
Seiring waktu berjalan. Hari - hari waktu Erina di habiskan untuk di rumah, dan sama sekali tidak melakukan apa pun semenjak ia tahu, kehamilan nya. Kuliah pun hanya seminggu dua kali Io dengan telaten menggantikan posisi Erina memasak, dan hal lain nya sekali kali Io ke cafe, untuk mengecek keuangan dan toko baju yang Nia kelol, semenjak Erina punya toko baju Nia berkerja, di tempat Erina, dan di toko om Asen telah di gantikan dengan sepupu Nia.
***********
Terlihat seorang wanita dengan tubuh yang berisi semenjak kehamilan nya, duduk dan meluruskan kedua kaki nya di sofa. Perut Erina pun semakin besar, karna kandungan nya sudah hampir mendekati masa persalinan.
"Mas.... Erin sekarang sering merasakan ngilu di punggung dan pinggang kaya rasa Pegel dan kram." Ucap Erina mengeluh kepada sang suami.
"Sini mas pijitin, dan kaki nya mas kasih minyak gosok yah ini bengkak kaki nya" Jawab nya sang suami sambil mengoleskan minyak gosok di kaki sang istri.
"Mas udah nyiapin nama buat calon anak kita" Ucap Erina merasa bersyukur karna mendapat kan suami seperti Io.
"Sudah... Mas juga udah suruh Agus buat bikin dekorasi kamar anak cowok" Jelas nya sang suami masih dengan melakukan aktivitas nya memijat kaki sang istri.
"Erin merasa cemas mau menghadapi kelahiran calon putra kita mas" Ucap Erina dengan penuh khawatir.
"Jangan berhenti untuk berdoa dan, meminta sama Allah biar di lancarkan semua nya" Ucap sang suami dan juga mencoba untuk menenangkan sang istri tercinta nya, selintas pikiran Io mengingat ucapan Ardi di swalayan dan di repsepsi pernikahan waktu itu.
"Apa Erin sayang sama mas" Tanya nya Io sang suami dengan menatap sang istri. Sejenak Erina terkejut akan pertanyaan sang suami. Karena Erin tau selama menikah, Io selalu mengungkap kan perasaan sayang nya kepada Erina, Namun berbeda dengan Erina. Meski nyaman dengan menyandang sebagai istri, namun belum pernah sekali pun ia mengungkap kan, rasa cinta dan sayang nya. Erina hanya ragu dengan perasaan nya, takut terluka lagi. Walau Erina tau, sang suami adalah tipe suami yang baik dan sangat perhatian.
Walau tidak bergelimbang harta benda, Namun Erina merasa nyaman di dekat
Io dan tidak pernah merasakan kekurangan.
"Kenapa mas nanya seperti itu, Apa Erin terlihat tidak menyayangi mas" Jawab Erina yang masih dalam kebimbangan nya, apa rasa nyaman selama ini adalah, rasa sayang atau rasa karna memang sudah menyandang sebagai istri.
Entah lah Erina pun tidak memahami
Semua perasaan Erina terhadap Io.
"Yang paling penting sekarang, disini ada anak kita, dan Erin milik mas, begitu juga mas milik Erin" Jelas nya Erina sambil menyentuh perut nya yang sudah makin besar, dan juga memberi pengertian kepada sang suami.
"Kata dokter kapan perkiraan sang calon anak kita lahir, bukan kan kita harus membeli untuk perlengkapan bayi " Ucap nya. Karna yang di harap kan Io tadi adalah ungkapan perasaan Erina, karna Io merasa takut Erina berpaling dan kembali ke masa lalu nya bersama Ardi.
__ADS_1
"HPL nya bulan depan tanggal 9, itu hanya perkiraan bisa jadi maju dua minggu, bisa juga mundur dua Minggu" Ucap Erina dan menjelaskan HPL nya kepada sang suami.
"Nanti sore aja ya kita belanja keperluan bayi nya, sekalian kita pergi ke rumah mamah, Erin lama kan, nggak ke rumah mamah" Ucap nya sang suami. Erina pun mengangguk, dan juga tersenyum bangga karna, ia mendapat kan suami yang perhatian dan pengertian.
********
Di perumahan pinggir kota tepat nya di kawasan bantarbolang, yang terkenal sejuk dan indah akan pesona gunung Slamet di sana udara begitu sejuk, meski hari sudah siang.
"Mamah dari tadi masak nggak selesai selesai, masak apa sih mah, kok banyak sekali" Protes sang ayahanda Erina.
"Anak sama mantu kita mau kesini pah, tadi nak Io ngabarin mamah minta di masakin, Erin hamil makan nya susah, kata Io makanya mereka akan berkunjung kesini, dan mecoba masakan mamah masih cerewet apa nggak nanti nya" Ucap sang ibunda Erina.
Dan sang ayahanda Erina pun berlalu, duduk di depan teras. Menikmati secangkir kopi dan menunggu sang anak dan juga menantu tiba, kicauan burung burung pun menjadi suasana lebih segar dan terkesan indah. Di rumah hanya ada kedua orang tua Erina, saja sang adik laki laki Erina di pindah kan ke pondok pesantren, sekolah sambil menjadi santri.
****************
\-\-\-\-Yogya mall\-\-\-\-
Terlihat di sebuah Mall satu satu nya di kota Pemalang, sepasang suami istri sedang memilih barang-barang perlengkapan bayi yang mereka tunggu tunggu.
"Bagus... Beli baju bayi nya jangan terlalu banyak cukup 1 lusin campur warna, karna anak bayi itu semakin lama semakin besar jadi beli nya kalau mau banyak ukuran nya, campur sama yang Size besar" Jawab nya singkat.
"Mas pinter... Belajar dari mana" Tanya nya dan tersenyum manis.
"Ibu yang bilang.. Udah belum, kalau udah bawa sini, semua mas yang bawa, biar mas yang antri di kasir. Erin tunggu di mobil aja." Ucap Io sambil mengambil alih semua nya barang barang yang di pilih sang istri.
Setelah memberikan kepada sang suami, Erina berlalu menunggu sang suami di parkiran, sambil menikmati cemilan dan juga minuman yang ia beli barusan. Kemudian setelah selesai Io membayar semua nya Io masuk dalam mobil dan, melajukan kendara an nya ke rumah sang mertua.
"Erin ada yang mau di beli nggak buat mamah" Tanya sang suami.
"Nggak usah lah biasa nya mamah, bikin kue banyak" Ucap Erina yang masih menikmati cemilan makanan ringan, karena semenjak hamil memang Erina gemar makan makanan ringan.
"Jangan terlalu banyak makan makanan ringan, nggak bagus" Ucap sang suami menasehati nya. Erina pun hanya bisa mengangguk dan tidak membantah, karna memang, sifat Erina adalah penyabar dan penurut walau kadang cerewet dan kekanak kanakan, sampai nya di rumah orang tua Erina, Io pun turun lebih dulu untuk segera membuka kan pintu, sang istri karena memang semenjak Erina mengandung tubuh nya, naik dengan sangat drastis. kedua orang tua Erina pun sudah menyambut kedatangan mereka, dan tersenyum bahagia melihat sang anak perempuan nya akan segera memberi cucu.
__ADS_1
"Asalamualaikum mah..." Ucap nya. Erina dan Io dan mencium tangan kedua Orang tua nya.
"Walaikumsalam...." Jawab nya.
"Ayo masuk mamah udah masak banyak buat kamu" Ajak sang ibunda Erina.
"Erin rindu masakan mamah, Enak nih kaya nya" Ucap Erina dan menikmati makanan masakan sang ibunda tercinta.
"Gimana cafe sama toko baju nya nak Io terus Erin gimana cerewet nggak di rumah" Tanya sang ibunda Erin yang langsung melontarkan banyak pertanyaan.
"Mah satu satu nanya nya, anak sama mantu kita juga baru Dateng" Protes nya sang ayahanda Erina.
"Hehehe nggak papa pah, Io paham, Pasti mamah khawatir sama anak nya yang cantik ini" Ucap Io yang sedang menggoda nya. Dan Erina yang di goda sang suami, Pun hanya senyum dan malu - malu.
"Cafe sama toko lancar mah, Kalo Erin, mamah bisa lihat berubah drastis, makin semox wkwkwkwkwkw" Ledek nya kepada sang istri
"Erin gendut banget ya mas" Ucap Erina polos, dan merasa minder karena berat badan nya naik drastis.
"Makin sexy......" Bisik Io di telinga sang istri Erina pun makin malu, sudah bisa di bayang kan muka nya udah kaya pake Blossom satu kg.
"Udah udah makan nya di habiskan terus istirahat pasti kalian juga capek kan, lumayan dari kota Pemalang ke Bantarbolang." Ucap sang ibunda. Setelah selesai makan, Erina dan Io Pun akan menginap di rumah mertua nya.
Erin dan Io pun bergegas masuk kamar dan mandi membersih kan diri dan melaksanakan sholat dan akan berakhir di ranjang 😂😂😂
"Mas boleh minta makan malam nggak"
Bisik nya dan tersenyum.
"Nggak boleh..." Ucap Erina sambil berpura pura cuek dan mengabaikan nya.
"Boleh ya..?" Ucap lagi sambil memohon dan merayu sang istri.
"Nggak boleh, Erin semenjak hamil kurang perhatian dari mas" Protes nya Sang istri.
__ADS_1
"Iy maaf, mas bakal lebih perhatian lagi" Ucap nya dan tersenyum.Tetapi mengabaikan yang di lontarkan Io. Dan Erina sudah lebih dulu memeluk sang suami dengan penuh gairah mungkin Karna hormon kehamilan nya yang kadang berubah ubah.