
Karena cinta itu memang bisa membuat seseorang menjadi gila, dan bisa di bilang cinta itu buta tidak memandang siapa pun orang nya yang ia tahu dia mencintai nya.
Di pagi hari Erin sedang sarapan tepat nya di restoran hotel milik nya, dari kejauhan di sana ada seseorang yang selalu saja memata matai nya dia adalah Zidan, laki laki yang mengagumi Erin. Dan hari ini ia merasa bahagia, dia melihat sang wanita incaran nya yang selama ini ia kagumi, karena sudah beberapa hari ini dia tidak melihat nya karena sedang di hukum oleh io, dan tiba tiba Andi juga Agus datang menemui nya.
"Selamat pagi Bu Erin." Sapa nya Agus dan juga Andi, mereka sengaja pagi pagi untuk menemui sang atasan.
"Pagi, dan apa yang membuat kalian jadi seperti perangko pagi pagi seperti ini" Tutur nya dan tersenyum melihat tingkah kedua nya terlihat aneh, seperti perangko nempel terus.
"Maaf aku dan Andi menolak kerja sama kita dengan pak Zidan dari Waskita karya, investor terbesar di Indonesia" Tutur nya.
"Apa alasan kalian, sehingga menolak nya" Ucap Erin ia penasaran atas usul dari Andi dan Agus, kaki tangan suami nya itu.
"Apa Bu Erin tidak merasa aneh dengan nya, ia begitu mudah nya mengajukan kerja sama dengan kita, setelah menjadi investor besar di hotel ini" Jawab Agus, ia sangat teliti dengan para investor nya.
"Tidak, aku merasa baik baik saja. Dan aku juga hanya bertemu dengan nya hanya satu kali tidak ada yang aneh dalam pandanganku" Tutur Erina.
"Dia sedang mengincar mu, ia menyukai mu Bu Erin. Aku hanya tidak mau ada masalah di kemudian hari aku tidak ingin ada yang berani mengganggu rumah tangga mu, cukup dulu saja masalah dengan Ardi dan Elsa." Tuturnya Agus begitu teliti dengan para investor nya, ia sangat lah setia dengan io.
"Benarkah, pantas saja waktu itu pertemuan ku dengan dia sangat tergesa gesa sehingga dengan mudah nya ia menjalin berkerja sama dengan ku" Jelas Erin, ia terkejut dengan yang di ucapakan Agus.
"Jangan menoleh ke belakang, dia sedang mengamati mu dari kejauhan ia sudah lama menginap disini hanya untuk mendekati mu berhati hati lah" Tutur Agus.
"Benar kah, jangan beri tahu mas io aku tidak mau ia akan cemburu padaku hanya gara gara dia" Jelas nya.
__ADS_1
"Beberapa waktu lalu juga asisten mereka datang ke wisma, dan mereka ingin menjalin kerja sama dengan kita lagi, aku rasa mereka sengaja merencanakan ini semua" Tutur Andi
"Sudah pergi kucing garong, datang pula ini anjing liar. Kalian urus semua aku tidak ingin menerima hukuman dari suami ku" Ucap Erin ia khawatir io akan menghukum nya seperti waktu itu, ia di hukum di kamar tidak keluar sama sekali ia menghabiskan waktu berdua saja dengan sang suami yang membuat Erin lelah, ia sangat paham buas nya sang suami.
"Baik lah kami pamit, ingat permintaan ibu mertua mu" Ledek Agus ia pun menahan tawanya melihat Expresi Erina.
"Diam berani nya meledek ku, Andi potong saja gajih Agus bulan depan aku tidak suka
ia meledek ku" Ucap nya, dan Erin mengingat lagi bagai mana sang suami menghukum nya
kini ia punya titik lemah, bila di ancam suami nya.
Lalu Agus dan Andi pun berlalu meninggal kan Erin dan Erin pun sesekali melihat Zidan di meja lain yang sedang mengawasi gerak gerik nya, bagi nya kehadiran Zidan membuat resah Erin ia ketakutan karena, takut suami nya mengetahui nya dan cemburu pada nya.
Dari kejauhan Zidan sudah salah tingkah saat Erin melihat nya, dan dia berpura pura tidak melihat nya.
***************************************
Disisi lain di ER-RIO Nia lah yang memegang kendali, disana ada io yang membantu nya sekali kali jika Nia ambil cuti karena semenjak menikah dengan Andi, Nia sering ambil cuti mungkin karena awal kehamilan nya.
"Pak io aku sungguh tidak enak, karena sering ambil cuti jadi merepotkan pak io kan" Tutur Nia merasa tidak enak, semenjak awal hamil ia tidak fokus mengurus ER-RIO.
"Tidak apa apa, kamu adalah sahabat istriku, bukan kah suami mu berjanji pada putra ku ingin menjadikan nya menantu" Ucap io dan juga menahan tawa nya, ia mengingat bagai mana Andi menjanjikan Alfa sebagai menantu.
__ADS_1
"Andi memang kalau bicara tidak di fikir dulu, bagai mana kalau anak nya yang ku kandung ini laki laki" Ucap nya dengan kesal.
"Hahahaha kau benar, pasti nya Andi akan di hukum oleh putraku" Tutur nya dan tertawa dengan Nia.
"Tetapi jika benar anak perempuan, apa pak io serius akan menikahkan mereka" Tanya nya ia penasaran atas candaan mereka.
"Semua nya tergantung mereka jika Alfa dan juga putrimu nanti berkenan kenapa tidak dan aku tidak susah payah lagi khawatir akan Alfa calon istri nya karena aku paham kamu dan juga Andi orang baik tentu anak kalian juga baik" Tutur io seakan akan ia sangat yakin.
"Hah mereka masih kecil, kenapa pak io telah memikirkan hal ini" Ucap Nia, io masih diam atas ucapan Nia.
"Sudah lah jangan di bahas, aku akan segera mengecek keuangan ER-RIO dan nanti sisa nya akan aku email kan ke anda pak" Ucap nya.
"Baik lah, aku juga rindu istriku aku akan pergi dan menemui nya" Ucap nya dengan penuh senyum, mengingat bagai mana menghukum sang istri kemarin.
"Kenapa senyum senyum, aku yakin sekali pak io membayangkan sahabat ku, setiap hari bertemu bisa bilang rindu sangat aneh" Cetus nya dan meninggalkan io di meja kerja nya.
"Aku memang membayangkan nya, istri ku sangat lah cantik dan membuat ku gila sehari saja aku tidak bertemu dan menjamah nya bagai nasi tanpa lauk" Batin nya lalu ia pun tersenyum seperti anak muda yang sedang kasmaran.
Ternyata bukan hanya io dan Ardi yang tergila gila dengan Erin, bahkan Zidan yang baru ia kenal pun terpesona oleh kecantikan dan juga kecerdasaan nya. sehingga ia pun suka rela menjalin kerja sama tanpa untung apa pun asal ia bisa melihat Erina.
Cinta memang tidak memandang ia siapa dan juga tidak memandang ia telah berpunya atau apa pun itu, seakan akan semua halal di mata nya. Ia tidak perduli lagi tindakan nya salah, karena menjadi orang ketiga di antara suami istri itu yang ia tahu ia mencintai nya ia bisa memiliki nya.
_________________________________________
__ADS_1
Selamat sore selamat beraktivitas mohon kritik dan saran nya, dan juga dukungan nya like comen rate dan juga vote.😍