Erina I Love You

Erina I Love You
71. Ulah si nenek gayung.


__ADS_3

Ketika pagi pun mulai tiba, semua orang beraktifitas seperti biasa. Namun di pagi itu menjadi bencana untuk Zidan Al-Rasid, pagi pukul 06:00 ia sudah di sidang oleh kedua orang tua nya yang baru saja datang dari kota Jakarta.


Suasana isi rumah pun jadi mencekam, seakan akan dunia akan runtuh. Ia tidak mengira bahwa si nenek gayung itu bisa melakukan hal yang bisa membuat diri nya seperti ini, Zidan adalah memang orang yang kejam dalam bisnis namun ia tidak bisa berkutik ketika ia di hadapan kedua orang tua nya. Bagaikan kucing ke siram air, ia tidak akan berdaya ketika sudah tersiram.


"Jawab ibu apa maksud mu ini Zidan." Ujar kata kata lantang dari seorang wanita paruh baya itu.


"Apa kau sudah gila, apa tidak ada wanita lain selain istri orang hah." Tutur pria paruh baya, sembari melempar koran ke meja dan terlihat jelas halaman pertama berjudul sang pengusaha Waskita karya telah menjadi orang ketiga, di antara rumah tangga sang CEO cantik Alfarisqi.


"Aku sangka, kau menolak Agista mendapatkan yang lebih baik. Malah istri orang yang kau sukai, benar benar kelewatan kau sudah mencoreng nama baik keluarga kita." Kesal nya sang ibu, emosi nya sudah meledak meletup gara gara ulah sang putra.


Zidan masih terdiam, terpaku dengan setia mendengar kan satu demi satu ocehan dan amarah sang kedua orang tua nya.


"Begini saja, kau mau menikah dengan Agista atau kami akan mencoret mu dari data keluarga." Tegas nya.


"Terserah ibu saja, aku akan menuruti semua nya. Bila ayah dan ibu memintaku untuk menikah akan ku lakukan." Ucap nya dengan tenang dan pelan namun, jauh di lubuk hati nya ia ingin sekali memberontak. Namun apa daya ia kini tidak punya pilihan lain lagi, selain menuruti kemauan sang orang tua.


Kini ia benar benar kesal, bisa bisa nya seorang Zidan Al-Rasid di permalukan oleh nenek nenek. Kini entah apa yang akan di lakukan lagi, setelah kejadian ini. Ia benar benar sangat kesal, ia harus menikah dengan wanita pilihan orang tua nya sementara jauh di lubuk hati nya ia sangat menyukai Erina Ceo hotel tercantik di pulau Jawa ini.


Setelah di sidang oleh kedua orang tua nya, Zidan memilih tidak masuk kantor ia benar benar tidak fokus dalam pekerjaan nya ia memilih di rumah dan mengunci pintu di kamar seakan akan, seperti anak gadis yang sedang kesal karena perjodohan.


"Entah apa yang membuat aku begitu menyukai nya, meski aku tahu ia telah bersuami. Ya Tuhan mengapa aku harus mencintai istri orang, kenapa engkau tak mempertemukan aku dengan nya lebih dulu." Gumam Zidan, entah gila atau hanya obsesi saja yang ia tahu ia menyukai istri orang itu.


"Apa aku harus menemui Ardi meminta bantuan nya, tapi aku begitu takut ancaman ibu dan ayah. Hah apa yang harus aku lakukan, ini semua ulah nenek nenek itu." Kesal nya menggrutu di dalam kamar nya.


Cinta memang membuat seseorang tidak sadar, bahwa ia salah telah salah melabuhkan hati nya.


**************************************


Disisi lain keluarga Erina, sangat bahagia apa lagi ibunda io ialah orang yang paling pertama mengetahui berita trending pagi ini.


"Apa kau sudah lihat koran pagi." Tanya ibunda io pada besan nya.

__ADS_1


"Ada apa koran pagi." Ucap nya cuek tidak tertarik.


"Kau tidak asik." Ujar nya dan meninggalkan nya, lalu ia menuju dapur.


Sementara ayah Erin yang dari teras merasa terkejut, melihat berita koran pagi yang trending topik itu. Lalu ia berjalan menuju dalam mencari sang istri, ingin menunjukan koran tersebut kepada sang istri.


"Mah...!!."


"Mah liat deh koran pagi." Ujar nya berjalan tergesa gesa.


"Apa papah menang undian, sehingga sesenang itu Hem." Jawab ibunda Erin.


"Kau lihat anak kita trending lagi di koran." Ucap sang ayah Erin.


Lalu ibunda Erin melihat koran tersebut, dan tertawa karena berita yang terpampang halaman depan itu. Dengan berjudul seorang pengusaha ternama Waskita karya, telah menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga CEO hotel tercantik Alfarisqi.


"Hahaha. Aku puas sekali, ini pasti kerjaan besan kita pah." Ujar nya.


"Pantas saja, tadi dia memintaku untuk melihat koran ternyata ulah nenek nenek itu." Ucap ibunda Erin menahan tawa.


Lalu tiba tiba ibunda io mendengar nya, dan menghampiri nya.


"Siapa yang kau bilang nenek nenek, aku memang sudah nenek nenek tapi aku terlihat usia tiga puluh lima tahun." Ujar nya, dengan percaya diri.


"Hahaha, kau benar tiga puluh lima kali dua." Ucap ibunda Erin menahan tawa.


"Sudah, Apa yang kau lakukan pada pebinor itu hah hingga jadi seperti ini. Bahkan aku tidak menyangka, tapi itu sangat keren dan hebat." Puji ayah Erin pada besan nya.


"Apa kau manghajar nya dengan sanggul keramat mu itu ?." Tanya ibunda Erin.


"Tidak, aku hanya menemui nya saja. Sayang sekali jika sanggul keramat ku ini untuk menimpuk kepalanya." Terang ibunda io.

__ADS_1


"Kau benar benar hebat." Puji ibunda Erin.


"Suami mu lebih hebat, dia bisa menjebloskan Ardi ke penjara." Ujar ibunda io.


"Hahaha mari kita berantas para pebinor." Tutur ayah Erin, akhir nya mereka bahagia di pagi hari itu, pagi yang membuat mereka tertawa menambah keindahan pagi itu.


Rasa nya hidup mereka bertiga bahagia sekali, mempunyai menantu yang baik dan cucu yang lucu.


Namun disisi lain kebahagian itu, Erina nampak setres oleh berita akhir akhir ini


yang menerjang dirinya. Hingga ia sempat sakit karena terlalu banyak fikiran apa lagi


ia sebagai pemimpin yang harus mengurus bisnis bisnis nya mengendalikan beberapa cafe dan hotel milik nya.


Namun sang suami lah, yang selalu berperan paling depan disaat seperti ini. Saat Erina cemas dan khawatir tentang nama baik diri nya, apa lagi io tahu ia seperti nya takut akan hukuman baginya.


Di hotel Alfarisqi Erin masih terbaring di ranjang, entah mengapa karena berita akhir akhir ini membuat sedikit pusing bagi dirinya.


"Apa yang membuat mu tidak bersemangat." Ujar io yang melihat sang istri masih berbaring di ranjang.


"Kau membuat ku terkejut." Jawabnya.


"Baik lah maaf, apa yang menggangu fikiran mu, berbagi lah." Tutur nya dan memeluk sang istri.


"Aku hanya ingin di peluk."


"Apa tidak salah masih pagi seperti ini, tidak seperti biasanya." Terang io.


"Tidak usah di fikirkan, berita sampah itu. Yang paling penting adalah kebahagian kita dan Alfa." Tutur io.


"Aku mencintaimu."

__ADS_1


"Aku lebih...... mencintaimu." Ucap nya, io pun sudah memeluk erat sang istri dan memberi kecupan demi kecupan cinta untuk nya.


__ADS_2