
*********
-----Cafe wkwk Pemalang----
Seperti yang sudah di sepakati Ardi dan Io, untuk bertemu di cafe wkwk. Terlihat Io baru saja sampai di cafe wkwk dan juga langsung duduk dan pesan minuman, Dan menunggu kedatangan nya ardi. Tak lama kemudian Ardi dan Elsa pun tiba, dan juga segera membuka ponsel nya, Untuk menghubungi sang mandor yang di ajak, Janjian. Dan ternyata Io sudah lebih dulu mengirim, Pesan dan memberi tau nomor meja yang Io Duduk untuk menunggu mereka.
"Pak Mario ??? " Tanya Ardi.
"Iy saya Mario pak, Dan senang bertemu dengan anda" jawab Io dan tersenyum.
"Saya Ardiansyah, Dan ini rekan saya Elsa" Ucap Ardi memperkenal kan diri.
"Elsa " Timpal nya Elsa dan menjabat tangan Io. Mereka pun berjabat tangan dan juga memperkenal kan diri nya masing masing padahal Elsa lah yang sudah njebak Io dan Erina, Dan berpura-pura baru bertemu dengan
nya.
Ardi pun memulai obrolan pekerjaan yang akan di bahas. Meski Ardi sedang kacau, Namun tetap tanggung jawab dengan untuk pekerjaan nya.
"Nampak nya seru nih" Gumam nya dalam
hati.
"Nggak sabar liat mereka yang sebentar lagi Jadi musuh " Ucap nya Elsa dalam hati.
"Pak Mario kemarin saya udah konfirmasi untuk yang mau di tangani dulu Masalah hidran dan AC untuk instalasi air bersih bisa nyusul, Biar semua yang pegang Pak Mario aja. " Jelas nya.
"Saya si Nggak masalah pak, Cuma untuk akses naik ke lantai atas agak kesulitan. sementara kita kerja, Agar selesai dengan waktu yang tepat dan maksimal, Itu yang paling penting, Dari segi matrial, Alat, Dan tenaga kerja nya." Ucap Io dan menjelas kan kendala-kendala nya.
"Untuk akses ke lantai atas nanti di tambah agar orang-orang dari pak Mario bisa cepat menyelesaikan nya." Jawab Ardi.
"Makasih pak, Untuk tagihan nya saya akan mengirim hasil nya ke Email, Bapak dan rincihan dana nya Empat minggu sekali saya akan mengambil nya di kantor bapak." Ucap Io.
"Untuk APD bapak Mario bisa hubungi, Bapak candra dan saya rasa cukup pak" Ucap Elsa, dan mengakhiri nya.
"Pak Mario makasih banyak." Ucap Ardi.
"Sama-sama pak Ardi " Jawab io.
Ardi dan Elsa pun berjabat tangan kembali.
********
Rumah victory regency
Terlihat om Asen dan Io pun sedang Berbincang membahas lamaran ke rumah Erin.
"Io nanti ajak Agus untuk nemani kamu ke rumah Erin, Om sama Alen juga ikut. Om juga udah beli persiapan lamaran dan langsung kita kerumah nya.." Jelas om Asen.
"Iy Om, Tadi aku juga udah minta tolong
Sama Agus suruh cari rumah om. " Jawab Io.
"Rumah buat siapa Io..??" Tanya om Asen, Dan menatap Io, Karna tidak tau apa yang di maksud sang keponakan.
"Maksud Io, Agus aku suruh cari rumah
Om sekalian buat nanti kalo sudah,
Nikah, Dan disaat udah nikah udah siap semua nya." Jelas nya kepada om Asen yang Sudah di anggap sebagai pengganti sang Ayah.
"Kenapa harus beli, Kenapa nggak tinggal
disini aja, Rumah ini kan juga kosong. Alen juga udah punya rumah sendiri om juga nggak tinggal disini.." Jawab om Asen, Karna om Asen menganggap Io seperti Anak kandung nya.
"Bukan gitu om, Cuma pengen mandiri
Aja lagian Io juga udah dewasa om
dan om udah nggak perlu khawatir lagi
__ADS_1
sama Io. Io, Juga berterima kasih banget,
karna semenjak Ayah Io nggak ada, Om
selalu membimbing Io kaya anak om sendiri." Ucap Io menjelas kan, Bahwa Io ingin mandiri.
"Om senang Io, Bagaimana pun kamu
keponakan kesayangan om " Jawab nya.
Walau pun Io hanya kerja sebagai mandor, Dan sering mendapat kan borongan proyek Instalasi air dll. Sehingga Io pun bisa memiliki tabungan yang lumayan untuk menghidupi Erina nanti nya. Io pun mengingat masih belum memberi Tahukan sang ibunda nya.
"Oh ya om, Aku belum bilang sama ibu. gimana kalau om aja yang bilang masalah
ini tapi Io masih bingung alesan nya apa, karna ibu sering kali jodohin Io sama anak teman-teman nya ibu" Ucap Io Meminta om Asen untuk memberi tahu sang Ibunda.
"Nanti om bilang aja kamu om jodohin disini, Om yakin ibu mu nggak akan cerewet dan om yakin ibu mu senang Io, Karna ibunda mu itu sangat ingin cucu dari kamu. Bahkan kamu tau kan, Kedua kakak mu, belum ada yang punya anak padahal mereka menikah sudah lama" Jelas Nya kepada Io.
"Atur aja deh sama om" Ucap Io.
"Io mau nemuin Agus dulu om, Io pamit " Ucap nya.
**********
Sebelum menemui Agus sahabat nya
Io pun, Menemui Erina di tempat kerja.
"Rin,,, nanti malam aku mau kerumah
Habis isya.." Jelas nya Io.
Erina pun mengerti tentang apa yang di ucap Io Karna sebelum nya Io sudah membahas nya di hotel kemarin sama om Asen.
"Iy.... ya udah aku masih jam kerja." Jawab Nya singkat.
Erina pun melangkah pergi dengan masih
"Ya ampun kok bisa kaya gini" Ucap Erina Dalam hati.
-----Sore pun tiba-----
Erin pun memberi tau Nia sahabat nya kalau Erina nggak pulang kerumah nya , Karna mau
pulang ke rumah orang tua nya dengan, Alasan mau ngambil pakaian dll.
**********
Bantarbolang rumah Erina.
Sampai nya di rumah, Erina pun menemui sang ibu.
"Asalamualikum mah... " Salam Erina kepada sang ibunda, Dan mencium tangan nya.
"Waalaikumsalam.. " Jawab nya sang ibunda pun menyambut nya dengan hangat sang anak tersayang.
"Mah nanti malam habis isya bos nya Erin mau berkunjung kesini." Ucap Erina dengan ragu-ragu.
"Tumben, Apa ada maksud tertentu?
cecar sang ibunda, Karna merasa heran, Dan tidak seperti biasa nya." Jawab sang ibunda.
"Sebenar nya Erin udah putus mah Ardi, Dan Erin mutusin untuk Nerima mas Io keponakan nya bos nya Erin mah Papah pulang jam berapa mah??" Ucap Erina
Dengan keraguan nya menjelaskan Hubungan nya kepada sang ibunda.
"Sebenar nya ibu juga udah denger kabar
miring Ardi dari papah mu, Om Udin yang cerita. Mamah nggak masalah kalau Erin segera menikah, Dari pada pacaran bertahun tahun dan hasil nya apa Erin dapat ?? " Jawab nya sang ibunda yang Sebenar nya sudah lama mengetahui nya.
__ADS_1
Ibunda erina pun tidak kaget atas keputusan Nya anak nya, Karna ia pikir karna kekecewa Nya terhadap Ardi terlalu dalam.
"Papah udah pulang cuma tadi keluar
Mamah suruh buat betulin keran air." Jelas Sang ibunda.
" Terus apa tanggapan papah mah,
Tentang Ardi.." Tanya Erina kepada sang Ibunda.
" Papah mu kecewa karna nggak nyangka
Ardi sama kamu juga udah berhubung an Sangat lama, Papah kan juga sudah menyukai Ardi, Karna orang nya baik ibunda nya Ardi Juga, Mamah sama papah juga sangat Mengenal nya." Jelas nya.
*******
Sholat isya pun berlalu.
Terdengar suara mobil parkir di depan rumah dan orang tua Erina dan adik nya pun menyambut nya...
Disisi lain..
Alen sangat terkejut, Yang di lihat adalah Erina, Gadis yang ia kagumi beberapa waktu Lalu. Ternyata papi nya Alen ngajak Alen Untuk nemenin sepupu nya melamar Erina Wanita yang membuat Alen terkesima.
"Ternyata Erina yang mau di lamar mas Io " Ucap Alen dalam hati dengan rasa kesal nya Yang ia tutupi.
"Aslamualaikum..." Serentak om Asen Io
Agus dan juga Alen mengucap salam.
" Walaikumsalam "
Jawab orang tua Erina dan menyambut nya.
Ibunda Erina pun langsung membuat kan teh
Untuk para tamu.Dan om Asen pun membuka obrolan pertama dengan santai karna Asen pun sudah Mengenal orang tua Erina sebelum nya.
Mereka pun sudah duduk berhadapan dengan Orang tua Erina di ruang tamu.
Dan ibunda Erina pun sudah menjamu nya Dengan teh dan beberapa kue dan cemilan.
"Begini pak ibu saya mohon maaf jika kedatangan kami, Sangat mendadak. Dan terkesan terburu buru kedatangan kami,
Saya selaku om nya Mario, Ingin melamar Erin untuk Mario keponakan saya.." Ucap om Asen, Menjelaskan kedatangan nya.
Dengan rasa ragu om Alen menyampai kan niat nya, untuk melamar Erin untuk Mario.
"Saya selaku ayahanda Erina juga mohon Maaf karna jika menyambut keluarga nak Mario, Ada kekurangan. Namun kembali lagi
Untuk masalah ini saya serahkan Sama Erina,
Karna bagaimana pun dia yang akan Menjalani. Saya selaku orang tua hanya bisa
Memberi doa dan restu pak Asen" Ucap Ayahanda Erina..
"Gimana nak Erin,...? " Ucap pak Asen Sebagai om dari Mario.
"Iy om, Erin terima mas Io " Jawab Erina, Tanpa panjang lebar dan singkat.
Erina pun mungkin ini semua adalah garis Takdir nya. Dan Io adalah jodoh nya.
"Saya harap bapak dan ibu cepat menetap
kan tanggal nya, Untuk acara pernikahan nya biar saya dan Io yang mengururus semua nya. Dan ibunda Io akan Datang di saat pernikahan nya nanti" Ucap om Asen yang ingin segera memastikan tanggal Pernikahan keponakan nya.
Setelah kedua orang tua dan om Asen Menyepakati tanggal pun mereka tersenyum
Dan gembira. Dan Mario memasangkan cincin di jari Erina dan sebalik nya. Dan begitu banyak Barang-barang yang Io bawa untuk di berikan Kepada Erin.
__ADS_1
"Semoga Erin adalah jodoh yang tepat yang Allah pilih untuk ku" Ucap Mario dalam hati.