
Setelah mandi Erin pun bergegas bersiap siap pergi menuju wisma, bersama suami nya juga Alfa. Dan tidak pada umumnya biasa nya io yang mengemudi mobilnya, kini Erin lah, penguasa rumah tangga yang mengemudi dan sang suamilah yang menggendong sang anak, bagai ( SUSIS ) suami suami takut istri.
Dunia seakan sudah terbalik, jika biasa nya istri yang patuh pada suami nya, kini suami lah yang patuh pada istri nya, semua disana ia menjadi pusat perhatian para kariawan nya sendiri, dan juga yang melihat nya merasa kan iri karena io, begitu tampan dan menggendong sang putra berjalan di belakang Erin istri nya seakan akan io lah yang pantas jadi istri. (Sungguh suami idaman)
"Apa yang terjadi" Ucap Agus dalam hati melihat sepasang suami istri itu dari meja resepsionis.
"Gus bawa berkas berkas nya segera ke ruangan ku" Ucap Erin berjalan melewati Agus di meja resepsionis dan saling pandang dengan io dan Io pun hanya menggerakkan kedua bahu nya mengisyarat kan ia tidak mengetahui nya
Erin pun naik ke lantai atas dan menuju ruaangan nya, lalu masuk dalam ruangan dan di ikuti io, yang masih menggendong sang putra semata wayang nya seakan akan ia seperti Beby sister nya Alfa, dan kemudian Agus mengetuk pintu ruangan nya.
"Bu Erin ini berkas yang di minta" Ucap nya dan masih memandang io, yang masih sibuk dengan sang putra.
"Saya permisi " Ucap nya lagi dan berjalan menghampiri io.
"Semangat mas io" Bisik nya menahan tawa dan ingin melangkah keluar namun ia tahan saat Erin berbicara.
"Apa ada yang lucu" Ucap nya dan juga ia memandang nya dengan serius.
"Tidak aku hanya rindu dengan Alfa, hai Alfa nanti kalau sudah besar kita main yah" Ucap nya lagi dan berlalu pergi.
"Awas kamu Gus, berani nya meledek ku kamu tidak tahu kini galak nya istriku" Batin nya menggerutui Agus.
"Mas kaya nya kita harus atur strategi deh, ganti menu di lestoran ini, dan juga menurutku wisma ini kan kecil alangkah lebih baik kita sedikit mengganti menu agar para pelanggan dan pengunjung ketagihan lagi menginap disini, itu yang akan menjadi poin lebih untuk kita agar bisa mendongkrak agar lebih rame lagi pengunjung nya" Jelas nya panjang lebar.
"Terserah istriku saja" Jawab nya singkat dan masih mengajak Alfa bermain.
"Minta Agus untuk membuat kamar di ruangan ini mas agar Alfa bisa leluasa main disini di saat ikut kita" Pinta nya lagi.
"Baik lah tapi ada dua syarat " Ucap nya dan membuat Erin langsung memandang sang suami.
"Apa itu apa mas mau minta izin nikah lagi" Cecar nya dengan serius.
"Tidak, kenapa istri ku sensitif sekali aku mana berani menduakan mu, kehilangan mu saja membuat ku hampir gila" Jawab nya dan merasa takut dengan syarat yang akan di ajukan untuk istri nya.
"Lalu ??" Tanya nya lagi dengan serius dan sudah memasang wajah garang nya.
__ADS_1
"Lahirkan satu anak lagi untuk ku, dan juga panggil aku ayah" Bisik nya dan io tersenyum tipis.
"Hah anak, apa mas bercanda Alfa itu masih kecil aku tidak mau nanti nya kasih sayang nya berkurang" Tutur nya mendengar sang suami mengajukan syarat ia mengira yang bukan bukan kepada suami nya.
"Tidak usah terlalu di fikirkan, yang penting kita rutin olah raga itu sudah membuat ku senang kalau hasil kita serahkan sama takdir " Ucap nya.
"Oh ya panggil aku ayah mulai sekarang karena, aku takut Alfa meniru mu, nanti memanggil ku mas, karena anak kecil suka meniru apa yang orang tua ucapakan" Jelas nya memberi pengertian kepada sang istri.
"Baik lah tapi untuk syarat olah raga aku tidak janji" Ucap nya dengan ketus.
"Sayang...." Panggil nya dengan manja dan sedikit memohon.
"Tidak janji " Cetus nya dan mengambil berkas berkas di meja dan mengecek nya.
"Tatapan nya mengerikan, kenapa aku semakin hari semakin takut pada nya tapi aku masih mengagumi nya, di luar sana banyak wanita yang akan menaikan gaya hidup nya apa lagi setelah suami mempunyai banyak uang, tetapi tidak dengan dia, dia masih tetap sederhana seperti dulu aku mengenal nya, hanya saja sekarang bar bar dan lebih galak menurut ku" Batin nya
*****************************
Di resepsionis Agus ia masih terlihat bingung dengan tingkah laku atasannya yang laki laki seperti, ibu rumah tangga yang perempuan seperti pria pembisnis handal, apa dunia sudah terbalik.
"Kamu membuat ku terkejut" Ucap nya dan merasa kesal.
"Seperti nya ada yang aneh dengan mu" Tanya nya memperhatikan Agus.
"Bukan aku yang aneh tapi bos mu yang aneh" Jelas nya dengan santai.
"Maksud mu" Tanya nya lagi dan sangat penasaran dengan raut wajah Agus yang menggambar kan sesuatu yang aneh bagi nya.
"Kamu tahu sekarang wisma di ambil alih oleh menteri keuangan" Ucap nya.
"Menteri keuangan maksud mu, Erin" Jelas nya lagi kepada Agus.
"Bu Erin... kini ia yang mengambil alih semua nya dan aku yakin dia sebentar lagi ke cafe" Tutur nya lagi dengan cengengesan
"Lalu mas io" Tanya nya lagi dengan rasa penuh penasaran.
__ADS_1
"Tentu saja ia kini beralih profesi menjadi bebysister Alfa" Ucap nya dengan penuh tawa.
Kemudian io, datang menghampirinya dan tentu nya membuat mereka berdua terkejut karena takut ketahuan, mereka membicarakan nya dan lalu terdiam kedua nya.
"Apa yang kalian lakukan di resepsionis" Tanya nya penasaran.
"Tidak ada mas io, sendiri apa ada yang aku bantu" Jawab nya dengan hati hati karena masih takut kalau io, mendengar ucapan nya.
"Menteri ku meminta kamu buat ruangan khusus untuk Alfa" Jelas nya dengan pelan.
"Baik lah serahkan semua pada ku" Jawab Agus tersenyum kecil.
"Dan panggil aku pak, atau nanti menteri ku akan marah ada yang memanggil ku mas selain dia" jelas nya lagi.
"Bukan kah dari dulu aku memanggil mu mas" Jawab nya tertawa.
"Iy dulu ia penurut kini sudah garang" Ucap nya dan berlalu pergi dan mereka berdua pun tertawa mendengar penuturan io.
"Aku harap Nia esok tidak seperti itu" Ucap nya tertawa.
"Wanita itu maha benar, itu sudah rata rata" Jelas nya ke Andi..
"Benar kan aku jadi takut untuk menikah setelah kata kata mu ini" Ucap Andi serius dan Agus hanya tertawa melihat Expresi Andi.
"Sudah lah bukan kah kamu kesini ingin menyampaikan berkas berkas ER-RIO kenapa masih disini" Tanya nya mengingat kan Andi.
"Kamu benar, tapi aku masih terfikir oleh garang nya istri, apa alasan ku nanti bila aku menunda menikahi Nia" Jawab nya merasa cemas.
BERSAMBUNG
Mohon dukungan nya ya, butuh kritik dan saran nya juga Lik comen rate5 dan juga vote
__ADS_1
tinggalkan jejak kalian yah 😘😘😘