
Dua hari telah berlalu, io pun sudah di izin kan pulang dari RS. dan setiap hari io selalu saja memikirkan sang istri, yang tak kunjung di temukan, merindukan dan merasa sangat kehilangan itu yang di rasa io. Bayang bayang istri nya selalu menari nari di kepala nya,dan tak henti-henti nya meminta kepada sang kuasa, agar di beri petunjuk menemukan sang istri.
Alen dan Agus yang selalu menemani io, di rumah sakit. Alen sudah mengantarkan io kerumah sang mertua karna io sangat merindukan sang putra semata wayang nya.
"Mas io ada yang mau di beli nggak" Tanya nya Alen yang masih fokus mengemudi.
"Ada, nanti mampir di swalayan yah" Jawab io mengeluarkan dompet dan mengambil uang cash dan di berikan kepada Agus.
"Gus tolong belikan susu buat Alfa, 5 box ukuran 1000gr sama pempes nya merek xxx ukuran S. dan jangan lupa minuman sama cemilan" Ucap io panjang lebar. Alen hanya tersenyum melihat sepupu nya
"Bentar lagi Agus jadi Beby sister nya Alfa" Ledek Alen tertawa cekikikan. Agus pun hanya cuek mengabaikan semua kata kata Alen
"Banyak ngomong kaya emak emak"
Jawab Agus yang berlalu keluar dari mobil, dan melangkah ke dalam swalayan. io dan Alen hanya menunggu di parkiran, mengingat, sering pergi ke swalayan berdua dan juga berbelanja sambil bercanda gurau berdua. tidak pernah, bertengkar atau masalah lain nya.
"Apa kamu tau, aku sangat merindukan mu" Gumam nya io dalam hati, yang masih juga memikir kan sang istri tanpa henti. Tak lama kemudian Agus datang, dan masuk dalam mobil.
"Mas bro, kenapa masih melamun." Ucap Agus, dan Agus yakin io sedang memikirkan sang istri yang belum di temukan. Agus pun meletakan belanjaan nya di jok, samping io duduk. io pun menyadari agus menegur nya.
"ayo jalan Len..." Ucap io singkat, dan io hanya memejamkan mata dan menyandarkan duduk nya. Alen pun hanya mengangguk, dan fakus mengemudi. Sesampai nya di rumah io pun turun, dan masuk kedalam rumah untuk mencari Alfa
"Asalamualaikum... " Ucap io mencari Alfa di setiap ruangan.
"Alfa...." Panggil nya, io pun melihat sosok sang anak semata wayang sedang tidur di gendongan sang ibunda.
"Hai anak ayah, kau begitu tampan seperti ayah" Canda nya, sambil mencubit kecil pipi anak semata wayang nya, dan tersenyum.
"Gimana keadaan mu, apa sudah baikan
maaf ibu tidak bisa menjenguk mu." Tanya ibunda dan menatap wajah sang anak laki
laki nya yang sedang terlihat begitu buruk karna hilang nya Erina.
"Aku sudah baikan Bu dan sudah di izin
__ADS_1
kan pulang, apa Alfa rewel bu, aku sangat khawatir, dengan Alfa" Jawab nya. dan orang tua Erina pun datang dan menyapa io.
"syukur lah, Alfa anak yang pintar, dia sama sekali tidak merepotkan orang di sekeliling nya" Jelas nya sang mertua, menceritakan keseharian nya Alfa.
"Dia mirip io mandiri dan tidak suka sama sekali merepotkan orang di sekeliling nya" Ucap sang ibunda io dan menatap wajah sang malaikat kecil nya.
"Pah apa om Asen sama om udin belum kesini" Tanya nya io kepada mertua nya.
"Belum mungkin besok, sekalian ada yang mau papah bicarakan sam om Udin" Jawab nya sang mertua.
"Istirahat lah, io tidur di kamar iman aja,
biar Alfa sama nenek nya tidur di kamar
Erin" Ucap sang ayahanda Erina, io pun istirahat dan sebelum ke kamar io menemui Agus dan Alen.
"Gus nanti bantu Andi di cafe yah, masalah gajih jangan khawatir " Ucap io dan duduk di teras.
"Ih ya mas bro, ruko nya om Sam juga mau di jual apa mas bro mau beli" Tanya Agus dan mengingat dua hari yang lalu pemilik ruko menitip pesan kepada nya agar di sampai kan ke io.
"Beli aja Gus, kamu urus semua nya, nanti kita bikin cafe lagi aja." Jawab nya.
********
ER-RIO fashion
di toko baju milik Erina, Nia lah yang di percaya mengelola nya. terlihat Nia yang masih menyusun dan menata baju baju dan di pajang nya di patung patung.
dan tidak sengaja Nia melihat Ardi sedang memilih baju-baju wanita.
"Bukan nya mas Ardi sudah tinggal di Surabaya yah, kok bisa ada disini, apa lagi jenguk orang tua nya" Gumam Nia dalam hati. karena penasaran, Nia pun menghampiri nya dengan masih rasa penasaran nya.
"Mas Ardi..." Sapa nya Nia semakin heran karena melihat Ardi sedang memilih bagian pakaian wanita.
"Ada yang bisa Nia bantu mas" Tawar nya
__ADS_1
an masih penasaran apa yang di lakukan
nya bagian pakaian wanita.
"Eh Nia apa kabar, ini aku nyari pakaian yang langsung ada hijab nya untuk kado teman ku ulang tahun" Ucap nya dengan tenang, dan masih terkejut karna tidak menyangka bertemu Nia.
"Oh sini Nia bantu, ukuran apa mas terus kira kira suka warna apa" Jawab nya sambil memilih kan beberapa pakaian agar Ardi bisa memilih.
"Poster badan nya hampir sama dengan mu, dan warna terserah Nia pilih saja yang sekira nya wanita suka warna nya." Jelas nya dan masih penasaran dengan Nia kenapa bisa bekerja disini yang Ardi tau, Nia bekerja di toko om Asen. Nia pun hanya mengangguk, dan mengerti apa yang di minta Ardi.
"Oh ya Nia kok bekerja di sini, buka nya Nia dulu bekerja di toko om Asen." Tanya nya dengan penasaran.
"Oh iya Nia sudah tidak bekerja di toko pak Asen lagi" jawab nya singkat dan entah mengapa Nia pun tidak memberitahu nya kalau ER-RIO fashion milik Erina.
"Mas Ardi ngomong ngomong bukan nya, mas Ardi di Surabaya yah? " Tanya nya, dengan masih rasa penasaran nya.
"Lagi jenguk ibu saja, karena lama tidak pulang" Jawab nya singkat. dan Ardi pun pamit dan bergegas membayar nya dan berlalu pergi. sepergi nya Ardi Nia pun terlintas teringat Erina, yang hilang belum di temukan, sekilas mengingat kebersamaan nya dengan Erina.
"kamu di mana si Rin, aku benar benar merindukan mu. bekerja bersama tidur satu kamar dan cerita-cerita." gumam nya dalam hati.
"aku harap kamu baik-baik saja dan cepat kembali" ucap Nia penuh harap.
*********
_________________________________
pengen ku aku ISO muter wektu.
supoyo aku ISO nemokne Kowe luwih
Gasik.ben luwih dowo wektu ku.
kanggo Urip bareng sliramu.
__ADS_1
---mario H.S.---