Erina I Love You

Erina I Love You
Sisi Lain Cerita Erina I Love You


__ADS_3

Suasana pesta pernikahan begitu meriah, di mana keluarga Hasan Ishaaq telah menggelar sebuah pernikahan untuk putra semata wayangnya. Hasan adalah seorang pengusaha kaya yang ada di kota Semarang, dan sangat tersohor di kota tersebut.


Dia memiliki seorang putra yang bertubuh tinggi serta rambut gondrong, sehingga banyak yang menjulukinya dengan Mas gondrong.


Namanya Kevin Ishaaq, pria dewasa berusia 29 tahun, yang gemar bermain wanita. Tak kalah banyak wanita yang berada di sampingnya, layaknya piala prestasi yang berderet rapi di lemarinya.


Di salah satu ruangan, Kevin menarik tangan papanya. Di mana semua sebenarnya menunggu Kevin untuk ijab qobul, namun pria itu justru mengajak bicara sang papa. Karena sebenarnya ia tidak terima dengan perjodohan tersebut, karena menurutnya bukan lagi jamannya Siti Nurbaya.


"Pa ...," lirih Kevin.


"Tolong batalkan."


Matanya memandang belas kasih pada sang papa, agar membatalkan pernikahan tersebut saat ini. Sebuah pernikahan yang sudah 99% berjalan, bahkan tamu-tamu sudah semuanya berdatangan.


"Apa kau gila? Papa tidak akan membatalkan pernikahan ini Kevin," ucap Hasan.


Dengan mata yang membulat sempurna, dan rasanya ingin memberikan pukulan pada putranya yang kurang ajar itu.


"Tapi Pa, apa Papa sudi memiliki menantu yang buta dan tuli!" serunya.


Sebelumnya Kevin diberitahukan oleh sang papa, kalau ia hendak dijodohkan dengan seorang wanita yang buta dan tuli. Jauh sekali dengan karakter yang inginkan, wanita-wanita cantik tidak pernah kurang. Namun kenapa sang papa menjodohkan dengan wanita yang tuli dan buta?


"Diam!" sentak Hasan.


"Sudah ayo, semua sudah menunggumu!" ajak Hasan.

__ADS_1


Hasan menarik tangan ke hadapan penghulu, yang kebetulan di sana sudah ada pengantin wanita. Terlihat wanita yang memakai hijab putih, dengan paduan kebaya cerah.


Namun sayang, wajahnya tertutup oleh cadar!


Kevin terpaksa duduk di sampingnya, persis di hadapan sang penghulu. Penghulu tersebut pun tersenyum, dan melayangkan pertanyaan pada Kevin.


"Saudara Kevin, anda sudah siap?" tanyanya.


Kevin seakan ragu menjawab penghulu yang menanyakan dirinya, Hasan pun langsung memberikan isyarat pada Kevin. Agar segera mengangguk, agar segera dimulai semua ijab qabul yang sudah disiapkan.


"Baiklah kita mulai," ucap sang penghulu.


Wanita yang akan nikahi itu bernama Intan permata, iya ... bukan saja namanya saja yang indah. Namun wajahnya juga ayu, saking ayunya ia tutup dengan cadar.


Agar mengurangi dosa di dunia, jika pria-pria memandangnya. Apa lagi yang bukan mahramnya, sehingga ia memilih untuk memakai hijab dan cadar.


Ayah angkatnya menjodohkannya dengan anak dari Hasan, Hasan yang tak lain memiliki hubungan persahabatan yang erat hingga Hasan dan ayah angkat Intan sepakat untuk perjodohan mereka.


Kini semuanya menatap ke mempelai pengantin, dimana akan dilaksanakan janji suci ijab qobul.


"Saudara Kevin Ishaaq bin Hasan Ishaaq, saya nikahkan engkau dan saya kawinkan engkau dengan Intan permata binti Rudi Permana. Dengan mas kawin emas 21 gram serta seperangkat alat sholat dibayar tunai ...," ucap sang penghulu dengan tegas.


"Saya terima nikahnya Intan permata binti Rudi Permana dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" jawab Kevin dengan keras, seakan-akan ada kekuatan Allah yang mendorong Kevin untuk yakin menikahi Intan saat ini.


"Bagaimana para saksi, sah?"

__ADS_1


"Sah!" jawaban serentak dari para orang-orang yang datang di pernikahan tersebut itu pun begitu sangat meriah.


"Alhamdulillah."


Ucap syukur pun terdengar jelas, semua orang merasa senang dan gembira melihat pernikahan tersebut. Namun tidak bagi Kevin, ia merasa kesal karena hatinya memang tidak menerima pernikahan tersebut.


Semua orang tersenyum manis, namun tidak bagi mempelai pria tersebut. Bahkan dalam hatinya memakai dan melontarkan sumpah serapah, terhadap Intan permata yang tak lain adalah istri sah-nya saat ini.


Intan pun mengecup punggung tangan Kevin saat ini, sebagai tanda hormat kepada suaminya. Kevin juga mengecup keningnya, sebagai tanda rasa syukur telah berjalan lancar pernikahannya.


Pria berambut gondrong itu pun memakaikan cincin di jari wanita yang telah Ia nikahi, dan sebaliknya Intan juga memakaikan cincin pada suaminya saat ini.


Acara sungkem pun digelar sempurna, masih dengan adat Jawa yang begitu kental. Kini keduanya telah sah menjadi suami istri, Hasan begitu sangat gembira.


Kevin memandang Intan dengan penuh, ia menatap matanya yang kata Hasan dia adalah wanita buta.


Namun Kevin tidak melihat kebutaan di dalam kedua matanya, namun meskipun penasaran Kevin enggan untuk mencari tahunya. Baginya semua itu tidaklah penting, karena ia tidak menginginkan apapun dari wanita itu.


Akankah ada kebahagiaan di pernikahan mereka?


Gais kalian baca cerita ini ya, 👇 judulnya Jangan salahkan cinta pena Erlina Naila 💞


***


Instagram erlina_naila123

__ADS_1


mampir di novel Wanita Pilihan Ayah dan jangan salahkan cinta pena Erlina Naila 💞



__ADS_2