
💞💞💞💞💞
Sudah beberapa minggu Io, puasa olah raga malam semenjak tau sang istri sedang mengandung, darah daging nya. Hari ini Io tidak berangkat ke proyek, lagi karena sudah hampir finis itu artinya sudah hampir selesai, dan Io berfikir Ingin menemani sang istri di rumah seharian. Semenjak tau istri nya mual mencium, bau bau masakan Io tidak pernah mengizin kan nya masak lagi di dapur setiap hari makan nya beli di luar.
"Sarapan dulu yuk, tadi mas udah beli in bubur ayam" Ucap sang suami dengan penuh perhatian nya.
"Erin pengen nya makan bakso mas" Jawab Erina sambil tersenyum.
"Mana ada pagi pagi orang jual bakso sayang" Protes nya sang suami yang sedang memberi pengertian.
"Ya udah sekarang makan dulu, bubur ayam nya habis ini mas keluar cari bakso" Ucap Io sambil tersenyum dan merayu agar ia mau menghabiskan bubur ayam nya. Erina pun menuruti permintaan sang suami, dan menghabis kan bubur ayam yang Io beli.
"Ini minum dulu, mas berangkat cari bakso. Dan duduk manis nonton tv jangan keluar, banyak ular soal nya" Ledek sang suami, Erina pun masih belum mengerti, yang di maksud sang suami ular apa hanya mengangguk dan terlihat cuek. Io pun keluar, pergi mencari bakso di pagi hari, meski aneh permintaan nya namun Io sadar, pasti kehamilan nya yang membuat sang istri minta yang aneh-aneh.
" Kaya nya aku harus ketempat nya Andi deh" Ucap Io dan bergegas ke rumah Andi sesampai nya di rumah Andi, Io pun turun dan mengetuk rumah Andi.
"Asalamualaikum.. " Ucap nya dan masih berdiri di depan pintu.
"Walaikumsalam.... " Sahut nya dari dalam. Andi pun menjawab salam dan membuka kan pintu dan ternyata Io.
"Eh mas Io masuk mas, kenapa nih pagi pagi datang kerumah, tidak ada angin tidak ada hujan" Ucap Andi sambil Tertawa.
"Ndi tante nya Nia kan jualan bakso bola mas kan yang di Sudirman, kira kira nih jam segini udah ada belum yah" Tanya Io
"Mas Io masih mimpi apa yah pagi pagi nyari bakso, ntar agak siangan kali mas." Jelas Andi.
"Erin ngidam bakso pagi pagi" Ucap nya polos dan agak kesal.
"Aku hubungi Nia ya mas bro, biar dia bilangin sama tente nya suruh bungkus nanti mas Io tinggal kesana ngambil" Ucap Andi merasa kasihan karena Io pagi pagi di kerjain Erin meminta beli bakso.
"Udah aku chat nih si Bebeb Nia, kata nya ok. Eh mas bro ngomong ngomong ada nggak lowongan kerja nih" Jawab nya, dan masih memain kan ponsel nya.
__ADS_1
"Kenapa Andi butuh loker" Tanya Io, penasaran.
"Iya nyari tambahan mas bro, maksud nya yang bisa sip sip an, biar bisa daubel gitu l kerja nya biar bisa buat nabung nikahin anak orang heheehehehehe" Jawab nya Andi sambil tersenyum penuh harap.
"Rencana aku mau buka cafe gimana kalau, kamu yang jaga, sebagian si udah ada kariawan yang daftar tapi belum tau nih kapan buka nya, soal nya aku belum kasih tau Erin." Jelas nya Io kepada Andi.
"Lah emang rencana kapan mas bro" Timpal Andi.
"Rencana si sebelum proyek RS funis, biar nanti aku mau belajar buka Cafe aja, biar bisa nemenin istri terus. Mau pensiun kayanya aku dari proyek ndi." Ucap Io.
"Loh bukanya enak tu mas kalau borong proyek, dapat untung, udah ada yang kerja kita tinggal ngarahin orang sama ngantur kariawan dan matrial" Jawab Andi yang masih penasaran kenapa Io mau pensiun.
"Ya itu si kata kamu, nama nya kerja itu nggak ada yang enak, semua capek" Jelas nya lagi.
"Eh ngomong ngomong nih Nia udah kasih tau sama tante nya mas bro tinggal ambil, aku mau berangkat kerja dulu." Ucap Andi yang ingin bergegas berangkat berkerja. Io pun mengangguk dan berlalu pergi, untuk mengambil pesanan nya tadi di tempat tantenya Nia.
"Untung punya kenalan yang jual bakso, kalau nggak, ya nggak bakal ada pagi pagi gini " Gerutu nya dalam hati. Io pun segera mengambil pesanan nya dan, bergegas pulang ke rumah. Sesampai nya di rumah Io, masuk dan menemui sang istri.
"Asalamualaikum... " Ucap nya lalu menaruh bakso nya di meja.
"Bakso nya mas taro di mangkuk ya, mumpung masih anget nih di makan dulu" Ucap nya sambil menyiap kan sendok dan garpu nya.
"Mas aja yang makan bakso nya, Erin udah nggak pengen" Jawab nya sang istri dengan enteng nya dan tersenyum kepada sang suami. Io pun tersenyum dan mengangguk dalam hati nya menggrutui sang istri, namun Io sadar yang ia hadapi adalah, sang jabang bayi jadi tidak ada guna nya juga mau marah.
"Sabar dan sabar..." Batin nya. Setelah menuruti sang istri menghabiskan bakso nya Io pun duduk di samping sang stri.
"Mas nggak berangkat ke proyek" Tanya Erina
"Nggak. Mas mau di rumah nemenin istri mas" Jawab Io sambil tersenyum dan juga memeuk istri nya yang masih cuek dengan acara tv yang ia tonton.
"Mas udah lama puasa, mas belum sarapan dari kemarin, kemarin dan kemarin nya lagi dan lagi." Protes nya dan tangan Io sudah entah kemana mana.
__ADS_1
"Erin pikir mas udah lupa" Ledek Erina. Tertawa cekikikan.
"Masa ia mas lupa, olah raga yuk" Jawab nya sambil mencium dan memeluk nya.
"Aku sangat menyayangimu" Bisik nya dan tersenyum memandang sang istri. dan mereka menghabiskan waktu sarapan pagi di kamar nya.
*************
Terlihat seorang pria paruh baya, yang sedang menikmati teh bersama sang anak, rumah besar yang terkesan mewah itu hanya di huni oleh Asem dan Alen sang anak.
"Pi mas Io jadi buka cafe, emang proyek nya udah selesai pi" Tanya nya Alen dengan rasa ingin tahu nya.
"Bentar lagi finis proyek nya, ruko papi yang di dekat alun alun mau di beli Io, dia mau buka cafe kata nya. Mau pensiun dari proyek agar bisa menemani istri nya, yang kini lagi hamil" Jelas nya.
"Kenapa tidak papi berikan saja untuk mas Io, lagian papi banyak banyak ruko buat apa. Alen juga udah punya usaha sendiri" Ucap Alen meski, Alen sempet iri sama Io, tapi tetep Io adalah saudara sepupu nya, dan Alen berfikfir tidak mungkin ia membenci saudara nya hanya gara gara seorang perempuan.
"Papi udah bilang, suruh pake aja tapi Io mana mau, kamu pasti tahu sifat Io bagai mana. Rumah yang di victory saja, Io tidak mau menempati lebih memilih membeli sendiri dan menolak pemberian papi " Jelas Asen kepada anak nya. Asen tau Io tidak suka menggantung kan diri nya kepada siapa pun termasuk diri nya.
********************
Setelah sarapan pagi hingga dua kali, kareba sudah lumayan lama berpuasa, setelah mandi Io membaring kan tubuh nya di ranjang dan memeluk sang istri.
"Sayang gimana kuliah nya, apa anak mas merepotkan saat di ajak kuliah" Tanya Io sambil mengusap perut sang istri.
"tidak mas, paling kalau di rumah saja ada rasa pengen ini itu, tapi hanya sebentar lalu hilang" Jawab Erina menceritakan keluhan nya.
"Bentar lagi proyek mas finis, itu artinya mas akan menemani mu setiap saat" Ucap Io sambil memeluk sang istri lebih erat.
"Mas rasa mau berhenti kerja proyek, mas mau lebih banyak waktu untuk menemani mu dan calon anak kita" Jelas nya, Io ingin dirumah agar bisa menemani sang istri. Erin masih setia menjadi pendengar sang suami yang lagi bercerita, sambil mencubit Kecil hidung nya.
"Semoga lancar semua nya" Ucap nya
__ADS_1
"Mas juga mau beli ruko nya om Asen yang di deket alun alun, rencana mas mau bikin cafe, mas minta tolong resep resep masakan istri mas di copy buat di cafe mas yang mau buka gimana, menurut Erin.." Ucap sang suami panjang kali lebar kaya tanah kaplingan.
"Iy Erin siap bantu semoga lancar" Jawab nya dan semakin erat membalas pelukan sang suami. Menghabiskan waktu bermanja ria, bercanda gurau dan tertawa bahagia bersama suami pilihan takdir menurut nyaðŸ¤