
Di kamar Io Erina berbaring di ranjang
dan selalu memikir kan cara meruntuh kan dinding hati, yang menjulang sangat tinggi namun diri nya masih saja belum bisa menemukan cara seakan akan semua fikirannya buntu dan tumpul bagai pisau yang tidak pernah di gunakan.
Tiba tiba Io pun masuk dalam kamar dan melihat sang istri terbaring, disana namun ia tak memperdulikan nya, seakan akan tidak ada siapa pun di kamar nya lalu ia segera bergegas masuk ke kamar mandi dan mengabaikan nya.
"Huh ternyata begini, di abaikan oleh suami dan begini rupa nya rasanya cinta bertepuk selebelah tangan" Batin nya.
"Eh tunggu cinta, iya cinta. Mungkin dulu aku sangat mencintai nya" Gumam nya dan juga menunggu Io selesai dari ritual mandi nya. kemudian Io keluar dari kamar mandi, sudah berpakaian rapi dan akan segera tidur di sofa saat hendak keluar Erin menarik tangan nya, dan memeluk nya dengan erat sehingga Io sama sekali tidak menyangka Erin akan melakukan hal itu pada nya.
"Apa yang kamu lakukan" Tanya nya dengan pelan seakan akan ia sedang menggoda iman sang suami.
"Tentu saja aku memeluk suamiku karena aku merindukan nya" Jelas nya masih sangat erat memeluk suami nya berharap ini semua menjadi senjata yang ampuh untuk diri nya.
"Aku tidak akan terpengaruh, aku yakin ia hanya menggodaku dan pastinya ia akan memintaku untuk memberikan hak asuh Alfa" Ucap nya dalam hati, lalu Erin reflek ingin mencium nya namun Io dengan sigap ia mengelak dan melepaskan pelukan Erin dan berlalu pergi melangkah kan kaki nya keluar dari kamar dan tidur di sofa.
"Huh, kenapa begitu sulit meruntuhkan nya seakan akan aku, seperti wanita malam yang sedang menggoda nya, apa perlu aku membeli bom yang berkekuatan besar agar bisa memporak porandakan dinding hati nya" Kesal nya dan duduk di tepi ranjang seakan akan ia kehabisan akal untuk meruntuhkan nya.
Sementara Io di luar sudah berbaring di sofa dan berencana tidur di sofa malam ini, lalu saat ingin memejamkan mata nya tiba tiba ia terkejut karena seseorang yang mengetuk pintu rumah nya malam malam, dan Io pun segera berjalan dan melangkah membuka kan pintu, ternyata om Asen datang ingin segera menemui diri nya. Seakan akan ada hal yang sangat penting menurut nya.
"Apa ada yang sangat penting sekali om sehingga malam malam menemuiku" Ucap nya dan masih merasa heran dan penasaran akan kedatangan nya om Asen.
"Tentu saja, kamu sudah tahu kabar terbaru Elsa. Kini ia sudah tertangkap dan sedang di proses oleh hukum, kamu pasti akan sangat terkejut karena dia bersembunyi di hotel milik Ardi di Surabaya. Tentu saja mereka terkait semua kasus yang ada, dari pengrusakan rem mobil milik mu dan juga tabrak lari yang Erin alami semua ulah mereka, dan kini Ardi tidak terlihat karena dalam proses polsek setempat dan, masih diperiksa untuk lebih lanjut" Ucap nya.
__ADS_1
\-\-\-\- Flasback on\-\-\-\-\-
Saat kejadian Io memukul Ardi, sang ayah Erina pun mengajak nya berbicara, berdua saja dan hanya ada sang ayah Erin dan juga Ardi.
"Kenapa kamu masih mendekati anak ku" Ucap nya sang ayah Erina.
"Maaf om, aku sangat mencintai nya, aku terpaksa melakukan semua nya. Om tahu rasa cinta ku sedari dulu hingga kini om aku sangat mencintai nya" Jawab nya.
"Kalau kamu mencintai anak ku tidak mungkin kamu, merusak rem mobil Io sehingga mereka kecelakaan dan Erin Amnesia" Jelas nya membuat Ardi sangat
terkejut.
"Apa om sudah mengetahui nya" Tanya nya dengan terbata.
"Maaf om untuk apa yang ku lakukan, aku sangat mencintai nya om" Jelas nya lagi.
"Pergilah sebelum polisi menangkap mu dan menjeblos kan mu ke penjara" Tegas nya
"Maaf om maafkan Ardi" Pinta nya dan berlalu pergi, dan ayah Erina tersenyum puas karena berhasil menjebak nya. Dan hari itu juga sang ayah Erina beraksi untuk melaporkan Ardi ke Polsek terdekat dan menyerahkan bukti bukti rekaman CCTV di teras rumah nya.
\-\-\-\-\-Flasback off\-\-\-\-
__ADS_1
Walau Io sedikit lega karena semua nya sudah terungkap, namun masih ada yang mengganjal di hati dan juga fikiran nya yaitu tentang Erina.
"Itu artinya sejak kejadian aku memukul nya dia tidak menemui Erin lagi tanda nya Erin memang tulus ingin memperbaiki semua nya dengan ku" Ucap nya dalam hati dan ia masih mengabaikan om Asen.
"Io, kenapa diam saja aku sudah menjelas
kan dan menceritakan informasi yang aku dapat, kenapa mengabaikan ku" Kesal nya.
"Iy om maaf, apa ada lagi yang belum aku tahu" Tanya nya lagi dan tersenyum.
Bagai memenang kan undian besar Io pun merasa senang dengan, semua kabar yang diperoleh dari om Asen. Itu artinya ia akan segera berbaikan bukan dengan sang istri om Asen merasa heran, melihat wajah sang keponakan seakan akan badai telah berlalu.
"Sebaik nya kamu temui dia kasian Alfa, dan jemput dia bawa kesini dan mulai lah dengan bahagia rumah tangga mu" Ucap om Asen ia tidak mengetahui Erin sudah ada di rumah nya.
"Iy terima kasih om atas semua yang om lakukan untuk ku" Jawab nya dan tersenyum.
"Baik lah om pamit" Ucap nya dan segera melangkah keluar dari rumah Io. Sementara Io merasa senang akhir nya yang menurut nya badai sedang menerjang kini sudah berlalu.
Sementara setelah kepergian om Asen, Io pun melangkahkan kaki nya menuju kamar dan melihat sang istri sudah terlelap tidur dan ia kini memandangi wajah Erin yang selama ini ia rindukan. Hati nya merasa terenyuh saat mengingat yang ia lakukan, mengabaikan diri nya dan berfikiran yang tidak tidak tentang nya.
Menit demi menit telah berlalu Io pun masih saja memandangi sang istri, dari kaki tangan juga wajah nya rasa nya ia sangat merindukan diri nya, merindukan kebersamaan nya dan juga ia merindukan menghabiskan waktu bersama nya di ranjang. Kini ia menyesal karena telah mengabaikan nya hanya gara gara, rasa cemburu nya terhadap Ardi. Kini Io pun berbaring di kamar persis di samping sang istri dan ingin sekali rasanya ia memeluk nya namun ia mengingat akan sikap nya yang mengabaikan Erina menjadi ia kini semakin malu untuk memeluk nya dan hanya bisa memandang nya saja hingga ia tertelap tidur di sampingnya.
_________________________________________
__ADS_1
Sebuah rumah tangga memang tidak akan selalu mulus, dan tidak akan sekalu manis
pasti nya akan di bumbui dengan aneka rasa yang akan membuat suami atau pun istri semakin dewasa untuk memecah kan sebuah masalah. Dan cinta sejati tidak akan pernah salah melabuhkan hati nya, meski dinding hati menjulang tinggi takdir dalam sekejab bisa meruntuhkan dinding itu bagai, Bom berkekuatan tinggi yang dalam hitungan dua detik meledakkan dan memporak porandakan segala nya.