Erina I Love You

Erina I Love You
ep. 21 Cafe Hatta Saputra


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Hari ini Io disibukan dengan pembukaan Cafe, baru nya dan Erina hanya mengekor dia balakang Io seperti anak ayam dengan Induk nya. Beberapa kariawan baru pun juga sudah siap hari, ini adalah hari pertama kali buka, dan Andi sang pacar dari nia pun bekerja di cafe, Hatta Saputra.


"Ndi semua ini aku serahin sama kamu, nanti sesekali aku ngecek kesini, aku percaya sama kamu semoga nanti nya, Cafe ini rame dan lancar jaya" Jelas nya Io, yang sudah memercayai Andi.


"Siap mas bro, nggak pake sip sip an. Udah mantep nih kaya nya disini jadi warga tetap hahahahaha" Ledek nya dan tertawa.


"Warga tetap kaya pak RT aja" Ucap Io dan tertawa.


"Aku tinggal dulu ndi, mau nganter Erin ke dokter" Ujar Io dan menggandeng tangan Erin.


"Duluan ya mas Andi salam buat Nia" Tambah nya Erina dan berlalu melangkah pergi, io dan Erina pun berlalu pergi menuju klinik dokter kandungan. Sampai nya di spesialis Erin melakukan USG. Dan hasil USG pun tercetak jelas, foto USG sang buah hati mereka. Io pun tersenyum bahagia. Serasa hidup nya sudah lengkap, hadir nya Erina dan sang buah hati di tengah tengah rumah tangga mereka.


Keseederhana an, kebahagiaan dan juga kehangatan itu lah yang di rasa Io saat ini. Io pun bergegas pulang dan mampir ke sebuah, swalayan untuk membeli beberapa buah untuk sang istri.


"Mas pilihin buah nya ya, Erin pengen nyari cemilan dulu, jangan lupa buah semangka nya." Ucap Erina kepada sang suami. Io pun hanya mengangguk dan masih memilih buah buahan untuk sang istri. Dan tak sengaja ada seorang yang menabrak nya...


Bhug.....


"Maaf mas, nggak sengaja" Ucap seseorang dengan membantu, membereskan barang barang Io yang tercecer.

__ADS_1


"Iy tidak apa apa " Ucap Io dan masih sibuk membereskan barang barang yang jatuh, akibat tertabrak seseorang. Dan saat Io menoleh seseorang itu Io begitu kaget, seorang sang mantan kekasih sang istri sedang ada di hadapannya. Io begitu, kanget dan sesorang itu pun tak kalah, kaget.


"Ternyata pak Mario" Ucap Ardi dengan senyum kecut nya seperti cuka😂


"Ternyata bapak Ardiansyah yang terhormat, sang mantan yang di tinggal Erina merid heheehehehe" Jawab Io dengan tersenyum puas.


"Saya malah kasian sama, hidup nya pak Mario.. Apa pak mario yakin Erina mencintai mu pak, apa jangan jangan masih ada nama saya di hati nya" Ucap Ardi menghina nya


"Jangan sampai lengah, bisa bisa istri pak Mario yang cantik itu bisa kembali ke saya" Ancam Ardi dan terseyum puas.


"Aku rasa nggak ada waktu untuk melayani orang tidak jelas, bentar lagi kami akan kehadiran malaikat kecil di tengah tengah kami, itu tanda nya Erina sangat mencintai ku bukan, bahkan dia rela mengandung sang buah hati kami." Jelas nya Io dengan puas karna Ardi tidak berkutik lagi atas ucapan Io, dan Io pun berlalu mencari Erina, di bagian cemilan. Ardi pun masih diam mematung, mencerna Kata kata Io, dan merasakan sesak nya hati dan perasaan nya.


Ardi tidak menyangka jika, Erina yang dulu sangat amat mencintai nya bisa semudah itu, melupakan nya. Ardi mengira setelah penghianatan itu, Ardi akan mendapat kan maaf dari Erina, dengan mudah dan kembali lagi untuk memperbaiki hubungan nya, tapi ternyata kenyataan berbeda dengan garis takdir. Ardi pun berlalu pulang menuju rumah sang ibu, Ardi baru saja sampai dari surabaya dan mampir ke swalayan untuk membeli sesuatu untuk sang ibu. Namun malah yang ada dapat, kejutan dengan bertemu dengan suami sang wanita yang ia cintai dulu. Miris bukan, setimpal dengan perbuatan nya yang di lakukan oleh Ardi, dan ia sedang Menuai hasil nya.


Io dan Erina pun sudah pulang ke rumah Erina pun, langsung membereskan belanjaan yang ia beli tadi berisi cemilan dan buah buahan. Io begitu cemas, karna sampai saat ini belum memastikan bahwa sang istri mencintai nya atau hanya karna sebuah pernikahan. Apa lagi pertemuan nya dengan Ardi, Io Merasa takut akan kehilangan sang istri, yang saat ini telah mengandung sang buah hati. Karna Io belum begitu yakin akan Perasaan Erina.


"Mas Io kenapa ngelamun" Tanya Erina yang masih memerhatikan wajah sang suami. Io pun tersadar dan mencoba menutupi kecemasan dan rasa takut kehilangan nya.


"Mas cuma lagi mikirin masa depan kita, sebentar lagi kita akann kehadiran anak, mas juga pengen ngasih yang terbaik untuk istri mas dan anak kita." Jawab Io. Dan menatap sang istri dengan wajah cemas dan kalut.

__ADS_1


"Makasih, Atas semua yang mas beri kan semua kepada Erin, Erin merasakan menjadi istri yang paling bahagia" Jelas nya Erina dan tersenyum dan memeluk sang suami, dengan erat, selintas Erina pun teringat akan tabungan nya dulu sewaktu masih bekerja di om Asen.


"Oh ya mas, Erin dulu masih punyab tabungan semasa kerja di om Asen, maksudku ingin membeli ruko satu lagi, dekat pasar pagi, buat toko baju nanti biar Nia yang jaga" Ucap Erina sambil berharap.


"Maksud nya mas tambahin hehhhehe " Ucap sang istri lagi.


"Ya nanti mas bantu uang nya juga lumayan buat tabungan kita nanti, apa lagi mas udah berhenti nggak terjun lagi proyek, mas juga pengen selalu ada buat istri mas, dan banyak waktu buat anak anak kita nanti nya" Jawab Io. Menatap sang istri dan tersenyum serta mencubit kecil hidung sang istri.


"Oh ya mas juga minta tolong sama ibu kesini nanti nya kalo Erin sudah melahirkan biar ada temen nya dan juga ada yang bantu Erin nanti nya" Ucap Io.


"Ibu pasti seneng karna dari dulu pengen banget gendong cucukan " Tambah nya Erina dan tertawa.


"Dari mana Erin tau hehehe" Protes nya.


"Mas kan tiap malam tanpa libur, ngajakin Erin olah raga terus, apa coba kalau tidak mengharap seorang malaikat kecil" Ledek Erina tertawa lepas. Sepasang suami istri itu pun tertawa bahagia, hingga Io lupa yang tadi nya merasakan cemas karna ulah Ardi. Io dan Erina pun bercanda gurau layak nya sepasang kekasih, yang sedang di mabuk asmara.


Tanpa menyadari Erina pun, sudah sangat nyaman berada disisi Io, dan menyandang setatus sebagai sang istri dan calon ibu dari anak - anak Io kelak. Hari hari Io dan Erina l pun tidak pernah sekali pun bertengkar atau masalah apa pun, Io yang selalu bisa untuk mengimbangi sifat Erina yang masih, kekanak kanakan, dan Erina pun selalu membuat Io semakin hari semakin cinta.


**********

__ADS_1


sungguh bahagia insan yang, telah menemukan cinta sejati nya.


mereka ibarat tasbih dan benang pengikat nya, yang terajut menjadi satu untaian. yang selalu di sentuh, satu demi satu oleh insan mulia yang bibir nya basah akan cinta kepada rabb


__ADS_2