Erina I Love You

Erina I Love You
Ep 66 Polisi gila, patah hati.


__ADS_3

Setelah dua hari berlalu, Erin dan juga io masih menjalankan aktivitas nya seperti biasa. Dan di pagi hari, banyak sekali laporan laporan dari Andi dan juga Agus tentang orang orang suruhan Zidan untuk membuntutinya kini ia merasa risih, dan merasa cemas karena ia takut, io akan tahu.


Kini di pagi hari Erin membawa Alfa ke taman untuk terlebih dahulu sebelum ke hotel.


"Alfa habis ini kita langsung ke hotel yah, bunda tidak bisa lama lama menemanimu disini. Nanti lain kali kita pergi dengan ayah juga yah."


"Mom, kapan aku punya adik." Ujarnya membuat sang bunda sedikit syok.


"Baik lah, jadi lah anak baik nanti kau akan punya adik." Jelasnya menjanjikan sang putra.


"Ok mom, apa anak yang di kandung aunty Nia boleh jadi pengantinku." Tanya nya.


"Hah anak ini masih kecil sudah berfikir kesana." Batin nya.


"Tentu saja kalau anak Tante Nia perempuan, bunda akan memintanya untuk jadi pengantin mu kelak."


"Mommy memang luar biasa." Pujinya.


"Hah baik lah sayang cepat oper bolanya, habis ini kita akan ke hotel bunda akan ada rapat sayang." Ucap Erin.


"Ini tangkap mom."


"Lempar sayang." Ujar Erin.


"Aduh....." Ucap seseorang ia terkena lemparan bola dari Alfa.


"Maaf uncle." Ucap Alfa. Dan Alfa menghampiri pria itu dan mengambil bolanya.


"Tidak apa-apa, tapi kau harus kenalkan aku dengan kakak mu yang cantik itu." Ucap Riski.


"Dia Mommy ku uncle." Tutur Alfa membuat sedikit terkejut atas penuturan nya.


"Mommy.." Ulang Riski.


"Yes. Dia Mommy ku, dia sangat cantik kan."


"Ya.. kau benar mommy mu cantik." Ucap Riski, ia tidak menyangka wanita yang ia sukai dari dulu ternyata sudah menikah.


"Apa anak kecil ini anak Ardiansyah."

__ADS_1


"Tapi wajahnya tidak mirip." Batin Riski.


"Mommy sini." Panggil Alfa dari jauh.


"Maaf kan putraku, dia tidak sengaja." Ucap Erin.


"Erina.." Ucap Riski.


"Iya, apa kita pernah kenal." Jawabnya, dan tersenyum manis, membuat Riski tidak rela menerim kenyataan ia telah menikah.


"Kita dulu teman. Aku sahabat Ardi, apa kau sudah menikah dengan Ardi." Tanya nya.


"Tidak, aku tidak menikah dengan nya, maaf aku pernah kecelakaan dan tidak mengingat sebagain masa laluku." Tutur nya.


"Oh maaf, pantas saja waktu aku memberhentikan mobilmu kau tidak mengenali aku."


"Mom.."


"Iya sayang.."


"Maaf,lain kali kita ngobrol lagi." Ucap Erin.


"Iya maaf, aku tinggal dulu yah."


"Ayo sayang kita ke hotel yah, sudah siang bunda ada rapat." Ucap Erin pada sang putra.


"Baik mom tapi aku ingin makan tomyam nanti siang, mommy harus masakan aku." Tuntut nya terhadap sang bunda.


"Siap.."


Mereka pun menuju hotel, karena Erin harus menghadiri rapat. Dan harus mengurus beberapa berkas untuk memutus kerjasama yang pernah terjalin antara dirinya dengan Zidan investor terbesar di hotel nya.


Sesampainya di hotel, ia mempersiapkan materi untuk rapat dan disana ia di dampingi oleh Agus dan juga Andi, hanya io yang tidak ada disana karena ia sedang menghendel ER-RIO karena Nia cuti karena sering mual mual karena awal kehamilan nya.


"Maaf Bu Erin, kemarin ada mata-mata dari orang nya pak Zidan, tetapi aku membiarkan nya ia bebas karena menurutku ia tidak akan melukai hanya ia ingin tahu tentang mu." Ucap Agus.


"Biasanya dia yang turun tangan sendiri, mata-mataiku." Jawabnya seakan akan ia sudah kesal tentang laki laki itu.


"Ia tidak ada di kota ini Bu, setahu informasi dariku ia sedang ada tugas di luar kota." Ucap nya.

__ADS_1


"Dari mana kau tahu."


"Rasanya aku ingin menemuinya, aku rasa aku harus bertindak, aku tidak ingin ada yang menggangu rumah tanggaku." Ujarnya.


"Aku bukan orang bodoh, aku pun diam-diam menyelidikinya, aku juga menjaga rumah tanggamu dengan sahabatku."


"Sepertinya ia sangat menyukai mu, namun ia tidak seperti Ardi yang bertindak bodoh." Jawab Agus dengan cemooh.


"Kalian sangat setia, terima kasih."


Lalu mereka melanjutkan untuk rapat, dan mengurus kendala kendala yang ada.


***************************


Disisi lain setelah kepergian Erin, Riski duduk di taman hingga ada 30 menit memikirkan Erin wanita yang ia sukai sedari Erin SMA.


Riski tidak menyangka, ia sudah menikah dan sudah mempunyai buah hati. Padahal waktu ia memberhentikan mobil nya ia berharap ia mengenali dan bisa dekat kembali. Jika ia dulu mengalah untuk Ardi, ia tidak ingin melepas Erina lagi, namun harapan tinggalan harapan ternyata ia telah menikah dan mempunyai buah hati.


Saat ini ia benar-benar kacau, harapan nya terlalu besar. Ia berharap ia memiliki sang wanita yang ia sukai namun harapan tidak seindah kenyataan yang ia alami.


Seakan akan hidup nya sangat tragis, cintanya yang dulu bertepuk sebelah tangan itu telah ada yang memiliki.


"Erina, aku menyukaimu dari dulu, bahkan aku menjadi pengagum rahasia mu, hingga aku sering mengirimkan bunga dan coklat waktu itu dan sengaja tidak ku beri nama agar kau mau menerima nya, karena aku takut kau menolak ku terlebih lagi aku merelakan mu karena Ardi sahabatku." Gerutunya dan masih terduduk di taman seorang diri seakan akan sudah tidak ada gadis lagi, dan ia seperti orang patah hati.


Miris sekali, menyukai seseorang dari dulu, dan ia pendam sedalam dalam nya dan sekali ia bertemu dirinya sudah berpunya, rasa kesal sedih menyesal jadi satu, itu lah yang ia rasakan kini.


Riski kini benar benar tidak fokus sehingga ia lupa akan masuk kantor pagi, patah hati membuat dirinya lupa akan tugasnya.


"Ya Tuhan. Aku lupa masuk pagi hari ini." Gerutunya, ia terlena dengan patah hatinya sehingga lupa akan tanggung jawabnya.


"Sebaiknya aku segera cepat-cepat ke kantor, ini gara gara adikku tidak ada dirumah tidak ada yang mengingat kan ku." Batinnya.


Kini Riski pun bergegas pulang, untuk bersiap akan ke kantor pagi ini, setelah rapi ia pun berkaca dan ia sudah mengenakan seragam kebanggaan nya.


"Aku terlihat gagah, tapi kenapa Erin dulu tidak menyukaiku, apa kurang nya aku hingga ia memilih Ardi. Rasaku aku lebih tampan darinya." Ucap Riski berdialog sendiri.


Setelah seperti orang yang tidak waras, ia berkaca dan bicara sendiri ia pun merasa sudah terlambat dan ia ingin bergegas berangkat ke kantor nya dan melupakan cinta dalam diam nya itu.


Dengan langkah kaki yang cepat berkaca mata hitam dan seragam kebanggaan nya dan juga terlihat tampan dan keren.

__ADS_1


__ADS_2