
Bisikan bisikan cinta yang io ucapkan, membuat Erin semakin menggila. Entah mengapa ia lebih agresif di banding sebelum sebelum nya, io merasa aneh dengan tingkah sang istri yang lebih terkesan manja di bandingkan dengan yang sebelum nya.
"Aku sangat mencintaimu." Ujar io, yang sudah memegang kendali ranjang nya.
"Benar kan, apa kau akan memenuhi semua keingin ku." Tanya Erin, dengan masih memeluk erat sang suami dan mulai menc**m bibir sang suami.
"Tentu saja, aku memang tidak bisa memberikan dunia ini untuk mu. Namun aku akan memberikan dunia ku, seumur hidup dan matiku hanya untuk mu." Ujar io, kini ia mengecup pucuk kepala sang istri dengan penuh kasih dan penuh kelembutan yang tiada Tara.
"Asal..." io menggantungkan kata kata nya, dan mendekatkan hidung nya persis dekat dengan hidung Erin.
"Asal apa." Tanya Erin lebih penasaran lagi, karena io menggantungkan kata kata nya.
"Asal kau tidak meminta pria lain, selain aku." Tutur io, dan tersenyum.
"Tentu saja tidak aku hanya menginginkan mu, hanya kau yang mampu memiliki hatiku walau begitu banyak para pria yang berusaha keras menghancurkan rumah tangga kita." Jelas nya.
Lalu kedua nya saling memanfaatkan waktu itu, yang masih pagi dengan berolah raga dengan tenang karena Alfa berada di rumah orang tua Erin.
Bagai sepasang pengantin baru, mereka menghabiskan waktu begitu lama. Entah mengapa Erin terkesan lebih manja dan terkesan lebih menginginkan io.
Detik demi detik mereka melewati dengan penuh hasrat, io dengan senang hati memberikan kepuasan batin sang istri.
Entah sejak pukul berapa mereka melakukan nya, namun semangat kedua nya belum padam yang biasanya io harus mencari cela untuk menghukum sang istri, kini io tidak perlu repot repot mencari celah Erin. Kini Erin yang lebih menginginkan io di banding sebelum nya.
"Apa kau mau aku melakukan nya lagi." Ledek io, ia melihat pukul 12:00 siang.
"Peluk aku." Kata kata Erin membuat io semakin penasaran apa yang terjadi pada istri nya.
"Iya aku akan memeluk mu sampai aku tidak bernafas lagi." Ujar io dengan lembut.
__ADS_1
"Kenapa kau berkata seperti ini, aku tidak menyukai nya."Tutur Erin, yang masih memeluk io dan masih mengenakan selimut tebal untuk menutupi kedua nya.
"Baik lah sayang, apa kau mau makan siang, ini sudah pukul 12:00 waktu nya makan siang." Ucap io mengingatkan Erin.
Erin pun hanya mengangguk, dan melepaskan pelukan nya dan Io bergegas mandi juga segera menghubungi Andi untuk meminta pihak resto hotel untuk mengantarkan makan siang nya.
Setelah selesai mandi pun io menghampiri Erin, ia melihat ada perubahan di dalam sifat Erin juga yang kerap kali sering meminta olah raga pagi beberapa hari ini, dan wajah nya yang terlihat sedikit pucat. io mengira istri nya kurang enak badan, sehingga ia lebih memanjakan nya dari segi apa pun termasuk perhatian pola makan nya.
Erin masih tertidur menunggu io selesai mandi, io melihat nya tersenyum ia mengingat bagaimana dulu sewaktu menjadi pengantin baru, ketika dirinya begitu ketakutan saat membantu Erin berganti gaun pengantin nya. Mengingat kejadian itu ia menjadi senyum senyum sendiri, seperti orang yang sedang kasmaran.
Kini ia benar benar merasa gila di buat wanita yang ia nikahi itu, yang selalu membuat nya mabuk kepayang walau sudah sekian lama menikah. Dan tidak lah mudah menjalani semua itu, terjangan terjangan badai yang yang menghiasi rumah tangga nya juga krikil krikil yang menghantam nya ia sudah melewati nya kini ia berharap bisa dengan tenang dan bahagia melewati biduk rumah tangga nya, bersama Erina wanita yang mampu membuat nya tergila gila.
**********************************
Disisi lain, di rutan tempat dimana Ardi di penjara. Disana sudah ada sang ibu yang setia selalu menjenguk sang putra, kini ia terlihat kurus dan tidak terurus.
"Ibu kemari lagi ?." Ujar nya, dengan pelan. Ardi merasa sakit bila ibu nya melihat dirinya seperti ini.
"Ibu tidak apa apa, kenapa kau kurus sekali." Ucap ibu Ardi.
"Ibu, aku mohon jangan sedih aku tidak akan tega melihat ibu."
"Apa kabar Ardi." Ucap seseorang pria bertubuh tinggi, yang mengejutkan kedua nya.
"Kau..!!." Ucap Ardi. Ardi melihat pria yang ada di depan nya adalah Riski, sahabat nya dulu. Ardi melihat Riski memakai seragam lengkap kebanggaan nya itu.
"Kau lolos menjadi polisi sekarang ?." Tanya Ardi.
"Apa kau nak Riski yang dulu dinas di Bandung nak, taman Erin." Ucap ibu Ardi.
__ADS_1
"Iya, apa kabar Bu." Ucap Riski, memberi salam kepada ibu Ardi.
"Baik lah ibu akan keluar makin berbincang lah." Lalu ibu Ardi pun keluar dari lapas untuk mencari kebutuhan Ardi di dalam penjara, seperti peralatan mandi dll.
"Kau belum menjawab ku."
"Iya, aku dinas di sini sekarang. Tapi aku bertugas sebagi polantas."Terang nya.
"Apa kau kembali hanya untuk Erin." Tanya Ardi.
"Tentu saja tidak, dia sudah menikah bukan. Tapi kini ia adalah wanita hebat, berbeda dengan dulu wanita lembut dan pemalu serta sabar. Namun kini yang aku lihat, dia galak dan dia sekarang pemimpin hotel ternama di kota ini bukan." Terang nya.
"Lalu kau tau aku disini dari mana." Tanya Ardi, penasaran.
"Aku tidak sengaja bertemu dengan nya, dan bertemu dengan putranya. Aku mengira ia adalah adik nya, ternyata anak semata wayang nya. Namun ia tidak mengenaliku, dan aku sempat mencari tahu tentang nya ternyata dia tidak menikah dengan mu dan ia memimpin hotel ternama, juga aku tahu kau disini adalah dari sanak keluarga nya bahwa kau di penjara karena ulah konyol mu." Jelas Riski.
"Aku menyesal, aku begitu bodoh. Andai saja bisa di ulang aku tidak akan menduakan nya."
"Ya kau memang bodoh, aku rela mengalah untuk mu dulu. Namun kenapa kau melepas nya begitu saja." Ujar Riski penuh kesal.
"Aku hilaf."
"Huh." Riski mengela nafas panjang.
"Lalu kau di tuntut berapa tahun." Tanya Riski, ia juga merasa tidak tega melihat sahabat nya itu.
"Dua puluh tahun." Ujar Ardi.
"Baik lah, aku akan membantu mu setelah satu tahun. Kau jalani saja dulu, aku akan membantu mu keluar." Ucap Riski penuh percaya diri.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin sedangkan kau hanya seorang polantas, bagaimana caranya." Tanya Ardi lagi.
"Sebaik nya kau bersikap baik disini, aku akan mengurus mu nanti." Janji Riski entah apa yang dia akan lakukan untuk Ardi.