Erina I Love You

Erina I Love You
Ep 48 Rencana Erina


__ADS_3

Waktu pun sudah berlalu hari ini Io akan membawa Alfa dan ibunya ke rumah nya lagi namun tidak mengajak Erina karena Io sudah mengabaikan nya bagi nya seakan akan seperti musuh untuk Io. Io dan ibunya pun sudah berkemas bersiap siap akan berangkat


"Mas Io apa aku boleh ikut mengantar Alfa" Tanyanya namun Io masih juga mengabaikan nya.


"Tidak perlu sebaik nya kamu istirahat dan jaga kesehatan mu" Jawab nya membuat hati Erina semakin terasa teriris, sebenar nya Io sangat berharap Erina ikut tinggal bersama nya namun mendengar kata kata Erin ingin ikut mengantarkan saja membuat Io semakin terluka.


"Aku fikir kamu akan memintaku untuk mengajakmu ternyata cintaku hanya bertepuk sebelah tangan" Batin nya, dan menahan rasa yang begitu amat pedih sang istri telah lupa pada nya.


"Baik lah " Jawab Erin berlalu masuk dalam kamar dan menangis hati nya seakan tidak rela sikap Io yang dulu nya selalu hangat kini begitu dingin dan cuek serta mengabaikan nya.


"Nak Io hati hati, jeng hati hati dan kamu cucu ku sehat sehat ya nak aku pasti akan merindukan mu" Ucap ibunda Erin


"Mamah jangan khawatir Io pamit mah, pah, jaga kesehatan Io akan sering berkunjung" Ucap Io dan masuk dalam mobil.


"Jaga kesehatan mu besan ku aku yakin semua akan baik baik saja" Ucap ibunda Io dan masuk dalam mobil dan melambaikan tangan nya kepada kedua besan nya.


Sedangkan di kamar Erina menangis tidak rela Alfa meninggalkan nya. Seakan akan Tuhan dengan cepat membalikan hati seseorang, kini Erina terdiam di dalam kamar nya dan kedua orang tua nya menghampiri nya.


"Kenapa kamu menangis nak" Tanya sang ayah dan mengusap pucuk kepala sang anak.


"Erin merasa tidak rela berjauhan dengan Alfa" Ucap nya padahal ia juga tidak rela melepaskan Io pergi dari rumah.


"Apa kamu tidak merasakan sedikit pun rasa cinta, Io terhadap mu hem" Tanya sang ibu.


"Erin tidak tahu mah, kini Erin merasa sakit setelah apa yang Erin kemarin lakukan pada mas Io" Jawab nya pelan dan memeluk sang ibu.


"Sudah jangan menangis, dengarkan mamah dia adalah suami mu dan dia suami pilihan mu kalian menikah bukan karena perjodohan atau pun paksaan apa pun, kamu dan Ardi berpisah karena Ardi menghianati mu, kamu memang tidak mengingat nya namun percaya lah kata kata mamah nak, mamah hanya ingin yang terbaik untuk mu. Jangan pernah kamu meminta Io menceraikan mu" Pinta nya dan masih memeluk sang anak.

__ADS_1


"Apa benar mas Ardi menghianatiku" Ucap nya dalam hati bertanya tanya dan merasa sedikit tidak percaya.


"Apa yang harus Erin lakukan mah, Erin tidak mau melukai mas Io mau pun anak ku Alfa" Jelas nya dengan penyesalan nya.


"Jadi lah Erina istri Mario yang sesungguh nya " Ucap nya.


"Maksud mamah" Tanya nya lagi karena tidak paham apa yang di maksud sang ibu.


"Pergi lah ke Cafe dan gantikan pekerjaan Io mamah yakin Io sekarang merasa kecewa dengan mu dan tidak akan ke Cafe atau ke Wisma nya bantu lah dia dan mamah yakin dia kan menaruh perhatian nya padamu lagi dan sering lah berkunjung menemui nya" Jelas sang ibu.


"Baik lah Erin akan ke Cafe sekarang" Tegas nya dengan rasa semangat yang tinggi.


Erina pun bersiap dan akan ke Cafe milik suami nya dan berpamitan kepada kedua orang tua nya.


"ER-RIO Cafe atau wisma " Gumam nya dalam hati dan kini Erina menuju ke ER-RIO terlebih dahulu disana ada Nia yang harus ia temui terlebih dahulu.


"Mas Io.. " Racau nya masih berdiri di depan toko itu dan sedikit mengingat kebersamaan nya dengan Io mulai dari mengingat menjadi Karina yang bekerja di toko itu dan makan di Cafe bersama Io.


Masih memejam kan mata nya Erina terkejut dengan Nia yang menghampiri nya dan juga menyapa nya.


"Erin... " Panggil nya dan tersenyum dan juga segera menghampiri sang sahabat nya itu.


"Hah iya Nia" Ucap nya terbata dan sedikit sempoyongan dan di bantu oleh Nia.


"Ayo masuk " Ucap nya dan semua kariawan melihat nya bertanya tanya apa yang terjadi pada nya sehingga Karina yang mereka kenal sebagai kariawan baru disana.


Setelah duduk di dalam ruangan Nia Erina terbayang bayang sedikit demi sedikit, kenangan nya bersama Io.

__ADS_1


"Kamu tidak apa apa, apa kamu sakit" Tanya nya lagi Nia pun memperhatikan nya dengan rasa penasaran.


"Apa dia mengingat sesuatu masa lalu nya" Ucap nya dalam hati.


"Bantu aku untuk dekat lagi dengan mas Io" Ucap nya dengan pelan dan menaruh harapan kepada Nia sang sahabat. Nia pun masih diam dan tidak paham apa yang di maksud Erin dan merasa heran apakah sahabat nya itu mengingat sesuatu fikir nya.


"Bukan kah kau sahabat ku kenapa kamu tidak menjawab ku, apa kamu menyukai mas Io" Tanya nya karena mengingat kedekatan Io dengan Nia sewaktu ia bekerja di ER-RIO.


"Hah kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu juga belum mengingat ku bahwa Andi adalah kekasih ku" Tegas nya dengan nada marah.


"Aku belum mengingat nya kini aku yakin mas Io adalah yang terbaik untuk ku dan Alfa" Jelasnya.


"Baik lah apa tujuan mu kemari" Tanya nya lagi dan memandang ke arah nya.


"Tujuan ku memperbaiki hubungan ku dengan mas Io" Ucap nya dengan pelan mengingat dirinya meminta berpisah dengan Io, dan Erin pun menceritakan kejadian Io memukul Ardi dengan ditail.


"Baik lah begini saja ikuti renacanaku" Ucap nya dan membisikan rencana nya, Erin pun mengangguk dengan rencana Nia.


______________________________________


Hallo selamat sore kakak kakak semua


semoga kita selalu di beri kesehatan dan keberkahan. Jangan lupa tinggalkan jejak mu dan dukung cerita ku ini yah, jangan lupa like coment Rate5 dan juga vote.


hayo sudah vote belum vote dong biar aku makin semangat lagi, kemarin libur up aku nya lagi revisi biar makin rapi silakan comen kritik dan saran nya biar aku nulis nya makin bagus lagi.


Salam semangat semua kakak kakak pembaca dan Penulis Mangatoon/noveltoon semangat semangat semangat.😘

__ADS_1


__ADS_2