
Saat terbangun Erina sangat terkejut karena Io sudah memeluk nya dan masih, terlelap tidur mungkin karena semalaman telah memandangi wajah sang istri hingga larut malam.
Erina pun tersenyum bahagia menutup matanya kembali menikmati pelukan sang suami, dan menghirup dalam dalam aroma tubuh sang suami yang membuat diri nya melayang layang. Saat Io telah membuka mata nya ia melihat sang istri masih terlelap di pelukan nya, ia sangat merindukan masa masa ini.
Sejenak Io memandang wajah sang istri
dan memeluk nya lebih erat dan mencium pucuk kepala sang istri yang selama ini ia rindukan, gairah laki laki nya pun muncul
tapi ia masih mengingat apa yang ia laku
kan pada nya ia telah mengabaikan sang
istri membuat ia harus memendam hasrat nya, yang ia tahan semenjak kelahiran sang putra hingga hilang nya sang istri, kini wanita yang ia rindu kan ada dipeluk kan nya.
Erina yang mengetahui Io sudah bangun
pun berpura pura masih terlelap saat ia ingin melepas pelukan nya Erina semakin erat memeluk sang suami.
"Lepas kan pelukan mu, nanti aku bisa terlambat" Ucap nya dengan pelan, namun Erina enggan melepaskan Io untuk turun dari ranjang.
"Bukankan semua sudah ada orang untuk, menghendel semua pekerjaanmu mengapa masih turun tangan kesana" Jawab nya masih dengan memeluk sang suami lebih erat.
"Apa kamu lupa kemarin kamu mengambil alih semua nya" Jawab nya singkat.
"Maafkan aku, beri aku kesempatan untuk mendampingi mu lagi" Ucap nya dengan pelan dan masih memeluk sang suami.
"Sebenar nya aku yang sudah tidak tahan ingin memakan mu namun malu untuk mengungkap kan karena kesalahan ku" Batinnya, Io merasa punya celah untuk berdamai dengan sang istri.
"Berjanji lah apa pun yang terjadi jangan menemui Ardi lagi dan akan selalu ada di sisiku" Jawab nya dan membalas pelukan sang istri lebih erat lagi.
"Ia aku janji, dan beri aku kesempatan untuk mengukir nama mu lagi dari awal, walau aku belum mengingat sepenuh nya aku yakin aku dulu sangat mencintaimu" Ucap nya dan Io pun sudah mencium sang istri.
__ADS_1
"I Love You " Bisik Io di telinga sang istri dan bayang bayang kata kata cinta, itu kembali muncul, dan bayangan itu terlihat jelas Io dan dirinya, kini ia mengingat sedikit demi sedikit masa lalu nya.
"Aku sangat merindukan mu" Ucap nya lagi dengan pelan, Erina pun seakan akan ingin sekali menikmati suami nya pagi itu, dan mereka saling terbuai dengan permainan nya, Io rasa sudah cukup ia beberapa bulan ini, memendam hasrat nya. Saat Io memeluk nya lebih dalam nya lagi dan ingin melakukan nya lebih dari itu, terdengar suara ketukan sang ibu.
"Nak Io....." Panggil nya dan membuat kedua nya menghentikan aktivitas nya dan segera membuka pintu kamar nya. Dalam hati Io sangat kesal karena ulah sang ibu ia gagal sarapan pagi bersama sang istri.
"Ada apa Bu" Jawab nya dan melihat Alfa dan menggendong nya.
"Ibu rasa ia merindukan Erin" Ucapnya dan memandang Erin yang masih lelap terbaring di ranjang.
"Baik lah ayo sayang sama ayah dan bunda" Ucap nya, segera mengendong sang putra dan bergegas menutup pintu kamar nya lagi.
"Aku harap mereka tidak sedang bertengkar" Batin sang ibu, ia mengira Erin dan Io belum berdamai sehingga ia sengaja mengunakan Alfa agar mereka segera berdamai, namun ternyata ia salah menilai.
***********************
Di pinggiran kota burung burung berkicauan dan banyak nya bunga yang mekar, menjadi lebih indah. Seorang pria paruh baya tengah duduk di teras sekilas memandang indah nya pegunungan yang terlihat jelas, dari terasnya rumah nya. Burung burung yang berkicauan menemani pagi nya itu duduk di teras rumah nya menikmati hati tua nya.
"Kamu membuat ku terkejut" Ucap nya dan masih menikmati teh nya dengan melihat bunga bunga anggrek kesayangan anaknya
"Aku mencemaskan Erin" Ucap nya
"Apa yang kamu cemaskan, dia dirumah suami nya dan bersama anak juga mertua nya, apa yang membuat mu cemas" Jelas nya
"Aku takut ia kembali lagi bersama Ardi" Jawab sang istri dengan pelan.
"Tidak usah khawatir dia sedang menuai tanaman nya" Jelas nya lagi den santai karena memang sang ibunda Erin tidak mengetahui nya bahwa Ardi sudah dalam proses hukum atas tindakan nya.
"Maksud papah" Tanya nya lagi dan semakin penasaran atas jawaban sang suami.
"Ardi sudah diproses atas tindakan kejahatan nya tidak perlu kamu untuk, mengkhawatirkan Erin biarkan dia untuk memperjuang kan rumah tangga nya dan merebut hati Io kembali" Jawab sang suami.
__ADS_1
"Apa Ardi di balik kejadian yang menimpa anak dan menantu kita" Tanya kembali pada suami nya. Dan ayah Erin pun hanya mengangguk.
"Syukur lah, aku lega mendengar nya" Ucap sang istri.
"Tidak usah mengunjungi nya dulu, biar kan saja ia berjuang mendapatkan hati suami nya dulu" Ucapnya lagi.
"Tentu saja, hati laki laki mana yang tidak retak sang istri tidak mengingatnya malah mengingat mantan nya" Kesal nya.
"Sudah lah semua sudah berlalu" Jawab nya lagi dengan tenang menikmati pemandangan pagi dengan secangkir teh nya.
"Aku sangka amnesia hanya sebagian hanya ada dalam film saja, ternyata kenyataan nya ada dan putriku yang mengalami nya.
"Mamah terlalu banyak nonton televisi" Kesal nya sang suami.
Mereka pun menghabiskan waktu pagi di teras dengan pemandangan indah, bunga bunga juga pegunungan yang sangat jelas terlihat dan di tambah kicauan burung burung di pagi hari.
***************************
Di balik jeruji besi Elsa hanya bisa menyesali semua perbuatan nya, bukan hanya kasus mencelakai Erina saja, namun ia juga terjerat kasus penggelapan dana proyek di Jakarta sehingga ayah nya kini bangkrut dan bahkan tidak ingin mengakui anak nya lagi karena tindakan nya.
Di balik jeruji ia hanya menangis, dan kesal mengutuk Ardi, Io dan juga Erin ia bersumpah ingin membalas nya di kemudian hari di saat ia nanti bebas, hukuman yang kini ia jalani tidak membuat jera bagi nya sehingga ia kini seakan menjadi iblis terjahat.
"Aku akan membalas kalian di suatu saat aku keluar aku berjanji, saku tidak rela masa ku telah ku habis kan disini, seharus nya kini aku menikah dengan Ardi" Kesal nya di balik jeruji besi. Sumpah serapah nya membuat orang di sekeliling nya merasa terganggu dan memaki nya.
"Hei kau masuk penjara itu arti nya kau orang jahat berarti kau disini itu harus tobat bukan nya malah berisik menyumpahi orang di luar sana, dasar bodoh" Ucap salah satu orang di sana.
____________________________________________
Perbuatan apa pun di dunia ini pasti kita akan mendapat kan balasan nya, dan balasan nya di dunia juga di akherat nanti.
Ibarat apa yang kita tanam, itu lah yang kita petik, dan apa yang kita buat itu lah yang kita dapat
__ADS_1
Selamat pagi semua salam sehat selalu😘