
Pagi hari begitu tenang kicauan burung burung pun, sebagai nyanyian pagi yang Erina nikmati di pagi hari dan menyiram bunga bunga, anggrek milik nya di teras rumah udara yang sejuk membuat nya semakin segar di pagi hari, suasana yang sangat indah. Sedikit memandang ke arah pegunungan yang terlihat dari teras nya.
"Bunga nya begitu indah tapi, tak seindah hidup ku kini, yang jauh dari Alfa dan mas Io" Gumam nya dan memandang bunga bunga kesayangan nya.
"Erin..." Panggil ayahanda Erin, yang memecah kan lamunan nya di pagi hari ini.
"Papah membuat ku terkejut" Jawab Erin dan tersenyum namun senyum nya agak sedikit berbeda dari biasa nya, apa kah karena Alfa atau karena Io.
"Kamu memikirkan Alfa" Tanya nya dan terseyum.
"Iy pah, Erin merindukan nya, walau awal nya aku tidak mengingat nya namun mungkin kontak batin seorang ibu sangat kuat, sehingga aku memikirkan nya sekarang" Jawab nya dengan pelan.
"Hanya Alfa ? apa Io tidak mengganggu fikiran mu" Tanya nya lagi.
"Entah lah pah, Erin rasa tidak" Ucap nya dengan kebohongan ia merasa malu untuk mengakui di depan ayah nya.
"Baik lah yah pukul berapa sekarang Erin harus Cafe" Ucap nya dan menaruh bunga bunga kesayangan nya.
"Sekarang pukul 08:00 pergi lah biasa nya Andi sudah disana pukul 07:00" Jawab sang ayah, Erin pun mengangguk dan melangkah ke kamar nya dan bersiap siap akan ke Cafe.
Kemudian setelah selesai bersiap Erin pun segera pamit dan bergegas menuju Cafe.
sementara Andi sudah ada di sana dan juga Nia.
Erina pun memandang sudut demi sudut cafe itu dan memperhatikan meja meja lalu, ia teringat sewaktu makan siang bersama Io, bayang bayang itu pun semakin jelas dan semakin membuat nya pusing.
Tiba tiba Nia dan Andi pun menghampiri nya dan mengajak Erin ke ruangan Io di lantai atas.
"Duduk lah kamu tidak apa apa" Tanya nya memandang wajah Erin yang sedikit pucat pasi, mungkin karena sedikit demi sedikit mengingat masa lalu nya.
"Apa dia tidak datang " Tanya nya dan Andi hanya menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Sudah lebih baikan" Tanya Andi.
"Aku tidak apa apa, apa rencana mu" Tanya nya dan memandang Nia.
"ER-RIO buka pukul 10:00 sebaik nya kamu lakukan sebagai mana kamu pemilik Cafe ini menghendel semua nya dan aku yakin mas Io akan berubah seperti dulu padamu, aku nggak bisa lama lama menemani misi mu, Andi akan membantu mu dan yakin lah" Ucap nya.
"Baik lah kamu harus sedikit berekting Andi" Ucap nya.
"Tentu saja jika dulu aku menjalan kan misi untuk nya kini aku menjalan kan misi untuk mu" Jawab nya dan tersenyum.
"Akhir akhir ini aku sedikit demi sedikit mengingat masa lalu ku tapi aku tidak bisa mengingat semua nya, kalian harus bantu aku agar, sikap mas Io kembali lagi seperti dulu lagi padaku" Ucap nya.
****************
Hari ini Io menghabiskan waktu nya bersama Alfa suasana hati nya sedikit mendung, seperti awan hitam yang menyelimuti nya entah itu karena rasa, kecewa nya terhadap Erina yang masih bersarang di hati nya atau memang lelah perjalanan dari rumah sang mertua kemarin.
"Nak Io.. " Panggil sang ibu dan membuat nya terkejut.
"Ada Andi di depan temui lah dulu biar Alfa sama ibu" Jelas nya dan Io pun mengangguk dan berjalan meninggalkan ibu nya dan Alfa untuk menemui Andi.
Terlihat Andi sudah duduk di sofa dan memainkan ponsel nya.
"Tumben pagi pagi kesini, apa kamu melupakan tugas tugas di Cafe" Tanya nya dan duduk di sebelah Andi.
"Aku di suruh pulang sama Erin" Jelas nya dan masih memainkan ponsel nya, kemudian Io merasa heran karena Erin ada di Cafe, dan meminta Andi pulang.
"Apa maksud mu" Tanya nya lagi penasaran akan kata kata Andi.
"Erin sudah menghendel semua nya, dan dia bilang dia lebih berhak karena dia istri mu" Jelas nya.
"Apa benar dia berkata seperti itu " Batin Io pun menerka nerka, ada apa dengan Erin.
__ADS_1
"Apa saja yang ia lakukan disana" Tanya nya lagi dengan serius.
"Menghendel semua nya bahkan semua berkas berkas, keuangan dia telah menyelesaikan nya." Tambah nya
"Mas bro tahu kemarin juga Erin ke ER-RIO dan melakukan hal yang sama di sana" Ucap nya.
"Apa maksud nya, apa dia ingin meminta cerai dan meminta hak gono gini terhadapku" Ucap nya. Andi pun sebenar nya ingin tertawa namun ia menahan nya.
"Entah lah apa mas bro akan berdiam diri di sini, jangan jangan dia juga akan mengambil hak asuh Alfa" Ucap Andi membuat Io ketakuatan.
"Ayo ke Cafe sekarang" Ajak nya dan meraih kunci mobil dan bergegas menuju Cafe.
Sesampai nya di Cafe semua kariawan disana pun sudah tahu rencana Erin dan mematuhi semua keinginan Erin. Io pun masuk dalam cafe dan menuju ruangan nya dan saat ingin membuka pintu ruangan nya, salah satu dari kariawan nya mencegah nya.
"Maaf pak Io saya di pesan kan Bu Erin untuk tidak membuka ruangan ini, siapa pun itu termasuk pak Io" Ucap salah satu kariawan nya.
"Apa maksud mu, aku pemilik cafe ini kenapa aku tidak boleh masuk ruangan ku sendiri" Protes nya.
"Maaf pak saya hanya menjalan kan tugas" Jawab nya dan sedikit menunduk. Andi pun hanya diam karena semua ini juga adalah bagian dari ide nya.
"Kenapa kamu mematuhi nya aku atasanmu" Ucap nya dengan kesal.
"Tapi pak Io Bu Erin adalah menteri keuangan pak Io apakah bapak tidak takut bila menteri keuangan bapak mengundurkan diri" Jawab nya.
"Baik lah dimana dia aku akan menemui nya" Ucap Io dengan kesal.
"Ada di lantas tiga pak" Jawab nya dan Io berlalu menuju lantai tiga dengan langkah cepat karena kesal terhadap sang menteri keuangan nya itu.
Sesampai nya di atas Erin sedang berkutat dengan berkas berkas keuangan cafe dan ingin mengganti, beberapa menu agar bisa mendongkrak lebih ramai pengunjung nya lagi.
Tiba tiba Io berdiri di hadapan nya dengan wajah yang datar dan sangat dingin, sehingga mengalahkan dingin nya suasana kutub utara Erina masih mengabaikan, Io di hadapan nya.
__ADS_1
"Apa maksud mu, apa Ardi benar benar sudah memporak porandakan hati dan fikiran mu sehingga, kamu tidak lagi memandang Alfa dan aku sebagai suami mu" Ucap nya dengan lantang dan menahan emosi nya.