
Selamat beraktivitas semua dan semoga sehat selalu yah, dan di beri keberkahan dan juga selalu dalam lindungan Allah yang sudah vote makasih yah😍
tinggalin jejak kalian yah like comen rate juga vote, jangan baca doang comen juga biar makin rame🤣 ayo comen yang banyak😂semangat semangat semangat salam semangat untuk kalian semoga jempol nya nggak keriting wkwkwkwkwkkwkwkwkkwkk
________________________________________
SELAMAT MEMBACA😘
Setelah beberapa hari berlalu, sepasang suami istri itu pun kini sudah memasang bendera perdamaian. Namun di sebuah rumah tangga tidak akan ada yang nama,
nya mulus seperti jalan tol pada umumnya
pasti nya akan ada batu kerikil yang siap menghadang mereka.
Kini Erin lebih suka terjun ke bisnis bisnis sang suami, tetapi ia tidak melupakan status nya sebagai istri.
"Apa pembangunan hotel sudah berjalan lancar" Tanya sang istri yang masih sibuk dengan menyuapi Alfa sang putra.
"Hampir finis apa Erin tidak ingin lanjutin kuliah yang tertunda" Jawab nya dengan masih memandang sang istri menunggu jawaban dari nya.
"Tidak, aku sudah jadi sarjana untuk apa kuliah lagi" Tutur nya dengan serius dan masih menyuapi Alfa dengan telaten.
"Sarjana ??? " Ucap nya bingung masih,
paham apa yang di katakan sang istri.
"Aku sudah sarjana SD ( sarjana dapur ) dan juga aku ini menteri keuangan dan aku rasa sudah tidak perlu kuliah lagi" Jelas nya membuat sang suami tertawa kecil atas semua penuturan sang istri.
Kemudian Erin tersenyum manis dan sang suami hanya geleng geleng kepala karena ucapan nya, lalu Io menghampiri sang istri dan mencium pipi nya.
__ADS_1
"Mulai sekarang nggak usah ke cafe atau kewisma, biar mas yang ngurus semua nya
Erin duduk di rumah temani Alfa main " Ucapnya dengan penuh harapan sang istri menuruti nya.
"Nggak mas yang seharus nya banyak meluangkan waktu di rumah bersamaku dan Alfa, kalau mas berani membantah ku aku nggak akan kasih sarapan pagi, siang malam dan lagi dan lagi titik" Tegas nya membuat sang suami terdiam seribu bahasa.
"Ya tuhan, apa dia sedang mengancam ku tidak mungkin aku membantah nya, atau aku tidak akan mendapat sarapan dan pasti nya dia akan menghukum ku dengan berpuasa terus terusan, rasa nya sudah cukup aku berpuasa aku tidak ingin berpuasa lagi" Ucap nya dalam hati.
"Kenapa diam.. apa mas io keberatan dengan semua ucapan ku" Tanya nya lagi dan masih memandang wajah sang suami.
"Tentu saja aku akan patuh pada istriku" Ucap nya tersenyum paksa karena ia tidak punya pilihan lain bukan.
"Ancaman nya membuatku takut kemana Erina yang dulu yang selalu patuh dan lembutdan pasti nya penyabar, apakah amnesia nya itu telah mengubah nya menjadi emak emak yang bar bar dan semakin galak" Batin nya, ia masih memikirkan perubahan sifat sang istri yang semakin hari semakin tidak bisa di tebak.
"Apa mas yakin tidak keberatan" Tanya ulang dan memastikan nya atas semua yang ia ingin kan.
"Tentu saja tidak sayang, dan aku sangat menyayangi mu apa pun akan ku lakukan" Jawab nya seakan akan seperti para ABG yang sedang mengobral janji janji nya.
"Kini istri ku menjadi menakut kan" Batin nya dan kini yang dulu mengagumi kecantikan nya dan yang selalu ia bilang manis itu lenyap bagai gula tercampur air.
"Apa sudah kenyang sayang" Tanya nya pada Alfa yang masih setia mendengarkan drama drama kedua ayah bunda nya.
"Cepat ajak dia mandi, kita kewisma sama sama" Ucap nya dengan lembut, kini ia harus berhati hati bila mengucap kan kata kata kini bagi nya sang istri adalah mahluk yang harus ia patuhi atau nanti ia pasti akan mendapat hukuman yaitu puasa. 😂
"Iya aku juga tidak mau merepotkan ibu terus, bisa bisa nanti aku masuk neraka karena aku durhaka terhadap mertua" Tutur nya.
"Tapi kamu tidak takut durhaka terhadap suami mu karena suka mengancam ku" Ucapnya dalam hati.
Erin pun melangkah kan kaki bersama Alfa bergegas mandi dan akan segera ke wisma kini Erin selalu ikut campur tangan dalam bisnis suami nya, dan kini kedudukan nya lebih tinggi dari suami nya. Apa amnesia nya itu yang mengubah nya atau memang sudah kodrat wanita yang selalu maha benar.
__ADS_1
Dan ibunda io menghampiri sang putra yang tengah duduk di ruang tengah.
"Kemana cucu dan menantuku" Tanya nya serius dan duduk di dekat nya dan menikmati teh nya.
"Mandi Bu, apa ibu tidak lelah menemani Alfa" Jawab nya dan ia merasa khawatir dengan ibu nya yang semakin tua.
"Tentu saja tidak, ibu merasa bahagia bisa merawat cucu ku, bahkan ibu berharap setelah 1tahun Alfa sudah punya adik lagi" Ucap nya membuat io, sedikit terkejut atas ucapan sang ibu.
"Alfa masih kecil Bu, nanti kasih sayang nya terbagi dengan adik nya" Jelas nya dan ada rasa khawatir akan berpuasa lagi.
"Ibu kan ada dan juga orang tua Erin juga sangat menyayangi nya, Alfa tidak akan kurang perhatian dari kami semua dan kamu pasti tahu, ibu sangat menyukai anak kecil" Tutur nya lagi membuat io, tidak bisa untuk menjawab semua kata kata ibu nya karena bagi nya wanita maha benar.
"Nanti io, akan membicarakan nya dengan Erin" Jawab nya dan ibunda io pun merasa senang atas jawaban sang putra.
"Mas tolong gendong Alfa aku mau mandi dulu" Ucap nya dari kamar dan io segera bergegas menghampiri nya.
Saat membuka pintu ia melihat Alfa, sudah rapi namun ada yang membuat mata nya sangat terganggu yaitu pemandangan sang istri, dengan rambut di kuncir asal dan wajah nya bersih tanpa make up membuat ia makin terlihat natural.
"Cepat lah mandi atau aku akan tergoda olehmu" Ucap nya dan membuat sang istri mengerut kan kedua alis nya dan seakan akan ia tahu apa yang di maksud sang suami.
"Jangan macam macam atau " Jawab nya belum Erin menyelesaikan ia sudah di potong dulu oleh sang suami.
"Iy aku tahu tidak usah di jelaskan" Tutur nya membuat Erin tersenyum jahat saat melihat wajah sang suami sudah bisa di gambarkan dan ia pun segera bergegas mandi meninggal kan Alfa bersama ayah nya.
Dan io, menemani Alfa menunggu sang istri mandi dan Alfa hanya tersenyum juga tertawa kecil seakan akan ia tahu drama pagi sang kedua orang tua nya.
\-\-\-\-\-\-\-BERSAMBUNG\-\-\-\-\-\-\-
__ADS_1
____________________________________________