meski semua ini adalah jebakan Elsa namun, Io merasa bahagia entah sejak kapan Io merasa nyaman dengan Erina.
"Terima kasih, Sudah menerima mas apa adanya.." Ucap Io sambil Memandang wajah Erina yang baru saja menyandang sebagai istri nya..
"Iy makasi juga mas sudah mau memberi kesempatan untuk Erin belajar mencintai mas" Jawab Erina dan menatap mata Io.
β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
Pernikahan bagaikan rantai dari cincin emas
Di awali dengan,secerah sinar terang dan Diakhiri keabadianπ·π·π·π·π·
__ADS_1