Erina I Love You

Erina I Love You
Ep 59 Makin penasaran


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Zidan masih saja memikirkan Erina, sejak pandangan pertama ia bertemu dengan nya. Sejak saat itu juga ia tidak pernah sedetik pun melupakan wajah nya, di fikiran nya hanya wajah Erin lah yang selalu muncul dalam memori ingatan nya.


"Ya Tuhan kenapa aku memikirkan nya terus, bahkan sedetik pun aku tidak ada henti henti nya membayangkan senyuman nya, seakan akan aku gila di buat nya" Gumam nya masih duduk di meja kerja nya.


Ifan semakin heran dengan apa yang di lihat nya, seorang Zidan Al-Rasid duduk termenung seakan akan seperti orang patah hati, lalu Ifan memberanikan diri menyapa tuan nya.


"Pak... pak Zidan" Panggil nya berulang kali dan membuat sang tuan terkejut dan merasa kesal.


"Kenapa mengejutkan ku" Ucap nya dengan nada yang ketus dan sedikit masam.


"Maaf pak, ada rapat sepuluh menit lagi" Ucap Ifan dan ia hanya diam karena ia melihat sang atasan suasana hati nya, sedang buruk.


"Menurut mu apakah hubungan mereka sangat harmonis" Tanya nya seakan akan ia sangat penasaran sekali dengan CEO Alfarisqi itu.


"Maksud pak Zidan Bu Erin" Ucap nya dengan pelan, dan sangat berhati hati.


"Tentu saja siapa lagi, bahkan aku tidak bisa berhenti memikirkan nya" Tutur nya membuat sang asisten nya itu juga merasa terkejut, bahwa sang atasan nya itu telah menyukai CEO tercantik sejawa tengah, yang kini menyandang istri io.


"Dari penyelidikan ku, Bu Erin ia jarang terlihat bersama suami nya, dan ia juga hanya sering bersama sang putra semata wayang nya, karena bukan hanya itu saja bisnis nya yang ia punya. Ia juga pemilik ER-RIO sepuluh ruko di kota ini" Jelas nya juga membuat Zidan merasa heran dan semakin ia penasaran.


"Apa orang tua suami nya sangat kaya" Tanya nya lagi ia semakin di buat rasa penasaran dan ia merasa kagum wanita secantik itu bisa bisa nya menghendel bisnis bisnis nya dengan mudah.


"Tidak pak, orang tua dari suami nya bahkan ia sangat sederhana, dan juga ayahanda Bu Erin saja hanya PNS biasa. Bahkan Bu Erin saja ia tidak melanjut


kan kuliah nya" Jelas nya Ifan.

__ADS_1


"Benar kah, siapa dia sebenarnya kenapa ia begitu hebat, tidak bergelar sarjana dia bisa memimpin hotel dan bisnis lain nya" Ucap nya ia sangat terkejut dengan penuturan asisten nya, seakan akan ia semakin gila memikirkan istri orang tersebut.


"Ah.. sial aku bisa gila terus terusan kalau memikir kan nya" Gerutu nya dalam hati.


**********************************


Hari ini adalah hari istimewa untuk Nia dan Andi, pagi ini pukul 09:00 adalah prosesi akad nikah mereka, Nia di temani oleh Erin juga io selaku mendampingi mempelai perempuan, karena Nia sudah tidak punya keluarga lagi Nia adalah gadis yatim piatu, sementara Andi di dampingi keluarga nya dan juga di apit oleh Alen juga Agus.


"Mom aunty Nia begitu cantik, aku juga ingin menikah kelak jika aku sudah besar dan juga pengantin yang cantik seperti aunty Nia" Tutur nya ia membuat kedua orang tua Alfa sangat terkejut oleh penuturan nya, membuat Andi dan Nia pun tertawa.


"Hah penuturan putraku membuat aku sangat terkejut, masih kecil saja dia sudah tau mana wanita cantik mana wanita biasa saja" Batin Erin, ia geleng geleng melihat tingkah pola sang putra.


"Hei tuan bos, jika nanti aku mempunyai anak perempuan, bagaimana kalau kau saja ku jadi kan menantu ku" Tutur Andi sambil tertawa kecil.


"Benar kah, baik lah apa uncle Andi janji" Jawab nya dengan riang, dan tersenyum.


"Sudah ayo... semua sudah siap bukan kah kita harus bersiap ke hotel untuk resepsi mu" Ucap Erin.


Mereka pun semua bergegas ke hotel, untuk acara resepsi pernikahan nya setelah ia telah melaksanakan ijab qobul di salah satu masjid agung Pemalang.


Sesampai nya di hotel, Erin pun juga masih menemani Nia dan setelah ganti baju naik kepelaminan untuk bersanding dengan sang pria yang kini menjalin kasih selama lima tahun ini.


Disana banyak teman dan kerabat, dan tentu nya teman semasa SMA nya juga mata Erin pun tertuju pada salah satu wanita bergaun hitam itu.


"Selamat ya Nia" Ucap wanita itu dan juga ia merasa mengenali Erin.

__ADS_1


"Selamat ya Andi, kamu begitu setia menjaga teman ku ini sampai berakhir di pelaminan" Ucap nya lagi.


"Iy makasih sudah datang" Ucap Nia dan ia sangat bahagia banyak dari teman satu kerja dan juga teman SMA nya.


"Bukan kah kamu Erina" Tanya nya dan ia juga memerhatikan wajah Erin dengan seksama.


"Apa kamu lupa Chika, dia primadona SMA PGRI RDD dulu" Tutur Nia dengan ledekan nya


"Benar kah kamu tambah cantik, dan apa kamu tidak mengenaliku, lagi" Tanya nya, kemudian Nia baru mengingat nya bahwa Erin pernah amnesia.


"Oh maaf Chik, dia belum lama kecelakaan dan hilang ingatan, maaf aku lupa" Ucap nya merasa tidak enak dengan sahabatnya Erina.


"Tidak apa apa, maaf ya Chik aku sama sekali tidak mengingat mu" Tutur Erin, terhadap kedua nya, mereka pun hanya mengangguk dan tersenyum memaklumi Erina, dan Chika pun berlalu pergi untuk menikmati perasmanan yang di sediakan dari hotel tersebut.


"Aku tinggal sebentar yah, Alfa dan mas io tidak terlihat" Ucap nya dan Erin juga menyapu pandangan nya ke arah tamu tamu, mencari anak dan suami nya. Dan kemudian Erin turun dari panggung pelaminan dan mencari kedua nya.


Kemudian di sisi lain Alfa dan io mereka tengah asik menikmati makanan nya dan tidak sengaja ada seorang wanita memperhatikan nya dari kejauhan, dan wanita bergaun hitam itu telah lama ia memerhatikan io, dan Alfa sang putra.


"Siapa laki laki itu, dia begitu tampan dan ia sangat penyayang terhadap anak kecil, sungguh pria idaman tapi kenapa mereka terlihat berdua saja, di mana ibu nya" Batin Chika penasaran dan ia memperhatikan nya lebih lama.


Kemudian Chika perlahan mendekati nya ia dengan sengaja ingin mengampuni nya ia begitu bersemangat, ia menyangka io adalah duren karena tidak terlihat seorang wanita di dekat nya.


"Hai apa aku boleh duduk disini" Ucap nya ia memandang Alfa dan juga io, ia juga sangat mengagumi ketampanan io ia terlihat sangat mempesona bagi nya.


"Silahkan" Jawab io dengan biasa, ia masih sibuk menyuapi sang putra.

__ADS_1


"Kenapa aunty mau duduk disini, kenapa tidak di tempat lain aku tidak suka dengan aunty" Ucap nya membuat io tercengang io merasa heran dengan sikap sang putra.


"Tidak boleh seperti itu tidak sopan" Ucap io dengan pelan dan memberi pengertian pada sang putra.


__ADS_2