
Io merasa kesal dengan semua orang di sekeliling nya, bahkan ibu nya kini berpihak kepada Erin, Io begitu kesal dan masuk dalam kamar dan merenung sendirian.
Kini ia benar benar membenci Erina, ia menyangka Erina kini di pengaruhi Ardi dan kini Io bingung harus bagaimana cara nya menghadapi Erina yang semakin berani dan mulai masuk dalam usaha bisnis bisnis nya.
Io semakin takut Erina di peralat Ardi untuk mengacaukan usaha nya dan juga meminta hak asuh Alfa, Io sangat meyakini itu semua ulah Ardi, karena Ardi sangat membenci nya karena Io telah menikahi nya.
Tiba tiba saat Io memejamkan mata di ujung ranjang, Erina datang membuka kamar Io dan menghamipirinya, Io masih memejamkan mata nya ia tidak menyadari Erina mendekati nya kemudian Erina berinisiatif untuk tidur di samping, sang suami.
"Apa yang kamu lakukan disini" Bentak nya dan bangun dari ujung ranjang nya, dan sementara Erin dengan santai nya berbaring di sana.
"Seperti hantu jaelangkung saja, datang tak di undang" Batin nya.
"Bukan kah mas Io sendiri bilang kalau aku masih istri mas Io, kenapa bertanya apa yang aku lakukan, tentu saja aku di sini karena anak dan suami ku tinggal disini bukan" Jelas nya masih terbaring di ranjang. Sementara Io masih diam karena entah harus menjawab apa karena yang dikatakan Erina memang benar ada nya.
Lalu Io pun keluar dari kamar dengan wajah yang kesal dan tak bisa di gambarkan lagi betapa, kecewa nya ia terhadap sang istri lalu sang ibu pun merasa heran, dengan anak nya.
"Kenapa nak Io" Tanya nya dan melihat wajah nya anak nya yang begitu kesal.
"Sejak kapan Erin datang Bu" Ucap nya dan duduk di sofa.
"Baru 30menit yang lalu " Jawab nya dan kini ia tau anak nya sedang kesal terhadap Erin.
"Alfa dimana " Tanya nya lagi karena tidak melihat Alfa bersama nya.
"Dia tidur selepas bermain tadi dengan mu lalu Erin datang dan menidurkan nya" Jelas sang ibu. Sementara Io masih diam dan ia memejamkan mata nya kembali di sofa.
Sementara Erin sedang memikirkan cara untuk meruntuhkan dinding yang Io bangun dan Sekejab melihat isi lemari masih penuh dengan pakaian Erin sekilas teringat, akan masa lalu nya, membuat kepala nya kembali sakit, bayangan samar samar kebersamaan mereka pun muncul sedikit demi sedikit.
"Ternyata aku dulu sangat kalem, terus mengapa aku sekarang jadi agresif dan sedikit bar bar, aku malu sekali " Gumam nya.
__ADS_1
"Huh aku harus menyingkirkan rasa malu ku dalam dalam agar bisa mencuri hati nya kembali" Ucap nya dalam hati dan Erina segera mandi dan berganti pakaian meski Io akan mengabaikan nya Erin tetap berusaha.
Kemudian sang mertua pun mengetuk pintu kamar nya, Erina tidak mendengar sama sekali karena merasa lelah seharian ke cafe dan juga wisma menguras tenaga dan fikiran Erin seharian ini, dan terlelap tidur.
Ibunda Io pun merasa khawatir karena sang menantu nya tidak menjawab saat diri nya memanggil dan mengetuk pintu nya tidak ada jawaban sama sekali, lalu segera memberi tahu Io.
"Nak Io.... Io.... " Panggil nya yang masih tertidur di sofa dan membuat nya terkejut karena sang ibu memanggil nya dengan kencang.
"Ibu kenapa " Jawab nya terbangun dari tidur nya dan terkejut karena sang ibu terlihat cemas.
"Kamu apakan Erin sehingga dia tidak keluar dari kamar sedari tadi, apa jangan jangan dia bunuh diri di kamar " Ucap nya dengan rasa khawatir.
"Jangan membuat ku takut Bu" Jawab nya dan segera menuju kamar nya namun kamar nya di kunci dari dalam, lalu Io mencari kunci cadangan nya dan membuka nya. Dan terlihat Erina terbaring di ranjang dengan rambut masih basah dan masih mengenakan handuk mandi.
"Erin " Teriak nya dan memeluk nya, Erina pun terkejut dan terbangun.
"Lepaskan mas Io membuat ku tidak bernafas" Kesal nya, lalu Io pun menyadari tindakan nya memeluk Erin secara tiba tiba, karena ia menyangka terjadi sesuatu terhadap Erina dan Io merasa malu atas tindakan nya.
Sementara di depan pintu sang ibu menahan tawa nya melihat anak mantu nya itu saling jaim, seakan akan tidak saling perduli satu sama lain.
"Kenapa di lepas " Ucap nya dan memeluk Io secara tiba tiba dan Io merasa heran atas tingkah Erin yang kini menjadi sedikit bar bar dan agresif menurut nya.
"Bukan kah kamu, yang meminta aku melepaskan nya karena kamu tidak bisa bernafas" Jawab nya dan berlalu keluar meninggal kan nya.
"Hah benar kan aku berkata seperti itu barusan" Fikirnya dalam hati dan mencoba mengingat kata kata nya sendiri terhadap Io.
Setelah di luar kamar Io pun menghela nafas panjang panjang, karena ia merasa ada yang aneh di dalam diri nya.
"Bukan kah aku membenci nya, namun kenapa setiap aku berdekatan dengan nya aku selalu merasakan hal yang aneh, seperti orang jatuh cinta lagi, jantung mulai berdetak kencang hati mulai cemas fikiran tidak menentu bila berdekatan bersama nya, sejak nikah hingga kini punya anak masih saja hati ini seperti ini" Batin nya.
__ADS_1
"Benci atau cinta, aku tidak bisa membedakan nya" Ucap nya dalam hati dan ingin segera mandi namun ragu ragu untuk masuk kamar lagi karena ada Erin sang bunda nya Alfa ðŸ¤
************
Sementara di ER-RIO Nia dan Andi pun sedang asik bercengkarama dan bercanda gurau apa lagi topik yang, ia bahas tengang atasan nya sekaligus sahabat nya itu.
"Kamu pasti ingin tertawa melihat reaksi wajah nya ketika tahu Erina di Cafe" Ucap nya dan tertawa kecil.
"Benarkah separah itu, bukan kah mas Io tidak bisa marah orang nya dan juga sifat nya Erin yang berubah menjadi sedikit bar bar" Ucap nya membayangkan atasan mereka dan juga rasa nya ingin tertawa mendengar cerita Andi.
"Tapi aku heran kemana Ardi, dia tidak muncul lagi semenjak kejadian di pukul oleh Io, apa ayah Erin melakukan sesuatu sehingga ia entah kemana kini" Jelas nya Andi merasa heran tentang Ardi yang entah di mana kini.
____________________________________
Hallo Kaka Kaka salam manis di hari Kamis, semoga kita di beri keberkahan dan juga kesehatan selalu, jangan lupa tinggalkan jejak mu yah. like coment rate5 dan juga vote.
Udah vote belum ??
vote dong biar aku nya makin semangat
udah like belum ??
Like dong biar aku nulis nya kenceng kaya kereta api.
udah coment belum??
coment dong biar aku bisa mampir di profil mu.😘😘😘😘😘
salam semangat 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1