Erina I Love You

Erina I Love You
Ep 47. Merasa sia sia


__ADS_3

Setelah dua hari berlalu Io seakan akan sudah tidak memperdulikan Erin. Karena ia merasa selama ini usaha nya dan perjuangan nya ia rasa sia sia. Semua usaha nya di hentikan termasuk menyelidiki tentang kasus Elsa dan Ardi yang mencoba mendekati Erin.


Kini Io membiarkan Ardi mendekati Erin. Io merasa akan sia sia semua yang ia lakukan maka itu Io kini mengabaikan Erin dan hanya mengurus Alfa dan bisnis bisnis nya bagi nya kini Erin tidak penting. Mungkin rasa kecewa nya yang begitu besar sehingga mengalahkan rasa cinta nya yang kini bertepuk sebelah tangan karena, Erin tidak mengingat nya.


Dan Io kini memilih pindah ke rumahnya sendiri karena tidak tahan dengan sikap Erin yang sempat meminta berpisah darinya.


Dirumah sang mertua Io membahas nya dengan kedua orang tua nya dan juga sang ibunda nya.


"Nak Io apa kamu sudah memikirkan nya secara matang" Tanya ibunda Erin dengan berat hati rasa nya mendengar Io ingin pindah ke rumahnya sendiri pastinya akan kesepian karena jauh dari Alfa.


"Ia mah, maaf Io rasa sudah cukup usaha Io untuk memperjuangkan Erin" Ucap nya dengan pelan dan sedikit menunduk hatinya sangat sakit karena Erin meminta berpisah.


"Tapi jangan mengabulkan permintaan nya papah tidak setuju nak Io, kalau nak Io ingin membawa Alfa papah tidak masalah, tapi ingat nak jangan lakukan itu apa pun yang terjadi papah sangat berharap semua baik baik saja" Jelasnya sang mertua.


"Ia pah Io pamit dulu istirhat " Pamit nya melangkah ke kamar. Sementara Erin mendengar bembicaraan mereka bahwa Io akan membawa Alfa entah mengapa hatinya ikut merasa sakit bukan kah ini perpisahan yang di ingin kan agar dirinya bisa bersama Ardi tapi entah mengapa hati Erin begitu sakit.


Tak terasa Erin meneteskan air mata nya merasakan kepedihan Io akan pergi dari rumah itu, seakan akan tidak rela namun semua tinggal penyesalan karena kata kata nya yang membuat Io kini bersikap dingin padanya. Kini Erin melangkah menuju kamar menghampiri Io yang sedang bermain bersama Alfa.


Pintu pun terbuka Erin melihat Io dan Alfa bermain dengan asik tanpa menghiraukan kedatangan Erin seakan akan Io kini sudah membangun dinding yang menjulang tinggi untuk Erina.

__ADS_1


"Apa aku mengganggu" Ucap nya namun Io masih mengabaikan nya seakan akan tidak melihat kehadiran Erina.


"Hallo anak bunda apa bunda boleh gabung bermain bersama kalian" Ucap nya lagi dan Alfa hanya merespon tertawa kecil ucapan sang bunda. Lain hal nya dengan Io masih mengabaikan nya mungkin hatinya sudah terlalu sakit.


"Apa mas Io akan membawa Alfa" Tanyanya memandang wajah Io yang kini datar dan terkesan dingin mengalahkan kutub utara.


"Ia maaf aku tidak bisa mengabulkan permintaan mu" Jawab nya singkat dan berlalu meninggal kan Alfa dengan Erin.


"Apa dia sangat marah dengan ku sehingga sifatnya yang hangat merubah nya 180% dari yang biasanya" Gumam Erina.


"Maafkan bunda ya Alfa bunda janji akan ikut kamu pindah ke rumah ayah mu" Ucapnya dengan pelan dan tersenyum.


"Mungkin aku memang harus mengubur rasa cintaku terhadap mas Ardi, agar aku tidak melukai mas Io lagi mungkin ini adalah keputusan yang tepat walau aku tidak mengingat semua nya kini aku yakin mas Io sangat mencintaiku, meski pun kini aku tidak mencintai nya namun aku yakin dulu aku pasti mencintai nya dan, tidak mungkin aku bisa menikah dengan nya bila tidak ada cinta diantara kita, apa pun itu dan apa pun kenangan ku bersama mas Ardi aku akan mengubur nya sedalam mungkin" Janjinya dalam hati.


Di teras Io duduk memandang bunga bunga anggrek kesayangan Erina, bunganya begitu indah mekar dan berwarna warni terlihat segar dan menggoda para mata yang memandang nya. Io duduk sendiri dan sedang menenangkan hati dan fikiran nya kini jika melihat Erin hatinya terasa sakit mengingat kata kata, yang Erin lontarkan kepadanya. Tiba tiba om Asen satu tim yang lain adalah om Udin dan juga Andi pun datang menemui Io mereka bagaikan, prajurit yang sedang menemui komandan nya.


"Asalamualaikum" Ucap om Udin menyapa dan menerka nerka apa yang sedang di fikirkan Io.


"Walaikumsalam om" Jawab nya dengan singkat mimik wajah nya sudah tak terlihat sebagai Io yang mereka kenal.

__ADS_1


"Apa yang mengganggu fikiran mu nak" Tanya om Asen yang melihat sang keponakan tidak seperti biasa nya.


"Ceritakan pada kami aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai mu" Ucap om Udin.


"Hentikan semua usaha kita om aku sudah ingin tau apa yang terjadi sebenar nya biarkan saja waktu yang akan menjawab semua nya kepada Erin aku sudah lelah, kini aku hanya ingin membahagiakan Alfa dan membuat nya bahagia tanpa Erin" Jelas nya membuat om Udin om Asen juga Andi merasa keheranan.


"Apa yang terjadi apa dia semakin keterlaluan membuat mu marah seperti ini hem" Ucapnya dan ikut merasa kesal pastinya dengan ulah Ardi.


"Dia datang kemari dua hari yang lalu dan seperti yang kalian tahu dia juga berhasil membuat Erin ingin berpisah dariku" Ucap nya membuat ketiga nya terkejut dengan kata katanya.


"Lalu kamu ingin mengabulkan permintaan nya untuk berpisah dengan mu" Tanya om Asen dengan antusias.


"Tidak om papah tidak mengizinkan ku dan aku juga tidak akan menceraikan nya apa pun itu kalau memang ingin berpisah aku tidak akan mengabulkan nya" Jelas Io dengan wajah datar nya.


"Lalu apa yang ingin mas bro lakukan" Tanya Andi dengan serius.


"Minta Agus untuk menghentikan aktivitas mencari tahu tentang Ardi atau pun Elsa semua yang menyangkut pada nya, hentikan semua nya aku sudah tidak perduli lagi" Jelas nya lagi Io dengan rasa sakit nya merasa semua akan sia sia saja.


"Baik lah kami akan melakukan nya tapi om mohon jangan ceraikan dia apa pun itu" Jelas om Udin dengan kekecewaan nya merasa Io sudah menyerah dengan usahanya mendapat kan Erina lagi, om Udin tidak bisa berbuat apa apa lagi.

__ADS_1


"Baik lah jaga Alfa baik baik" Ucap om Asen dan mereka bertiga meninggalkan Io sediri diteras dan masih diam membisu.


Tak ada yang tahu Erina mendengarkan pembicaraan mereka di dalam kini Erina semakin yakin akan cinta Io kepadanya namun kini sudah terlanjur Io membangun dinding hati yang sangat tinggi, sehingga tidak mudah untuk Erin hancurkan begitu saja. Kini tinggal lah penyesalan Erina, dan ingin berusaha ikut bersama Alfa dan suami nya nanti ke rumahnya entah bagaimana itu caranya.


__ADS_2